Muhamad Shidqi – KHASKEMPEK.COM https://khaskempek.com Pondok Pesantren KHAS Kempek Cirebon Wed, 09 Oct 2019 09:02:40 +0000 id-ID hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.2 https://khaskempek.com/wp-content/uploads/2019/04/cropped-Logo-KHAS-Kempek-Cirebon-2-32x32.jpg Muhamad Shidqi – KHASKEMPEK.COM https://khaskempek.com 32 32 Masa Depan NU Baik-baik Saja https://khaskempek.com/masa-depan-nu-baik-baik-saja/ https://khaskempek.com/masa-depan-nu-baik-baik-saja/#respond Sun, 06 Oct 2019 06:56:29 +0000 https://khaskempek.com/?p=3702 KHASKEMPEK.COM – Adalah 4 orang ini yang membuat saya yakin bahwa NU baik-baik saja. 4 orang ini yang membuat masa depan NU terlihat cerah dan nahdliyin menjadi lebih yakin bahwa NU sebagai produsen ulama salafus sholih masih seperti yang dulu. Gus Baha’ dengan ketradisionalannya, kepolosannya dan pola pikir konservatif-moderatnya membuat beliau diterima semua kalangan, khususnya […]

The post Masa Depan NU Baik-baik Saja appeared first on KHASKEMPEK.COM.

]]>
KHASKEMPEK.COM – Adalah 4 orang ini yang membuat saya yakin bahwa NU baik-baik saja. 4 orang ini yang membuat masa depan NU terlihat cerah dan nahdliyin menjadi lebih yakin bahwa NU sebagai produsen ulama salafus sholih masih seperti yang dulu.

Gus Baha’ dengan ketradisionalannya, kepolosannya dan pola pikir konservatif-moderatnya membuat beliau diterima semua kalangan, khususnya Nahdliyin-santri yang tak ingin terlalu modernis merasa mempunyai panutan di era serba teknologi ini.

Gus Nadir dengan keluwesan dan modernitas berpikirnya, membuat para liberalis dan radikalis berpikir dua kali. Sebab beliau selain sudah profesor, juga ahli dalam bidang kitab kuning.

Gus Miftah, da’i NU yang keren, mampu bergaul dengan kalangan tertentu, di mana ulama masyhur tidak bisa menyentuhnya. Tugasnya sangat berat sebab bersentuhan langsung dengan hal-hal yang dilarang agama. Tentu saja godaannya luar biasa.

Gus Muwafiq, dengan ikon rambut panjangnya sudah bisa dikenali oleh Nahdliyin bahwa beliau pasti punya “kasekten” baik kanuragan maupun kebathinan yang maqomnya sudah di atas maqom manusia pada umumnya.

Tentu kita masih belum mendengar gus-gus muda yang lain yang memiliki keilmuan tinggi namun tak tersorot publik. Contoh Gus Ghofur Maimun, memiliki kecerdasan di atas rata-rata baik kecerdasan intelektual maupun kecerdasan ruhaniyah. Ada Gus Mughis Miftachul Akhyar, Gus Awis Dimyati Romly dan masih banyak lagi.

Ila hadroti Hadrotusyaikh Mbah Hasyim. Alfatihah

(KHASMedia)

Baca juga: 40 Hari Mbah Moen

The post Masa Depan NU Baik-baik Saja appeared first on KHASKEMPEK.COM.

]]>
https://khaskempek.com/masa-depan-nu-baik-baik-saja/feed/ 0
40 Hari Mbah Moen https://khaskempek.com/40-hari-mbah-moen/ https://khaskempek.com/40-hari-mbah-moen/#respond Sun, 15 Sep 2019 13:02:08 +0000 https://khaskempek.com/?p=3398 KHASKEMPEK.COM – Alhamdulillah, saya bisa menghormati dengan hadir di 40 Hari wafatnya Mbah Moen. Ada beberapa dawuh penceramah yang saya rasa penting untuk disampaikan kepada khalayak. Pesan Kiai Chalwani bahwa tradisi tahlilan sampai 7 hari adalah salah satu laku shahabat Nabi, bukan bid’ah atau asimilasi budaya. Gus Ali Mayshuri ngendikan bahwa orang yang sebelum wafatnya […]

The post 40 Hari Mbah Moen appeared first on KHASKEMPEK.COM.

