Category Archives: MTM Putra

KHITOBAH; MELATIH MENTALITAS SANTRI DIDEPAN UMUM

Ikhsan Hasanudin, santri KHAS Kempek asal Kuningan ini begitu enerjik dalam menyampaikan isi pidatonya dalam acara rutinitas marhabanan di asrama Madinah at-Tholabah, Pesantren KHAS Kempek Cirebon. Kamis (20/3) malam.

Dalam pidatonya, ia sedikit memaparkan tentang kemuliaan seseorang yang mempunyai ilmu. Menurutnya,  Allah memberikan kemulian kepada manusia karena mempunyai ilmu. Dengan gayanya yang khas seperti KH. Zaenuddin MZ, kontan membuat para santri begitu antusias mendengarkan setiap kata yang dipaparkan olehnya. “Rahasia Nabi Adam dihormati Malaikat karena Nabi Adam punya ilmu” jelas Ikhsan, yang mengaku baru 5 bulan nyantri di KHAS Kempek.

Agenda marhabanan ini sendiri merupakan program yang telah lama dijalankan di Pesantren KHAS Kempek. Dengan dibacakannya riwayat nabi dalam kitab al-Barzanji atau ad-Diba’i dan setelahnya diisi dengan acara latihan pidato, MC, qiro dan shalawat.

Di samping memberi kajian-kajian yang bersifat esensial dalam islam yang dikemas dalam kitab kuning, KHAS Kempek juga melatih mentalitas santri-santrinya dengan belajar pidato. Hal ini bertujaun agar keluaran pesantren KHAS tidak canggung ketika pada saatnya terjun dan berdakwah di tengah masyarakat.

Menurut KH. Muhammad BJ, agenda semacam ini terlihat sepele dan biasa-biasa saja. Namun jika dilakukan secara rutin, sekecil apapun agendanya akan terasa membekas pada mental seorang santri yang tidak hanya paham tentang kitab kuning, tapi seorang santri juga dituntut agar bisa menyampaikan keilmuannya dengan benar.

 Sudah saatnya seorang santri tidak lagi minder ketika berbicara di depan umum, dan melihat begitu mudahnya seseorang bisa dianggap ustadz dan berceramah di televisi hanya karena piawai dalam hal penyampaiannya. Maka santri yang kaya akan kajian islamnnya diharapkan sebagian bisa ambil bagian berdakwah di dunia per-televisi-an indonesia.

 

Oleh : Sirojudin Achmed

Ukir Kreasi Santri Melalui Haflah Muhadloroh

Dari beberapa agenda akhir sanah Pondok Pesantren KHAS (Kyai Haji Aqiel Siroj), diantaranya adalah Haflah Tasyakkur Binihaayatil Muhadloroh (Peringatan dan Tasyakkur telah usainya pendidikan di muhadloroh/madrasah) tahun ajaran 1434-1435 H, pada hari sabtu (14/06/14), yang digelar di Gelanggang Olah Raga (GOR) MUNAS, Kempek, Palimanan, Cirebon. Kegiatan tersebut dipanitiai oleh anggota pengajian Alfiyah Tsaniyah.

Acara yang bisa dibilang selalu ditunggu-tunggu oleh setiap santri yang mondok di pesantren KHAS itu, dihadiri masyayikh/kyai, ustadz-ustadz, keamanan pondok dan seluruh santri yang notabene santri pesantren KHAS.

Kang Sholahuddin Al-Ayyubi, selaku ketua panitia menegaskan bahwa, ‘’haflah tahun ini insya Allah merupakan haflah yang cukup meriah karena, saya dan seluruh teman-teman panitia telah mencanangkan agenda-agenda yang menarik, yaitu kreasi-kreasi santri pesantren KHAS yang sangat unik, yaitu berupa MC bahasa kromo dan sunda, puisi berantai, puisi biasa dan drama’’.

KH Muhammad BJ, selaku ketua umum Muhadloroh, dalam sambutannya mengatakan,’’ Alhamdulillah, kita telah selesai melalui tahun ajaran 1434-1435 H di pesantren tercinta, dengan mempelajari pelajaran yang diadakan di muhadloroh, melaksanakan muhafadzoh (hafalan nadzom), taftisyul kutub (koreksian kitab) dan ikhtibar tsani (semester dua), kalian harus bersyukur bisa belajar di pesantren kempek, di sini kita diunggulkan mengaji Al-Qur’an, nahwu shorof dan lainnya, disamping pula kita mengikuti pendidikan umum MTs, SMP, dan MA. Kita boleh berbangga karena telah mengikuti agenda satu tahun ini namun, kita harus pula siap untuk mengikuti jenjang yang lebih tinggi lagi, tidak boleh kendor atau yang lainnya’’.

