Category Archives: Humor

KIAMAT BAINAL SUGRO WAL KUBRO

Cerita ini diangkat dari kisah nyata. Cocogan kitab (membaca kitab dengan disimak teman) merupakan tradisi yang masih eksis khususnya di daerah pesantren, kegiatan ini bisanya dilakukan ba’da musyawarah (pembahasan pelajaran ngaji  dengan system diskusi) yang bertepatan pukul  22.30 WIB.

Di salah satu asrama tardengar begitu ramai para santri cocogan kitab, kebetulan kali ini ketua asrama langsung yang menyimak, kegiatan ini nampaknya sudah berlangsung cukup lama, biasanya bagi anak yang tidak bisa –mungkin karena malas belajar- akan dikasih sangsi langsung dari ketua asrama. Dan nyata saja kali ini ada empat anak yang tidak bisa, ke empat anak ini memang sudah langganan, kontan saja hal ini membuat ketua asrama naik pitam, tanpa basa- basi  “ hukuman kalian sekarang nyebokin kucing !”, tegas ketua asrama. Spontan ke empat anak langsung berpencar mencari kucing.

Singkat cerita masing-masing dari mereka berhasil mendapatkan satu kucing walau gelapnya malam cukup menyulitkan, tampak empat kucing itu gemuk-gemuk dan kuku serta taringnya  tampak panjang-panjang yang menandakan kucing pemburu liar, entah dengan cara apa anak-anak itu tangkap, tapi tampak dari raut wajah mereka  yang begitu kelelahan. Sebelum kucing2 itu diceboki terlebih dahulu diperlihatkan kepada ketua asrama. Di asrama yang agak luas terdapat para santri sedang beristirahat, tak disangka ke empat kucing lepas begitu saja, dan melakukan pertarungan yang sengit, sehinngga kiamat sugro bainal kubropun tak bisa dihindari, semua santri panik, sampe-sampe ada yang naik diatas lemari, ada yang lari tunggang langgang dan ada hanya berputar-putar sambil menjeri-jerit kepanikan. Ditengah-tengah kacau bulau pemicu galau ketua asrama berteriak, “kalau ke empat kucing itu tertangkap akan kami panggang buat mayoran anak-anak se-asrama !

oleh: M. Abror

 

Belajar Mengaji

Saat mengaji kitab nahwu “Qathrunnada wa Ballusshoda” di Masjid Al-Munawwarah Pesantren Ciganjur, Gus Dur bercerita tentang seorang santri yang sedang belajar mengaji Al-Qur’an. Kali ini ia sedang belajar surat Al-Qurais.

Pak Ustadz menyuruhnya membaca. “Ayo dimulai nak…!”

Santri mulai membaca. “Bismillahirrahmanirrahim. Liilafiquraisyin iila fihim rihlatas syitaa’i wasshoifi.”

Pak Ustadz spontan menyurus santri menghentikan bacaannya. “Wasshoifffff,” katanya.

“Wasshoifi,” kata satri.

“Wasshoifff, kalau waqof dimatikan. Wasshoifff,” kata ustadz.

Santri tetap tidak paham. “Wasshoifi”. Masih ada ada bunyi “fi” di belakang.

Akhirnya pak ustadz tidak sabar. Saat santri membaca “Wasshoif,” ia langsung menutup mulut santri dengan tangan kananannya. “Nah begitu, wasshoiff,” katanya.

Tapi, kata Gus Dur, ketika mulut santri itu dilepaskan, tetap saja masih ada bunyi “fi”. (Anam)

Apa Alasan Gus Dur Ziarah Kubur?

KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) adalah seorang tokoh yang sering melakukan ziarah kubur. Banyak makam di pelosok-pelosok kampung yang pernah diziarahinya.

Ketika ditanya apa alasan Gus Dur sering berziarah ke makam-makam?

“Karena orang mati tidak memiliki kepentingan,” jawab Gus Dur. (Qomarul Adib)