]]>
KHASKEMPEK.COM – Alhamdulillah, saya bisa menghormati dengan hadir di 40 Hari wafatnya Mbah Moen. Ada beberapa dawuh penceramah yang saya rasa penting untuk disampaikan kepada khalayak. Pesan Kiai Chalwani bahwa tradisi tahlilan sampai 7 hari adalah salah satu laku shahabat Nabi, bukan bid’ah atau asimilasi budaya.

Gus Ali Mayshuri ngendikan bahwa orang yang sebelum wafatnya keramat, ketika wafatnya juga keramat dan setelah wafatnya keramat, maka orang itu mempunyai derajat tinggi di sisi Allah SWT. Dan juga jika ada orang yang ketika hidupnya keramat tapi setelah wafatnya bagaikan hilang ditelan bumi, berarti orang itu ahli dalam berdusta.

Habib Luthfi ngendikan para habaib harusnya merasa kehilangan dengan wafatnya orang seperti Mbah Moen, sebab dengan adanya wali-wali songo dan kiai-kiai kampung, mereka mengenalkan masyarakat kepada dzuriyatul rosul dan mengajarkan masyarakat bagaimana cara beradab kepada habaib. Dan Habib Luthfi berpesan janganlah menjadi orang yang menghina orang lain semasa hidupnya tapi memuji setinggi langit ketika orang itu sudah tiada.

Ceramah Habib Luthfi begitu singkat, sebab di matanya saya melihat emosional yang dalam terhadap Mbah Moen. Saya menangkap maksud emosional tersebut; Habib Luthfi “marah” terhadap Mbah Moen karena ditinggalkan tugas yang amat sangat berat, sendirian, menata kehidupan bangsa dan negara. Berbeda saat Mbah Moen masih hidup. (KHASMedia)

Baca juga: Ada yang Kurang

The post 40 Hari Mbah Moen appeared first on KHASKEMPEK.COM.

]]>
https://khaskempek.com/40-hari-mbah-moen/feed/ 0
Ada Yang Kurang https://khaskempek.com/ada-yang-kurang/ https://khaskempek.com/ada-yang-kurang/#respond Wed, 04 Sep 2019 06:57:01 +0000 https://khaskempek.com/?p=3266 KHASKEMPEK,COM – Bukan aku tidak bersyukur menjadi anggota dewan, sebab itu bukanlah tujuan hidup atau cita-cita. Tidak pernah terpikirkan dalam benakku. Semuanya serba mendadak dan alhamdulillah. Namun Mbah Kung lebih paham apa yang aku bisa dan aku mampu. Mbah lebih memahami diriku ketimbang aku memahami diriku sendiri. Sebab Mbah-lah, aku menginjakkan di dunia politik, tanpa […]

The post Ada Yang Kurang appeared first on KHASKEMPEK.COM.

]]>
KHASKEMPEK,COM – Bukan aku tidak bersyukur menjadi anggota dewan, sebab itu bukanlah tujuan hidup atau cita-cita. Tidak pernah terpikirkan dalam benakku. Semuanya serba mendadak dan alhamdulillah.

Namun Mbah Kung lebih paham apa yang aku bisa dan aku mampu. Mbah lebih memahami diriku ketimbang aku memahami diriku sendiri. Sebab Mbah-lah, aku menginjakkan di dunia politik, tanpa tahu apa-apa tentangnya.

Dawuh Mbah yang-harus-enggih-tanpa-tanya untuk maju di kancah politik yang membuat aku di sini. Dan kini aku sendiri. Meskipun aku yakin barokah dan doa Mbah selalu menaungi anak-cucunya.

