KH Ahsin Syifa Aqiel, Pribadi yang Sangat Penakut pada Rabb-Nya

0
650

KHASKEMPEK.COM – Bagi santri Pondok Pesantren KHAS Kempek Cirebon, nama Kiai Ahsin Syifa Aqiel bukanlah nama yang asing, walaupun beliau sudah wafat lima tahun silam. Beliau adalah putra keempat dari lima bersaudara, pasangan suami istri KH Aqiel Siroj dan Nyai Hj Afifah Harun.

Keseharian beliau lebih banyak disibukkan dengan mengelola pesantren, yakni mengajar kitab kuning dan Alquran kepada para santri. Beliau juga terkenal dengan pribadi yang paling dekat dengan santri, sehingga santri yang sudah pulang ke rumah ketika main ke pesantren selalu menyempatkan diri sowan kepada beliau

Di samping itu, beliau juga adalah sosok yang sangat taat atau patuh serta penakut terhadap Rabb-Nya.

Pada tanggal 10 April 2015 (dua hari sebelum wafat) di hari Jumat pagi, beliau menyempatkan menengok jemuran padi miliknya di depan GOR Munas yang jaraknya sekitar 500 dari kediaman beliau dengan berjalan kaki.

Pulang dari GOR sekitar pukul 09.30 WIB, beliau merasakan dadanya sakit. Kemudian sambil menunggu datangnya waktu shalat Jumat, beliau berbaring di kasur. Beberapa saat kemudian istrinya, Nyai Hj Iin Muhsinah, datang untuk menanyakan perihal sakit apa yang sedang dirasakan.

Ketika menjelang waktu shalat Jumat, istrinya menyarankan tidak usah berangkat ke masjid untuk shalat Jumat karena melihat kondisi sakit yang diderita oleh sang suami.

“Wis istirahat bae, Kang Ahsin. Jarene dadane lagi lara. Ora usah melu shalat Jumat,” kata istrinya dalam bahasa Jawa.

(Sudahlah istirahat saja Kang Ahsin. Katanya tadi dadanya sedang sakit. Tidak usah ikut shalat Jumat).

Akan tetapi Kiai Ahsin malah bersikeras untuk tetap berangkat shalat Jumat di Masjid Jami’ Kempek yang jaraknya sekitar 500 meter ke arah barat dari kediamannya.

“Isin ah ning Pangeran, niliki pari ning GOR bisa masa iya shalat Jumat bli bisa” (Malu dong pada Tuhan/Allah, menengok padi di GOR bisa mengapa shalat Jumat tidak bisa).

Akhirnya, sang istri tidak bisa mencegah keinginan sang suami yang bersikeras untuk tetap shalat Jumat, karena Kiai Ahsin merasa malu kalau untuk urusan dunia yakni menengok padi di GOR saja bisa, mengapa untuk urusan akhirat malah ditinggalkan.

Ternyata sakit beliau semakin bertambah parah, pucaknya ketika hari Ahad, 23 Jumadil Akhir 1436 atay 12 April 2015, sebelum masuk waktu Subuh, beliau menghembuskan nafas terakhir dengan tenang.

Untuk Kiai Ahsin Syifa ‘Aqiel Alfatihah… (KHASMedia)

*Ditulis oleh Abdul Majid, santri dan khodam Almarhum Kiai Ahsin Syifa Aqiel.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here