Ukir Kreasi Santri Melalui Haflah Muhadloroh

Dari beberapa agenda akhir sanah Pondok Pesantren KHAS (Kyai Haji Aqiel Siroj), diantaranya adalah Haflah Tasyakkur Binihaayatil Muhadloroh (Peringatan dan Tasyakkur telah usainya pendidikan di muhadloroh/madrasah) tahun ajaran 1434-1435 H, pada hari sabtu (14/06/14), yang digelar di Gelanggang Olah Raga (GOR) MUNAS, Kempek, Palimanan, Cirebon. Kegiatan tersebut dipanitiai oleh anggota pengajian Alfiyah Tsaniyah.

Acara yang bisa dibilang selalu ditunggu-tunggu oleh setiap santri yang mondok di pesantren KHAS itu, dihadiri masyayikh/kyai, ustadz-ustadz, keamanan pondok dan seluruh santri yang notabene santri pesantren KHAS.

Kang Sholahuddin Al-Ayyubi, selaku ketua panitia menegaskan bahwa, ‘’haflah tahun ini insya Allah merupakan haflah yang cukup meriah karena, saya dan seluruh teman-teman panitia telah mencanangkan agenda-agenda yang menarik, yaitu kreasi-kreasi santri pesantren KHAS yang sangat unik, yaitu berupa MC bahasa kromo dan sunda, puisi berantai, puisi biasa dan drama’’.

KH Muhammad BJ, selaku ketua umum Muhadloroh, dalam sambutannya mengatakan,’’ Alhamdulillah, kita telah selesai melalui tahun ajaran 1434-1435 H di pesantren tercinta, dengan mempelajari pelajaran yang diadakan di muhadloroh, melaksanakan muhafadzoh (hafalan nadzom), taftisyul kutub (koreksian kitab) dan ikhtibar tsani (semester dua), kalian harus bersyukur bisa belajar di pesantren kempek, di sini kita diunggulkan mengaji Al-Qur’an, nahwu shorof dan lainnya, disamping pula kita mengikuti pendidikan umum MTs, SMP, dan MA. Kita boleh berbangga karena telah mengikuti agenda satu tahun ini namun, kita harus pula siap untuk mengikuti jenjang yang lebih tinggi lagi, tidak boleh kendor atau yang lainnya’’.

Kang Muh, sapaan akrab pengasuh pesantren KHAS Kempek menyatakan dalam sambutan terakhir bahwa, ‘’Setelah kepergian almarhum Buya Ja’far, kita kehilangan sosok yang sangat langka, almarhum adalah sosok yang tegas dalam membimbing kita sebagai santrinya, pun beliau yang telah membesarkan pesantren kita ini, namun kita tidak boleh hilang semangat setelah perginya kang ja’far, kita harus tetap semangat menggali ilmu di pesantren tercint ini seperti saat beliau masih ada’’.

KH Musthofa Aqiel Siroj, dalam sela-sela sambutanya sembari meresmikan pergantian nama pesantren tinggalan Kyai Aqiel dan buya ja’far itu, yang tadinya bernama MTM (Majlis Tarbiyatul Mubtadi-ien) yang artinya tempat duduk/belajar pelajar yang masih dini, diganti dengan nama Pondok Pesantren KHAS Kempek, sedangkan untuk pendidikan muhadloroh diresmikan dengan nama baru pula, yaitu MTM (Madrasah Tahdzibul Mutsaqqofiin).

Kang Muh juga ingin selalu dekat dengan santri-santrinya, meladeni santri, terbukti beliau saat ibadah umroh yang tidak lama dilaksanakannya, beliau berdoa yang pertama agar bisa membimbing santri dengan baik, soan ke Mbah Maimun Zubair (pengasuh pesantren Al-Anwar Sarang) dan dengan bergandeng dengan Syekh Fadhil Al-Jailany (meminta didoakan oleh cucu ke-25 syekh abdul qodiq al-jailany).

Selain sebagai tanda perpisahan dan rasa syukur atas selesainya satu tahun belajar dari tiap pengajian, haflah muhadloroh juga untuk mengukir kreasi-kreasi santri atas bakat yang mereka punyai.

Oleh: Lufaepi.