Bukan aku tidak bersyukur. Sebab menjadi dewan bukanlah pekerjaan mudah. Tapi, hey! Selamat Mas @shidqi.musthofa, kamu berhak bahagia dan senang atas usahamu selama pertarungan Pileg 2019.

Ayolah, bahagia! Jangan biasa saja. Nikmati saja momen ini. Banyak yang berbahagia atas takdirmu menjadi DPRD Provinsi Jateng, maka kamu juga harus bahagia! Mbah ingin kamu bahagia! Mbah melihatmu dari sana!

Tapi ojok lali mas @shidqi.musthofa, jabatan iku iso dadi bencana. Kudu ngati-ati. Cobaane Gusti iku ono sing rupo rekoso ono sing rupo akeh bondho lan kuoso. Sing penting ojok lali karo sing wis ikhlas mbantu lan sing milih kowe @shidqi.musthofa!

Oke. Aku bahagia, tapi ada yang kurang. 🙁

Sumber: Instagram Kang Muhammad Shidqi

Baca juga: Hubungan Mbah Moen Dengan Mbah Imam Mahrus

The post Ada Yang Kurang appeared first on KHASKEMPEK.COM.

]]>
https://khaskempek.com/ada-yang-kurang/feed/ 0
Hubungan Mbah Moen Dengan Mbah Imam Mahrus https://khaskempek.com/hubungan-mbah-moen-dengan-mbah-imam-mahrus/ https://khaskempek.com/hubungan-mbah-moen-dengan-mbah-imam-mahrus/#respond Fri, 16 Aug 2019 11:54:31 +0000 https://khaskempek.com/?p=3135 KHASKEMPEK.COM – Waktu jenazah almaghruflah Mbah Moen disemayamkan di Kantor Daker Mekkah, selain Mbahyai Anwar Manshur, hadir juga keluarga Pondok Lirboyo yang lain, yaitu keluarga besar Mbah Imam Mahrus. Ada Bu Nyai Imam Mahrus, Mas Reza dan keluarganya. Kemarin saya bercerita betapa dekatnya hubungan antara Pondok Pesantren Lirboyo dan Syaikhona Mbah Maimun Zubair. Dan saya […]

The post Hubungan Mbah Moen Dengan Mbah Imam Mahrus appeared first on KHASKEMPEK.COM.

]]>
KHASKEMPEK.COM – Waktu jenazah almaghruflah Mbah Moen disemayamkan di Kantor Daker Mekkah, selain Mbahyai Anwar Manshur, hadir juga keluarga Pondok Lirboyo yang lain, yaitu keluarga besar Mbah Imam Mahrus. Ada Bu Nyai Imam Mahrus, Mas Reza dan keluarganya.

Kemarin saya bercerita betapa dekatnya hubungan antara Pondok Pesantren Lirboyo dan Syaikhona Mbah Maimun Zubair. Dan saya meyakini hadirnya Mbah Anwar Manshur dan keluarga Mbah Imam Mahrus bukan kebetulan.

Jika hubungan ruhaniyah Mbah Moen dg Mbah Anwar Manshur adalah antara kyai (Mbahyai War sbg Pengasuh Lirboyo) dengan santri alumninya (Mbah Moen sbg alumni Lirboyo), maka hubungan Mbah Moen dg keluarga Mbah Imam lebih dalam lagi. Mbah Imam Mahrus dan Mbah Moen adalah masih saudara jauh yang bertemu nasabnya kepada Sunan Gunung Jati.

Mbah Moen dan Mbah Imam juga adalah besan, putra Mbah Moen, Gus Rouf menikah dg putri Mbah Imam, Ning Etna. Hubungan dekat Mbah Moen dan Mbah Imam juga adalah hubungan Kyai dan santri.