Kang Muh, sapaan akrab pengasuh pesantren KHAS Kempek menyatakan dalam sambutan terakhir bahwa, ‘’Setelah kepergian almarhum Buya Ja’far, kita kehilangan sosok yang sangat langka, almarhum adalah sosok yang tegas dalam membimbing kita sebagai santrinya, pun beliau yang telah membesarkan pesantren kita ini, namun kita tidak boleh hilang semangat setelah perginya kang ja’far, kita harus tetap semangat menggali ilmu di pesantren tercint ini seperti saat beliau masih ada’’.

KH Musthofa Aqiel Siroj, dalam sela-sela sambutanya sembari meresmikan pergantian nama pesantren tinggalan Kyai Aqiel dan buya ja’far itu, yang tadinya bernama MTM (Majlis Tarbiyatul Mubtadi-ien) yang artinya tempat duduk/belajar pelajar yang masih dini, diganti dengan nama Pondok Pesantren KHAS Kempek, sedangkan untuk pendidikan muhadloroh diresmikan dengan nama baru pula, yaitu MTM (Madrasah Tahdzibul Mutsaqqofiin).

Kang Muh juga ingin selalu dekat dengan santri-santrinya, meladeni santri, terbukti beliau saat ibadah umroh yang tidak lama dilaksanakannya, beliau berdoa yang pertama agar bisa membimbing santri dengan baik, soan ke Mbah Maimun Zubair (pengasuh pesantren Al-Anwar Sarang) dan dengan bergandeng dengan Syekh Fadhil Al-Jailany (meminta didoakan oleh cucu ke-25 syekh abdul qodiq al-jailany).

Selain sebagai tanda perpisahan dan rasa syukur atas selesainya satu tahun belajar dari tiap pengajian, haflah muhadloroh juga untuk mengukir kreasi-kreasi santri atas bakat yang mereka punyai.

Oleh: Lufaepi.

 

MTM Sambut Akhir Sanah dengan Musabaqoh

Kempek, 14/06/14.

Majlis Tarbiyatul Mubtadi-ien (MTM) Putra, Menjelang akhir sanah Muhadloroh MTM menyambut dengan berbagai kegiatan,

diantaranya Musabaqoh (Perlombaan) antar komplek atau antar individual santri.

Seperti pada umumnya, musabaqoh tersebut diadakan setiap tahun menjelang Muwaada’ah (Perpisahan) kegiatan ini sebagai ajang kompetisi antar komplek dan sebagai uji kemampuan santri setelah belajar satu tahun penuh.

“Diadakannya musabaqoh atau perlombaan ini sebagai unjuk kemampuan yang dimiliki oleh tiap-tiap kinerja masing-masing komplek dan sebagai ajang untuk meningkatkan kemampuan yang dimiliki oleh para santri” tutur Lukman Hakim selaku ketua panitia musabaqoh tahun ini.

Disamping untuk menguji kemampuan santri kegiatan ini juga memberikan pelajaran akan pentingnya kerjasama tim satu komplek dan menjunjung sportifitas dengan komplek-komplek lainnya..

Lukman berharap dalam mengikuti musabaqoh para peserta tidak untuk mencari lawan akan tetapi untuk saling bersaing dalam kebaikan. “peserta musabaqoh bukan untuk mencari lawan akan tetapi untuk saling menunjukkan kemampuan yang kalian miliki selama satu tahun ini kalian belajar.” ungkapnya saat membuka musabaqoh CTK tingkat AT-Tamhidiyyah, sabtu (14/06/2014).

Pada tahun ini ada beberapa jenis perlombaan yang sifatnya hiburan dan ada yang sifatnya berupa ketrampilan mental, dan kemampuan belajar santri baik hafalan, pemahaman pelajaran dan perkembangan dari masalah yang berkembang kini, diantara Perlombaan yang bersifat hiburan yaitu : Balap Karung, futsal dan lain-lain, yang bersifat melatih mental santri seperti : Khitobah, Musabaqoh MC dan lain sebagainya.

Sedangkan yang bersifat kemampuan belajar atau menghafal santri seperti Cerdas Tangkas Komplek, Muhafadzoh Nadzom, Qiroatul kutub  dan untuk melatih keterampilan santri dalam menulis ada musabaqoh kaligrafi.

Musabaqoh ini akan berlangsung  selama 10 hari  mulai tanggal 14 sampai 22 Juni 2014 dan  diikuti oleh seluruh santri melalui penyeleksian dari ketua komplek masing-masing komplek.

