Sosok Buya Ja’far di Tengah Munas dan Konbes NU 2012

In memorian 1.4.14 (bagian 2)

0
286

KHASKEMPEK.COM – Dalam agenda rutin PBNU, ada perhelatan besar kedua setelah muktamar, yakni Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama, yang populer dengan sebutan Munas dan Konbes NU.

Pada tahun 2012, Pondok Pesantren MTM Khas Kempek Kabupaten Cirebon pernah menjadi tuan rumah penyelenggaraan hajatan kaum sarungan itu, dan setelahnya secara berurutan Munas di NTB (2017), Banjar Jawa Barat (2019) dan sekarang (2020) akan bertempat di Ponpes. Sarang Rembang.

Sudah delapan tahun berlalu, tapi ingatan penulis rasanya baru kemarin hiruk pikuk acara agung PBNU di Ponpes. Kempek itu. Penulis terlibat sebagai Sekretaris Panlok mendampingi KH. Ahmad Zaeni Dahlan yang didaulat sebagai Ketua Panitia Lokal, tentunya seluruh Masyayikh serta santri terlibat didalamnya. Kepanitiaan dibentuk menjadi 4 tingkatan dengan domainnya masing2, panitia pusat (PBNU), wilayah (PW), kabupaten (PC) dan lokal tuan rumah.

Penyelenggaraan Munas dan Konbes di tempat kelahiran Ketua Umum PBNU ini terbilang paling sukses selama sejarah Munas Nahdlatul Ulama. Paling tidak ini diungkapkan oleh tokoh yang terlibat didalamnya, diakui oleh struktur NU dan diamini oleh warga nahdliyyien yang hadir pada waktu itu.

Dan salah satu sosok yang dikagumi dibalik kesuksesan itu tidak lain adalah Pengasuh Pesantren MTM Khas Kempek, guru kita almaghfurlah Buya Ja’far Shodiq Aqiel Siroj.

Berikut adalah kesaksian orang yang terlibat dalam Munas 2012, berkomunikasi dan bersentuhan langsung dengan Buya Ja’far.

Hal ini ditulis setelah Buya Ja’far telah meninggalkan kita pada lima tahun silam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here