Santri pertamanya Mbah Moen adalah Mbah Imam Mahrus, putra dari gurunya Mbah Moen sendiri ketika mondok di Lirboyo; Mbah Mahrus Ali. Sungguh hubungan yang unik. Aku meyakini hadirnya sesepuh keluarga Ponpes Lirboyo di persemayaman Almaghfurlah Mbah Moen adalah bukan suatu kebetulan.

Mas Reza dan keluarga besarnya yang sedang kondisi ihram dan kelelahan di wajahnya, memberikan hormat terakhir kepada Mbah Moen. Bu Nyai Imam pun ikut menemani Bu Nyai Maimun sejak di persemayaman hingga pemakaman di Ma’la dalam kondisi lelah dan terik. Bu Nyai Imam menenangkan Bu Nyai Maimun. Masya Allah.

Matur suwun Gusti Allah, Alhamdulillah ‘alaa kulli haal wa bil khusus sudah menghadirkan keluarga besar Ponpes Lirboyo untuk menemani kami, keluarga Mbah Moen, dalam momen krusial ini dari awal hingga akhir.

Sumber: facebook Kang Muhamad Shidqi

(KHASMedia)

Baca juga: Mbah Moen, Kakekku Idolaku

The post Hubungan Mbah Moen Dengan Mbah Imam Mahrus appeared first on KHASKEMPEK.COM.

]]>
https://khaskempek.com/hubungan-mbah-moen-dengan-mbah-imam-mahrus/feed/ 0
Mbah Moen, Kakekku Idolaku https://khaskempek.com/mbah-moen-kakekku-idolaku/ https://khaskempek.com/mbah-moen-kakekku-idolaku/#respond Thu, 15 Aug 2019 11:43:22 +0000 https://khaskempek.com/?p=3131 KHASKEMPEK.COM – Banyak orang yang mengidolakan tokoh-tokoh idola mereka. Ada yang mengidolakan Gus Mus. Ada yang mengidolakan Cak Nun. Ada yang mengidolakan Habib Rizieq. Ada yang mengidolakan Prabowo, Jokowi, Ahok, Habib Quraish, Habib Syekh dan masih banyak lagi. Dulu aku sempat tergoda untuk mengidolakan salah satu dari mereka. Sebab aku ingin mendapat keberkahan dan ilmu […]

The post Mbah Moen, Kakekku Idolaku appeared first on KHASKEMPEK.COM.

]]>
KHASKEMPEK.COM – Banyak orang yang mengidolakan tokoh-tokoh idola mereka. Ada yang mengidolakan Gus Mus. Ada yang mengidolakan Cak Nun. Ada yang mengidolakan Habib Rizieq. Ada yang mengidolakan Prabowo, Jokowi, Ahok, Habib Quraish, Habib Syekh dan masih banyak lagi.

Dulu aku sempat tergoda untuk mengidolakan salah satu dari mereka. Sebab aku ingin mendapat keberkahan dan ilmu dari mereka yang diceritakan begitu luar biasa oleh pengikutnya.

Semakin lambat laun, aku menjadi semakin sadar bahwa tokoh yang harusnya aku idolakan tidak jauh dari ku. Ia begitu dekat. Begitu bodohnya aku. Tokoh yang harusnya aku idolakan ternyata adalah kakekku sendiri.

Dari kakekku, aku belajar nasionalisme karena kakekku adalah seorang veteran pejuang yang mempertahankan kemerdekaan. Aku belajar keagamaan, karena kakekku adalah seorang ulama. Aku belajar kenegaraan karena kakekku seorang negarawan. Aku belajar kebijaksanaan, karena kakekku seorang sufi. Aku belajar komitmen (istiqamah), karena kakekku seorang mursyid Thariqah. Aku belajar hidup, karena kakekku menghidupkan banyak kehidupan.

Mungkin menokoh-idolakan seseorang yang ternyata dekat dengan kita ini berlaku bagi njenengan. Bisa saja, orang di sekitar njenengan adalah tokoh yang pelajaran dan hikmahnya ternyata luar biasa bagi njenengan.

