Untuk Buya Ja’far Shodiq Aqiel

  aku saat ini, seperti sembunyi di balik tilam aku sesak kalam yang terpendam begitu dalam terlalu dalam dan meram dalam diam aku karam dalam kenangan, harapan dan...

Untuk Buya

  Oleh: Hamied BJ Alfiyyah yg sakral . Al-Qur'an yg agung nan mulia . Jama'ah Sholat Fardlu pembawa kedamaian hati dalam kebersamaan . Demikian selalu Buya ajarkan, nguruki, menuntun,...

Buya, kami rindu

  Oleh : Siroj Achmed Aku masih sangat hafal subuh itu… Kala engkau bershalawat, khusyu’ Aku malah tarik guling lanjutkan tidurku Diiringi lantunan zikirmu yang merdu Aku masih sangat ingat...

Tangisan Gembala Tuhan

  Tuhan Saat kelam melabu diri yang lemah ini Menusuk-nusuk iman yang dulu tentram didalam lautan jasad Meninabobokan angan yang terkumpul dalam barisan-barisan bait positif Hanya Engkau satu-satunya harapan...

Ibu, engkau perempuan berhati suci

  Ibu... Aku bersaksi dan siap menjadi saksi... Engkau perempuan berhati suci jelmaan bidadari surga. Penyayang, penyabar nan tegar. Pengabdianmu terhadap suami tak ada yg...

Buya selalu menguatkan ku

Puisi Aqielah BJ Setiap engkau terbaring di rumah sakit, sesak rasa dada ini, lemas sekujur badan tak terelakkan. Tetapi senyummu, semangatmu yg kau pancarkan itu,...

Kempek

Puisi Sobih Adnan   Purnama telah tumpah, Menjadi sebaris kaligrafi keramat, di hatiku. Malam itu. Siangnya, aku menghadapmu lagi, mengaji kembali. Pantas saja, Kangkung, ilalang, semanggen sekalipun, mereka akan berdzikir, jika...

Belajar Mengaji

Saat mengaji kitab nahwu "Qathrunnada wa Ballusshoda" di Masjid Al-Munawwarah Pesantren Ciganjur, Gus Dur bercerita tentang seorang santri yang sedang belajar mengaji Al-Qur'an. Kali...