STIKES KHAS Kempek; Antara Tantangan dan Perkembangan

0
314

KHASKEMPEK.COM – Pada hari Rabu, bertepatan pada bulan Ramadhan, tanggal 22 Mei 2019, oleh Bapak Prof. H. Mohamad Nasir, Ak., M.Si., Ph.D, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi pada Kabinet Kerja 2014 – 2019, bertempat di halaman utama Ponpes KHAS Kempek, bersamaan dengan acara peringatan Nuzulul Qur’an dan doa khataman kitab ‘pengajian pasaran’, serta pelepasan siswa kelas IX MTs dan SMP KHAS dan kelas XII MA KHAS Kempek, Bapak Menteri meresmikan pendirian STIKES KHAS Kempek, sebuah lembaga pendidikan tinggi kesehatan yang berdiri dibawah naungan Yayasan KHAS Kempek.

Kenapa Kesehatan?

Berdirinya STIKES KHAS Kempek merupakan terobosan sekaligus tantangan bagi dunia pesantren. Mewabahnya virus corona atau covid-19 yang semakin meluas secara global dan telah memakan korban jiwa ribuan orang serta memberi dampak yang sangat luas, seperti ekonomi, pendidikan, sosial, perdagangan bahkan politik, membuktikan kepada kita, betapa ilmu kesahatan sangat penting untuk kita kuasai. Dan jika kita melihat sejarah, sesunguhnya dunia Islam pernah menjadi pelopor utama dalam perkembangan ilmu kesehatan dunia.

Tercatat, nama-nama besar ilmuan, seperti Ar-Razi, pakar ilmu anatomi. Nama lengkapnya Abu Bakar Muhammad bin Zakariyya Ar-Razi. Di dunia barat, ia dikenal dengan sebutan Razhes. Ar-Razi memberikan informasi para peneliti tentang small-pox (penyakit cacar). Ia menuliskannya dalam Kitab Al-Judari wa Al-Hasbah (cacar dan campak). Kitab ini kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh J. Ruska dengan judul Ar-Razi’s Buch: Geheimnis de Gehemnisse.

Kemudian Ibnu An-Nafis, pakar sirkulasi pernafasan. Nama lengkapnya Al-Din Abu Al-Hasan Ali Ibn Abi Al-Hazm Al-Qarshi Al-Dimashqi. Ibnu An-Nafis selain sebagai dokter, juga dikenal sebagai pakar hukum Islam bermazhab Syafi’i. Ia adalah dokter pertama yang mampu menerangkan secara tepat tentang paru-paru dan memberikan gambaran mengenai saluran pernapasan, juga interaksi antara saluran udara dengan darah dalam tubuh manusia.

Dalam studinya, Ibnu An-Nafis menggunakan beberapa metode, yaitu observasi, survei, dan percobaan. Ia mempelajari ilmu kedokteran melalui pengamatan terhadap sejumlah gejala dan unsur yang mempengaruhi tubuh.
Selanjutnya Abu Zayd Ahmad Ibnu Sahl Al-Balkhi (lahir di Persia, tahun 850). Ia merupakan ilmuwan yang pertama kali mengenalkan konsep kesehatan mental (At-Tibb Ar-Ruhani). Dalam kitab “Masalih Al-Abdan wa An-Anfus”, Al-Balkhi menghubungkan peyakit antara tubuh dan jiwa.

Ada juga At-Tabrani, pakar terapi konseling dan psikoterapi. Nama lengkapnya Ali Ibnu Sahl Rabban At-Tabari. Lewat kitab Firdaus Al-Hikmah yang ditulisnya abad ke 9 M, ia mengembangkan psikoterapi untuk menyembuhkan pasien yang mengalami gangguan jiwa.

Selanjutnya Abu Utsman Amr bin Bahr Al-Fuqaymi Al-Bashri, peletak dasar teori revolusi. Ia keturunan Abesinia, berkulit hitam. beliau telah menulis lebih dari 100 judul buku meliputi bidang biologi, botani, zoologi, sosiologi, politik, dan ekonomi.

Nama lain yang tidak kalah popuer adalah Ibnu Rusydi, nama lengkapnya Abu Walid Muhammad Ibnu Ahmad. Ia adalah ahli falsafah, pengobatan, matematik, teologi, ahli fikah mazhab Maliki, astronomi, geografi dan sains. Ibnu Rusydi lahir 1126 di Spanyol dan meninggal di Maroko.