Semoga Allah merahmati kita dan mendapat kasih sayang Rasul. (KHASMedia)

Sumber: Facebook Kang Muhammad Shidqi

Baca juga: Di Waktu dan Tempat yang Tepat

The post Mbah Moen, Kakekku Idolaku appeared first on KHASKEMPEK.COM.

]]>
https://khaskempek.com/mbah-moen-kakekku-idolaku/feed/ 0
Di Waktu dan Tempat yang Tepat https://khaskempek.com/di-waktu-dan-tempat-yang-tepat/ https://khaskempek.com/di-waktu-dan-tempat-yang-tepat/#respond Wed, 14 Aug 2019 07:43:00 +0000 https://khaskempek.com/?p=2985 KHASKEMPEK.COM – Ketika jenazah Syaikhona akan disemayamkan untuk dishalatkan di Kantor Daerah Kerja Makkah. Saya bingung, sebab ku lihat tidak satupun Masyayikh sepuh yang hadir. Berarti semua akan dilimpahkan ke Paklik Aufal yang masih dalam kondisi sangat shock. Aku berjalan ke sana kemari memastikan setidaknya ada satu Masyayikh sepuh NU. Harus ada, batinku. Hampir saja […]

The post Di Waktu dan Tempat yang Tepat appeared first on KHASKEMPEK.COM.

]]>
KHASKEMPEK.COM – Ketika jenazah Syaikhona akan disemayamkan untuk dishalatkan di Kantor Daerah Kerja Makkah. Saya bingung, sebab ku lihat tidak satupun Masyayikh sepuh yang hadir. Berarti semua akan dilimpahkan ke Paklik Aufal yang masih dalam kondisi sangat shock.

Aku berjalan ke sana kemari memastikan setidaknya ada satu Masyayikh sepuh NU. Harus ada, batinku. Hampir saja aku putus asa karenanya.

Alhamdulillah siMbah Anwar Manshur rawuh! Beliau memonggokan saya untuk menjadi imam shalat jenazah dan tahlil, saya jelas menolak halus. Selain masih ada Gus Said dan Lik Aufal, Mbahyai War juga orang yang paling utama untuk itu.

Akhirnya Mbahyai War mengimami shalat jenazah Syaikhona untuk pertama kalinya, yang selanjutnya jenazah almaghfurlah dishalati 18 kali. Hingga akhirnya dilepaskan ke Haram. Mbahyai War juga memimpin tahlil.

Dengan usia sesepuh Mbahyai War, berdiri kurang lebih satu jam merupakan sesuatu yang luar biasa menyakitkan. Mbahyai War berkali-kali dimonggoaken memimpin tahlil dengan duduk, tapi beliau ngotot untuk tetap berdiri. Tidak mau duduk. Sampai beliau harus dibantu santrinya untuk tetap berdiri. Allahu Akbar. Masya Allah.

Mbahyai War merupakan pengasuh Lirboyo. Dan Lirboyo adalah satu-satunya pesantren tempat Almaghfurlah Syaikhona Maimun Zubair mondok. Menurut saya, bukan kebetulan satu-satunya Kiai sepuh yang hadir dan memimpin shalat jenazah dan tahlil adalah Mbahyai War. Sebab ‘alaqah (hubungan) ruhaniyah Mbah Moen dengan Lirboyo sangat kuat.

Pada Maret 2019. Ketika itu masa pilpres, masa itu sangat gersang dengan postingan yang menyejukkan. Entah bagaimana awalnya, Mbahyai War sowan dateng Mbah Moen dan kiai-kiai yang lain. Foto tentang sowannya Mbahyai War dateng Mbah Moen kemudian viral dan menjadi penyejuk bagi bangsa yang sedang panas karena pilpres. Dalam pertemuan keduanya, Mbah Moen meminta didoakan oleh Mbahyai War agar husnul khotimah. Allahu akbar. Matur suwun, Mbahyai War. (KHASMedia)

Sumber: Facebook Muhammad Shidqi

Baca juga: Mbah Moen, Ternyata Pergimu Untuk Pulang

The post Di Waktu dan Tempat yang Tepat appeared first on KHASKEMPEK.COM.

