Karakter Luhur Kepemimpinan Buya Ja’far Aqiel Siroj

In Memorian 1.4.14 (Bagian 1)

1
573



1. Konsisten

Buya merupakan sosok konsisten tetap berpegang teguh dalam ucapan, perbuatan, dan sikap atas keputusan (pilihan) yang telah diambil, tentunya dengan pertimbangan yang komprehensif dan mendalam untuk mengedepankan kemashlahatan masyarakat ditinjau dalam berbagai aspek.

2. Pengayom

Dalam kapasitasnya sebagai ulama, kiai, pimpinan pesantren, ketua organisasi dan sebagai keluarga, Buya adalah orang yang eksis untuk silaturrahim dan memenuhi setiap undangan dalam situasi apapun sebagai bentuk tanggungjawab kapasitas beliau, khususnya kegiatan di lingkungan Kementerian Agama Kab. Cirebon bahkan dalam keterbatan kondisi kesehatannya.

3. Semangat

Tiada lekang dalam ruang dan waktu hingga akhir hayat, semangat membangun dan mengembangkan pesantren. Semangat perjuangan beliau, guna menjadikan pesantren sebagai wadah pendidikan garda terdepan pendidikan yang mampu mencetak generasi berakhlakul karimah dan menguasai beragam ilmu terapan,

tak pernah padam dan semoga selalu menyala menggelora abadi hingga batas kefanaan”.

Semoga Pesantren Khas tetap berkembang pesat meski Buya telah tiada. Itulah sekelumit kesan khusus dari kami terhadap Buya, setetes dari bejana keluhuran pribadi yang senantiasa istiqomah di masa hidupnya.

Dr. H. Yayat Hidayat, M. Ag menulis bahwa Buya Ja’far adalah:

“Ulama kharismatik dan familier. Beliau adalah tokoh visioner dan progresif dalam perjuangan keumatan”.

Langkah reformatif yang dilakukannya, terlihat dari upaya mendekatkan MUI Kab. Cirebon yang dipimpinnya dengan instrumen-instrumen penting keislaman dan lembaga formal kenegaraan ditingkat Kabupaten Cirebon.

Buya selalu sharing dan berdiskusi dalam membahas persoalan keumatan, baik menyangkut pendidikan keagamaan, masalah sosial, sampai kepada problematika politik. Hasilnya tentu nampak di permukaan, terutama program yang direalisasikan di Kabupaten Cirebon.

Jika harus berbicara dan terlibat ke dalam politik, bagi beliau, hal tersebut merupakan bagian penting dan strategis ketika orientasinya untuk kemaslahatan umat. Risiko, tantangan dan rintangan, konsistensi dan ketulusan hati akan menjadi motivasi penting dalam meraih nilai yang berharga.

Buya selalu berlari mendaki gunung meski beliau sadar bahwa itu tidak lebih berisiko dari pada berlari turun gunung. Ketika hal itu dilakukan dengan konsisten dan ikhlas, Insya Allah kemudahan akan didapat.

Selamat jalan Buya Ja’far…….Doa kami, Allah akan menempatkannya bersama para Nabi dan Rasul-Nya. Aamien.

Semoga kita bisa mengambil hikmah dan meneladani apa yang telah ditunaikan oleh beliau.

Kagem Buya Alfaatihah…

Memperingati Haul ke- 6 Buya H. Ja’far S. Aqiel Siroj, Ahad, 01 Jum. Akhir 1441 H.
(KHASMedia)

*Disarikan dari sumber :

1. Drs. H. Shofiyuddin, S. Ag, M. Pd (Kasi PenMad Kemenag Kab. Cirebon) Sumber, 02 Mei 2014.

2. Drs. H. Masykur M. Pd (Almaghfurlah) (Kepala Kantor Kemenag Kab. Cirebon) Sumber, 29 April 2014.

3. Dr. H. Yayat Hidayat, M. Ag (Kepala Kemenag Kab. Indramayu/ Mantan Sekum MUI Kab. Cirebon) Indramayu, 01 Mei 2014.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here