Oleh : Arwany AL-Limbangy

 

Santri Kempek Belajar Manasik Haji

Aura kesakralan ibadah haji tidak hanya dirasakan jutaan calon haji asal indonesia di Arab Saudi, namun juga semerbak menular hingga di kota santri, tepatnya di MTM Pondok  Pesantren Kempek. Terlebih saat melihat puluhan santri memakai pakaian ihram sembari mengelilingi ka’bah buatan, pada hari Rabu, (21/05/14) di komplek Yayasan KHAS (Kyai Haji Aqil Siroj) Pondok Pesantren Kempek, Palimanan, Cirebon, Jawa Barat.

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya pembelajaran, sehingga nilai nilai yang terekam bisa melekat dan diterapkan di masa mendatang. Kegiatan yang berjalan setiap tahun itu, diikuti kurang lebih 50 santri yang sedang menempuh pengajian kelas Mutammimah.

Acara dibuka pada pukul 08.00 WIB, yang dipimpin dan dipandu oleh putra Almarhum KH Ja’far Shodiq Aqil Siroj, KH Muhammad BJ. Kegitan yang merupakan salah satu syarat untuk naik kelas Alfiyah itu, lengkap dengan mempraktikan rukun haji, dari mulai Ihram (memakai pakaian ihram), wukuf di Arafah, tawwaf ifadzoh, sa’i, tahallul dan tartib, dan wajib-wajib haji yaitu, niat ihram, mabit di muzdlifah, melontar jumrah aqobah, mabit di mina, melontar jumrah Ula, Wustha dan Aqabah pada hari Tasyrik, tawwaf wada’ dan meninggalkan perkara yang diharamkan saat ihram.

“Mudah-mudahan semuanya menjadi haji yang mabrur” tutup Kang Bayan, salah satu peserta pelatihan manasik haji santri kempek tersebut.

Kang Dasuki, koordinatoor praktik ibadah Muhadloroh, MTM Pondok Pesanten Kempek 2014 mengatakan bahwa, ‘’kegiatan yang diadakan setiap tahun itu, bertujuan untuk menanamkan pengetahuan tentang ibadah haji kepada santri-santri. Selain itu juga untuk mempraktekan langsung teori-teori haji yang sebelumnya dijelaskan melalu masing-masing kelas’’.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu, merupakan agenda yang sangat diminati bahkan paling digandrungi oleh santri-santri kempek dari pada praktik-praktik  ibadah yang lainnya.

*Lufaepi

 

 

 

 

Santri Kempek Praktik Mengurus Mayyit

Salah satu program Madrasah Tahdzibul Mutsaqqofien (MTM) Pondok Pesantren KHAS Kempek adalah Ikhtibar (ujian) sebagai syarat naik kelas, didalamnya juga ada agenda praktik ibadah cara mengurus mayyit, yang pada tahun ini telah dilaksanakan oleh santri yang sedang menempuh pengajian Al-‘imrithi, pada malam Sabtu (16/05/2014) di komplek pesantren Kempek, Palimanan, Cirebon, Jawa-barat.

Praktik ibadah mengurus mayyit dilaksanakan dengan memandikan, menkafani, menshalati dan mengubur mayyit, yang unik alat yang digunakan sebagai mayyit langsung menggunakan beberapa dari santri yang mengikuti praktik tersebut, bukan boneka atau alat mati lainnya.

‘’Alhamdulillah, setelah mengkaji materi tentang mengurus mayyit dari kitab fathul qorib, dan kemudian sekarang mempraktikan langsung, saya lebih memahami sekali tentang bagaimana cara yang benar memandikan, menkafani, menshalati dan mengubur mayyit’’. Ujar Kang Anwar, salah satu peserta dari kelas Al-‘Imrithi B.

Ust. Husnul Ma’ab, pembimbing ujian praktik yang dilaksanakan dalam setahun sekali itu mengatakan bahwa, ‘’alhamdulillah dengan metode langsung praktik seperti demikian, anak-anak lebih memahami langsung bagaimana mereka mengurus mayyit, yang tujuannya agar ketika di rumah nanti, jika ada kematian seseorang, santri kempek langsung tandang karena mereka telah faham materi dan telah mempraktikannya sekarang’’.

Kang Ma’ab, sapaan akrab Ustadz Husnul Ma’ab berharap, agar apa yang mereka praktikan tetap diingat dalam memori mereka, jangan sampai lupa, sebab ini penting bagi mereka saat mereka pulang di kampung halaman mereka masing-masing.

Lufaepi.

