Keteladanan Dari Nyai Hj Jazilah Yusuf yang Rajin Bersedekah

0
419
Nyai Hj Jazilah Yusuf pengasuh Pondok Pesantren Putri Al-Munawwiroh Kempek Cirebon.

KHASKEMPEK.COM – Sedekah merupakan amalan keseharian dari Nyai yang sudah sepuh ini. Dimana, dengan kegiatan bersedekah membuat beliau banyak dicintai, dikagumi dan dihormati oleh santri dan  alumni Pesantren Kempek serta masyarakat sekitar.

Ya, beliau adalah Nyai Hj Jazilah Yusuf, Pengasuh Pondok Pesantren Putri Al-Munawwiroh Kempek, Cirebon. Beliau merupakan putri tunggal dari Kiai Yusuf Harun dengan Nyai Hj Hindun Munawwir. Dari jalur ayah, beliau merupakan cucu dari Mbah Yai Harun Kempek, sedangkan dari jalur ibu, beliau adalah cucu dari Mbah Yai Muhammad Munawwir Krapyak, Yogyakarta.

Bude (panggilan akrab beliau) adalah salah satu cucu Mbah Yai Munawwir yang paling sepuh dan masih hidup sampai sekarang. Beliau juga merupakan pewaris dan penerus ibundanya dalam mengajarkan Al-Qur’an kepada santri-santri putri di Pesantren Kempek yang bersumber langsung dari Pesantren Krapyak.

Beliau dilahirkan pada hari Jum’at Kliwon, sekitar tahun 1941. Ketika kakeknya, Kiai Munawwir wafat ba’da Jum’at tanggal 11 Jumadil Akhir tahun 1942 M, beliau masih sangat kecil dan baru bisa merangkak. Pada saat itu beliau sedang bermain uang logam yang diputar-putarkan diatas lantai oleh ibundanya, kemudian Kiai Munawwir menghembuskan nafas terakhir.

Nyai Jazilah bersedekah kepada siapa saja, dari mulai saudara sampai anak yatim. Bahkan tukang becak yang beliau temui dijalan pun, tidak luput diberi sedekah. Sampai ada orang yang mengatakan, seandainya ada orang yang meminta kulitnya pun, pasti beliau akan memberikannya, saking senangnya beliau bisa membantu orang lain.

Kiai Umar Sholeh pernah dawuh kepada beliau, untuk rajin dan senang bersedekah, karena sedekah dapat menolak mara bahaya dan menjadikan panjang umur. Itulah yang memotivasi beliau sehingga dari dulu sampai sekarang, beliau selalu gemar bersedekah. Kiai Umar juga menekankan kepada beliau agar bersedekah langsung lewat tangan beliau sendiri.

Beliau sering berpesan kepada setiap orang, baik santri, alumni, orang tua santri dan masyarakat yang beliau temui, agar suka bersedekah. Terutama ketika punya hajat, sedang sakit atau hendak bepergian. Maka bersedekahlah, supaya hajatnya terkabul, cepat sembuh dari sakit dan akan selamat dalam perjalanan.

Semangat sedekahnya tidak diragukan lagi, meskipun usianya yang sudah tidak muda lagi dan fisik yang sudah tidak sekuat dulu lagi tetapi beliau selalu istiqomah mengajarkan kepada kita semua akan penting dan istimewahnya bersedekah. Tanpa rasa bosan, beliau tunjukkan suri tauladan yang baik kepada kita semua.

Pada waktu do’a khotmil Qur’an di Pondok Pesantren Putri Al-Munawwiroh, Bude dawuh kepada santri-santrinya yang khatam Al-Qur’an, “Dideres Qur’ane, aja ilok moyoki wong, mekonon uga ciptaane gusti Alloh, zaman sekien mah serba hukum negara sing bertindak, moyokie sepira bisa bae dipenjara. Dadi wong iku sing nurut ning pangeran lan Rasul tur pemimpin kang adil.”

Sebagai informasi, untuk khataman Al-Qur’an dan Juz ‘Amma di Ponpes Al-Munawwiroh tahun sekarang, akan digelar pada hari Ahad pagi, pukul 08.00 WIK (Waktu Indonesia Kempek) tanggal 17 Rajab 1440 Hijriyah, bertepatan dengan tanggal 24 Maret 2019 Masehi. Bude dawuh, “Untuk sekarang dan seterusnya khataman akan dilaksanakan pagi hari.”

Semoga Allah SWT memberikan beliau umur yang panjang dan kesehatan dalam menuntun kita semua yang merupakan santri-santri beliau. Dan semoga pembaca semua bisa mengamalkan apa yang telah diajarkan oleh beliau, sehingga kita bisa menjadi ahli sedekah seperti beliau. Amin… (Khas Media)

Baca juga: Mengenang Nyai Hindun, Putri Kiai Munawwir Krapyak yang Wafat di Makkah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here