Untaian Syair Kiai Amin Siroj untuk Kakanda Kiai Aqiel Siroj

0
748

KHASKEMPEK.COM – KH Amin Siroj adalah adik dari KH Aqiel Siroj. Beliau merupakan putra bungsu KH Siroj Gedongan. Beliau juga seorang kiai yang kharismatik dan ahli menggubah syair dalam bahasa Arab secara spontan.

Inilah salah satu untaian syair yang menggunakan bahar rojaz karangan Al-Maghfurlah KH Amin Siroj yang dipersembahhkan untuk kakandanya, yaitu KH Aqiel Siroj.


يا ربنا لشيـخنا المرحـــوم # خمسة اولاد سوى المكتوم
هم جعفرالصادق ذوالدوام # ثم سعــيد سـاعـــد الانــــام
ومصطفى محــمد الكــلام # احســـن لهم بنـعم الختــــام

Tuhanku, guruku, KH Aqiel Siroj, yang mulia memiliki lima putra selain yang sudah meninggal.

Kelima putra itu yang pertama bernama Ja’far As-Shodiq yang memiliki istri bernama Daimah. Kemudian Sa’id sebagai manusia yang bahagia.

Putra yang ketiga adalah Musthofa yang dipuji ucapannya. Dan yang keempat Ahsin, kemudian Ni’amillah sebagai putra yang terakhir.


Kiai Aqiel Siroj tidak hanya mengajari santri-santrinya, tetapi beliau juga mengajari adik-adiknya termasuk Kiai Amin Siroj. Seperti halnya Kiai Ahmad Afifi Ali pernah mengajari adik kandungnya yaitu Kiai Mahrus Ali. Ini merupakan tradisi pondok pesantren, khususnya di Gedongan. Selain itu, Kiai Amin Siroj pernah mesantren di pesantren Kempek dan Kiai Aqil Siroj menjadi menantu kiai di sana. Sehingga beliau menganggap Kiai Aqiel Siroj sebagai gurunya.

Sebenarnya, Almarhum Kiai Aqiel Siroj memiliki putra sebelas, namun yang hidup sampai dewasa cuma lima. Buya KH Ja’far Shodiq Aqiel merupakan putra pertama Kiai Aqiel, yang wafat pada tanggal 1 April 2014. Beliau adalah sosok yang tegas dan disiplin. Bukan hanya para santri yang dikader, tetapi juga adik-adiknya. Beliau memiliki istri bernama Nyai Hj Daimah Nashir.

Kemudian yang kedua adalah Prof. Dr. KH Said Aqiel Siroj, MA. Beliau sebagai manusia yang bahagia karena dikaruniai banyak keistimewaan diantaranya kecerdasan yang luar biasa. Sekali membaca bisa langsung hafal. Maka tak heran jika Gus Dur pernah menyebutnya sebagai referensi berjalan hingga mengantarkannya menjadi Ketua Umum PBNU.

KH Muhammad Musthofa Aqiel merupakan sosok kiai muballigh yang hebat. Menantu Almarhum Mbah Maimoen Zubair ini, selain lisannya fasih, ceramah-ceramahnya pun sangat mencengangkan. Baik di kalangan awam maupun dikalangan elit. Saat ini beliau menjadi Ketua Umum Majlis Dzikir Hubbul Wathon.

Selanjutnya putra yang keempat yaitu Almarhum KH Ahsin Syifa Aqiel. Wafat pada tanggal 12 April 2015. Beliau satu-satunya putra Kiai Aqiel yang tidak dipesantrenkan. Karena terkendala fisik. Seluruh hidupnya hanya mengaji pada ayahandanya. Namun keilmuanya tidak tertinggal dengan saudara-saudara lainnya.

Kemudian yang terahir adalah KH Ni’amillah Aqiel, M.PdI. Selain suaranya yang fasih dan merdu, pemikirannya sangat kritis dan beliau adalah alumni Universitas Al-Azhar Mesir. Kiai Ni’am pernah berpesan, “Perajarilah bahasa asing, kuasailah bahasa Indonesia, dan pakailah bahasa sendiri.” Beliau juga dawuh, “Jadilah intelektual yang berpendidikan pesantren dan jadilah intelektual yang mumpuni.”

Semoga kita semua bisa mengamalkan laku lampah beliau-beliau semua. Untuk Almarhumin Kiai Aqiel Siroj, Kiai Amin Siroj, Kiai Ja’far Aqiel dan Kiai Ahsin Aqiel. Lahum Al-Fatihah…(KHASMedia)

*Tulisan ini pernah diposting di akun facebook Pesantren Gedongan dan Teras Kiai Said.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here