Juga, Ibnu Sina Abu Ali Al-Husein atau dikenal dengan nama Avicenna (hidup antara tahun 986-1037 M.) Ia seorang ilmuwan muslim dan filosof besar pada waktu itu, hingga kepadanya diberikan julukan Syeh Al-Rais. Keistimewaannya antara lain pada masa umur 10 tahun sudah hafal Al-Quran, kemudian pada usia 18 tahun sudah mampu menguasai semua ilmu yang ada pada waktu itu. Bidang keahliannya adalah ilmu Kedokteran, ilmu Fisika, Geologi, Mineralogi, Medicine, Philosophy, Mathematics, Astronomy.

Ini artinya, dunia kesehatan sebenarnya sangat dekat dengan sejarah peradaban agama kita, bukan menjadi bagian, tapi pemeran utama. Maka sudah sangat pas, jika kemudian pondok pesantren, sebagai represantif dari dunai pendidikan Islam mengembangkan ilmu kesehatan. Sehingga, lulusan pesantren tidak hanya mumpuni dalam teks ilmu agama yang berbasisi pada kitab salaf (kitab kining), tapi juga mampu berbicara dan berperan nyata dalam bidang kesehatan di tengah masyarakat. Hal inilah yang sering diutarakan oleh Ketua Yayasan KH. Muhammad Musthofa Aqil Siroj dalam beberapa kesempatan.

Selanjutnya, setelah STIKes KHAS Kempek resmi berdiri, Ketua Yayasan memilih dan mengangkat dr. H. Ahmad Fariz Malvi Zamzam Zein, Sp.PD sebagai Ketua STIKES KHAS. Beliau adalah Ketua IDI Kabupaten Cirebon, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua LKNU dan Sekretaris PP PDNU.

Kemudian Ketua Yayasan menetapkan para wakil untuk mendampingi ketua. Yaitu, Wakil Ketua I Bidang Akademik dan Kurikulum, H. Ni’amillah Aqiel, M.Pd. Wakil Ketua II Bidang Administrasi dan Keuangan, Ahmad Ashif Shofiyullah, M.Hum. dan Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, H. Ahmad Nahdi, M.Pd. Selanjutnya ditetapkan Kaprodi Farmasi dan Gizi. Ketua Kaprodi Farmasi adalah Bapak Dosi Ahmad Yani, S.Si., M.Farm., Apt dan sedangkan Kaprodi Gizi adalah Ibu Yuswati, SKM. MKES.

STIKES KHAS Kempek mengambil dua jurusan, yaitu pogram mata kuliah farmasi dan mata kuliah gizi. Kini kegiatan perkuliahan STIKES KHAS sudah sampai semester dua. Perkuliahan dilaksanakan mulai pukul 10.30 sampai pukul 17.30. Dari jumlah mahasiswa angkatan pertama, sebanyak 72 mahasiswa; Farmasi 38 dan Gizi 34, semuanya adalah santri. Mereka adalah santri aktif yang tinggal dan mengaji di Pondok Pesantren KHAS Kempek.

Kedepan, jika sarana dan prasarana telah siap, seluruh mahasiswa akan di asramakan secara khusus. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan pembinaan dan pengawasan. Nantinya, di asrama akan diisi dengan kegiatan kepesantrenan yang harus diikuti oleh seluruh mahasiswa.

Untuk mendukung kegiatan perkuliahan, akan diterapkan aturan khusus, seperti diperbolehkanya mahasiswa membawa laptop dan handphone guna menunjang tugas kuliah, terutama mengakses informasi – informasi yang tidak didapat di perpustakaan atau ruang kuliah. Tentu saja dengan tetap berpedoman pada tata-tertib dan budaya serta nilai-nilai atau tradisi Pesantren KHAS Kempek.

Selanjutnya, seperti yang disampaikan oleh Ketua Yayasan yang juga Pengasuh Pondok Pesantren KHAS Kempek, KH. Muhammad Musthofa Aqiel Siroj, nantinya gedung dan sarana prasarana STIKES akan berada dalam satu kawasan khusus di wilayah ujung barat, bersama dengan SMK KHAS Kempek. (KHASMedia)

*Mansur Jamhuri, Staf Adm. STIKES KHAS Kempek

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here