KEMPEK – Dalam setiap kesempatan terutama sebelum acara pengajian atau marhabanan, santri-santri di pesantren ini selalu melantunkan syair “Qoro’na Fid Dhuha” yang dipimpin langsung oleh KH M. Musthofa Aqiel Siroj (Pengasuh Pondok Pesantren KHAS Kempek). Ya, beliau sendiri yang mengawali untuk pertama kalinya dan memperkenalkan syair ini di pesantren beliau, sehingga banyak dipakai oleh para santri dan masyarakat untuk bersholawatan.

Kalau kita membaca sejarah, syair ini diciptakan oleh sahabat Nabi Muhammad SAW yang bernama Hassan Ibn Tsabit. Beliau adalah salah satu penyair Islam yang sangat terkenal pada masanya. Beliau dilahirkan di kota Madinah tahun 563 M. Nama lengkap beliau adalah Hassan Ibn Tsabit Ibn al-Mundzir al-Khazraji al-Anshari.

Rasulullah mengangkat Hasan Ibn Tsabit secara resmi sebagai penyair islam. Beliau sangat bangga kepada Hasan bin Tsabit karena syair-syair yang diciptakannya mampu menangkis hinaan dan celaan orang-orang Quraisy. Ketika orang-orang Quraisy melantunkan syair yang bernada penghinaan kepada Rasulullah maka Hasan Ibn Tsabit tampil membuat syair balasan. Bagaikan tombak yang merobek jantung, syair Hasan Ibn Tsabit membuat orang-orang Quraisy terdiam membisu karena tak sanggup membuat syair tandingannya.

Diceritakan pada saat itu Nabi Muhammad SAW sedang bersedih. Kemudian beliau meminta Hassan Ibn Tsabit untuk menghibur dengan membacakan sebuah syair yang berbunyi:

قَرَأْنَا فِي الضُّحَى وَلَسَوْفَ يُعْطِيْك     #     فَسَــــرَّ قُـــلُوْبـَـنَا ذَاكَ العـَـطَاءُ

وَأحْــسَنُ مِنْكَ لـَمْ تـَرَ قـطُّ عَـيْنِي      #      وَأجْـمَلُ مِـنْكَ لَـمْ تَلِدِ النِّسَـــاءُ

حَاشَـــاكَ يَا رَسُــــوْلَ اللهِ تـَــرْضَى   #     وَفِـــــيْنَا مَـنْ يُعَــذَّبُ أوْ يُسَــاءُ

خُــــــلِقْتَ مُـــبَرَّءًا مِــنْ كُلِّ عَيْبٍ    #     كَأنَّــكَ قَدْ خُلِـقْتَ كَــمَا تَشَـــاءُ

نـَـــــِبيٌّ هـَـــاشِــمِيٌّ أبـْـطَاحِيٌّ       #     شَـــمَائِلُهُ السَّـــمَاحَةُ وَالـْـوَفَاءُ

Artinya:

Kami telah membaca dalam Surat Ad-Dluha firman Allah “Walasawfa Yu’thika….”; maka karunia besar itu membuat hati kami  menjadi sangat senang.

Mataku benar-benar tidak pernah melihat orang sebaik dirimu, dan tidak pernah ada seorang perempuan-pun yang melahirkan orang seperti dirimu.

Wahai Rasulullah… engkau pastilah tidak akan rela jika di antara kami ini ada yang disiksa atau dihinakan.

Engkau (wahai Rasulullah) diciptakan dalam keadaan suci dari segala aib, seakan engkau diciptakan sesuai keinginan dirimu sendiri.

Engkau adalah seorang Nabi, dari Bani Hasyim, berasal dari Abtah, yang sifat-sifatnya sangat pemurah dan pemaaf serta menepati janji.

 

Karena syair tersebut sangat bagus, yang berisi pujian-pujian kepada Nabi Muhammad SAW maka syair itu terus dilantunkan oleh Kang Muh (sapaan akrab beliau) dan diikuti oleh santri-santri beliau dalam setiap majlis yang dihadiri oleh beliau. Seperti yang terekam dalam video dan di upload di YouTube. Wallahu a’lam.

* Dikutip dari berbagai sumber. Link: https://www.youtube.com/watch?v=-iSMS_1dy5o