Sepucuk Surat Untuk Ibu (2)

0
161
Ilustrasi surat untuk ibu (Foto: Google)

Surat Zaed untuk Ibunya.

Bu, bagaimana kabarnya? Maaf Zaed jarang kirim kabar ke Ibu. Tapi alhamdulillah, Zaed sekarang sudah mulai biasa di sini. Juga sudah jarang dihukum. Ya, cuma sekali-dua kali saja. Bu, tapi rasanya masih ada yang janggal, Bu.

Hmm, Bu, sebenernya kejanggalan di hati Zaed itu, mondok itu buat apa sih? Kalau cuma makan, tidur, sekolah, hafalan, terus ngerepotin Bapak saja, mending Zaed kerja saja bantuin Bapak. Bapak sudah berumur. Apalagi waktu Zaed berangkat ke pondok, Bapak sering sakit-sakitan. Tapi meskipun sakit, Bapak tetap saja bekerja. Gak kaya Zaed yang sedikit-sedikit mengeluh. Zaed gak tega Bu, sama Bapak. Kasihan Bapak.

Bu, kemarin Zaed nangis berat. Soalnya kejanggalan di hati Zaed semakin membesar. Ibarat orang buta yang berjalan di tengah kegelapan. Hari ini Zaed menangis lagi, Bu. Bukan karena kegelapan tersebut. Tapi karena ada setitik cahaya yang mampu menyinari kegelapan dan membuat semuanya menjadi lebih jelas.

Tadi, seusai salat jamaah, Bapak Yai dawuh banyak hal. Seolah-olah ditujukan buat Zaed. Jawaban atas semua kejanggalan-kejanggalan Zaed.

Zaed sekarang paham maksud Ibu dan Bapak ngirim Zaed ke pesantren. Mungkin mondok terlihat begitu sepele, tapi faedah dibalik semua itu begitu besar. Begitu luar biasa.

Pesantren itu tempat pelatihan, tempat pembelajaran. Belajar menjadi pribadi yang bertakwa, berakhlak, pribadi yang kelak menjadi contoh ketika hidup di masyarakat. Faedahnya banyak, Bu! Diajari tentang pentingnya ilmu agama, belajar bersosialisasi dan masih banyak yang gak bisa Zaed sebutin satu persatu.

Di dalam pesantren, kata Mbah Yai, juga termasuk ibadah, membantu orang tua, menegakkan agama, juga berperang melawan kebodohan. Sungguh bodohnya Zaed pernah menolak belajar di pesantren. Zaed sekarang paham. Zaed mengerti. Zaed bersyukur bisa mendapatkan kesempatan belajar di sini, Bu. Apalagi tidak ada yang tahu kapan detak jantung akan berhenti.

Maaf ya, Bu. Terimakasih. Mulai sekarang Zaed akan rajin belajar dan bersungguh-sungguh. Salam…

 

(KHASMedia/Didi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here