Jadwal Kegiatan Santri

JADWAL KEGIATAN SANTRI
MAJLIS TARBIYATUL MUBTADI-IEN (MTM)
PONDOK PESANTREN KEMPEK CIREBON

WAKTU



KEGIATAN



04.15



At-Tarkhim



05.00



Jama’ah Sholat Shubuh



06.00



Pengajian At-Tashrif                                                    



06.30



Pengajian Alfiyah Tsaniyah



 



(BUYA H. JA’FAR SHODIQ AQIEL)



06.30



Pengajian Bandungan



 



(KH. MUHAMMAD MUSTHOFA AQIEL)



07.30



Pengajian Muhadhoroh



10.30



Istirahat



12.30



Jama’ah Sholat Dzuhur



13.00



Sekolah MTs, SMP dan MA KHAS Kempek



13.30



Pengajian bandungan



16.00



Jama’ah Sholat Ashar



16.30



Pengajian Bandungan



 



(KH.MUHAMMAD  MUSTHOFA AQIEL)



 



(KH. AHSIN SYIFA AQIEL)



17.30



Istirahat



18.00



Jama’ah Sholat Maghrib



18.30



Pegajian Alfiyah Ula



 



(BUYA H. JA’FAR SHODIQ AQIEL)



18.30



Cocogan Al-Qur’an dan Turutan (Juz Amma)



19.00



Pengajian Al Qur’an, Juz Amma dan Dirosah



20.00



Jama’ah Sholat Isya



20.30



Musyawarah Pelajaran Muhadhoroh



23.00



Cocogan Pelajaran



24.00



Istirahat



 

JUARA I LOMBA PIDATO BAHASA ARAB SE WILAYAH III CIREBON

Cirebon, Pusat Budaya dan Bahasa IAIN Syekh Nurjati Cirebon menyelenggarakan Lomba Kreatifitas Pelajar dan Mahasiswa se-Wilayah III Cirebon pada tanggal 25-30 November 2013. Dalam acara tersebut panitia mengadakan beberapa jenis lomba seperti MTQ, MHQ, MSQ, Debat B. Arab, Debat B. Inggris, Piadato B. Arab. Pidato B. Inggris dan lain-lain.

Sirojudin Ahmad yang merupakn perwakilan dari MTM Pon Pes  Kempek, putra dari Bapak Ahmad Rochimin berhasil meraih juara I lomba pidato Bahasa Arab yang dilaksanakan pada tanggal 25 November 2013 brtempat di Auditorium 1 Pasaca Srajana IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Ust. Ahmad Nahdli Bin Ja’far Putra Pengasuh MTM Pon Pes Kempek beliau mengatakan ada salah satu Juri dari dosen Jurusan Tadris B. Arab yang berkomentar penampilan Sirojudin Ahmad dalam hal intonasi penyampaian mirip dengan Mudir Ma’had Al-Ghadier KH. Musthofa Aqiel Siroj.

Keberhasilan ini merupakan peran dari program yang diadakan di Pondok Pesantren Kempek  yang rutin dilakukan di setiap malam jum’at setelah marhabanan yang mengagendakan setiap kamar bergelir menampilkan anggota kamarnya belajar menjadi Pembawa acara, Pembaca Ayat Al-Qur’an, Sholawat Nabi dan Khitobah. Dan kemudian dilanjutkan dengn pembacaan amanat pengurus. Dengan adanya pembelajaran tersebut santri akan terlatih dan terbiasa berbicara didepan umum dan memiliki mental yang kuat.

Kemenangan ini juga merupakan tolak ukur bahwa Pon Pes Kempek tidak hanya bisa mengaji dengan khas lagu Kempeknya, memahami Nahwu, Shorof dan Fiqih saja tetapi mampu berhasa Arab bahakan berbahasa Inggris. mungkin sudah saatnya Pon Pes Kempek sedikit demi sedikit memprogramkan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris sebagai bahasa sehari-hari dan tentu tidak untuk melupakn Bahasa Jawa  Kromo yang merupakan ciri Bahasa kesantunan.

Kita sebagai santri dan pelajar jadikanlah ini acuan kita agar lebih termotivasi agar terus dan terus menimba ilmu sebanyak-banyaknya , karena memang sudah menjadi kebutuhan kita dengan adanya tuntutan  jaman era modern kita harus pandai bisa menyikapi dengan keseimbnag ilmu.

MTM Pon Pes Kempek  juga telah bebrapa kali memenangi berbagai jenis perlombaan  seperti tahun-tahun sebelumnya MTM Pon Pes Kempek Mampu menjuari bebagai jenis perlombaan seperti langganan menjadi Juara I Musabaqoh Qiro’atul Qutub di IAIN Syekh Nurjati, Juara I & II Marhalah Ula Nahwu Putra ,  Juara I & II Marhalah Wustha Nahwu Putra pada Mufakat IV Kab. Cirebon dan Jura III pada Musabaqoh Fahmil Kutubi di bidang Tarih  pada Mufakat IV Tingkat Provinsi Jawa Barat di Ciamis dan lain sebagainya.
*Liputan: Sururi Zulfa