]]>
https://khaskempek.com/di-waktu-dan-tempat-yang-tepat/feed/ 0
Mbah Moen, Ternyata Pergimu Untuk Pulang https://khaskempek.com/mbah-moen-ternyata-pergimu-untuk-pulang/ https://khaskempek.com/mbah-moen-ternyata-pergimu-untuk-pulang/#respond Thu, 08 Aug 2019 08:22:48 +0000 https://khaskempek.com/?p=2934 KHASKEMPEK.COM – Sebelumnya saya meminta maaf, tidak dapat memberi kabar tentang wafatnya Syaikhona. Sebab hari itu saya sendiri dalam kondisi yang tidak bisa ditanyai. Sekadar membalas chatpun atau memberi kabar di medsos pun saya tidak tahu harus mengetik apa. Hari ini, saya awali dengan kronologi seputar hari wafatnya Syaikhona; Ternyata pergimu untuk pulang. Mbah Maimoen […]

The post Mbah Moen, Ternyata Pergimu Untuk Pulang appeared first on KHASKEMPEK.COM.

]]>
KHASKEMPEK.COM – Sebelumnya saya meminta maaf, tidak dapat memberi kabar tentang wafatnya Syaikhona. Sebab hari itu saya sendiri dalam kondisi yang tidak bisa ditanyai. Sekadar membalas chatpun atau memberi kabar di medsos pun saya tidak tahu harus mengetik apa. Hari ini, saya awali dengan kronologi seputar hari wafatnya Syaikhona;

Ternyata pergimu untuk pulang.

Mbah Maimoen adalah milik umat manusia. Mbah Maimoen milik dunia. Shalat jenazah Syaikhona diimami oleh sesepuh NU, Simbahyai Anwar Manshur.

Pelepasan jenazah Syaikhona untuk dishalatkan ke Haram dihadiri oleh keluarga, saya dan Paklik Aufal. Ada perwakilan dari Eksekutif, Menteri Agama, Pak Lukman dan dari perwakilan Legislatif, Pak Muhlisin dari kalangan santri, Pak Zulkifli yang juga tokoh Muhammadiyah dan Pak Fahri Hamzah dari kader Ikhwanul Muslimin.

Di Masjidil Haram dishalatkan oleh Imam Masjid Haram dan puluhan ribu calon jamaah haji. Saat akan disareaken di Ma’la, jenazah Syaikhona didoakan oleh Sayyid Ashim, cucu dari Guru beliau Sayyid Alawy al-Maliki dan diiringi oleh Habib Rizieq dari FPI. Di salah satu gereja Katholik juga memberikan penghormatan terakhir kepada Syaikhona.

Ditangisi langit Makkah. Bumi kehilangan pasaknya. Dunia kehilangan sandarannya. Malam kehilangan rembulannya. Nusantara kehilangan jimatnya. Kita kehilangan segalanya.

Sumber: Kang Muhamad Shidqi

Baca juga: Ilmu Tanpa Amal Bagaikan Pohon Tak Berbuah

The post Mbah Moen, Ternyata Pergimu Untuk Pulang appeared first on KHASKEMPEK.COM.

]]>
https://khaskempek.com/mbah-moen-ternyata-pergimu-untuk-pulang/feed/ 0
Mbah Moen dan Kiai Mustofa Aqil: Yakin “Kabeh Wis Ono Sing Ngatur” https://khaskempek.com/mbah-moen-dan-kiai-mustofa-aqil-yakin-kabeh-wis-ono-sing-ngatur/ https://khaskempek.com/mbah-moen-dan-kiai-mustofa-aqil-yakin-kabeh-wis-ono-sing-ngatur/#respond Sat, 27 Jul 2019 10:10:48 +0000 https://khaskempek.com/?p=3952 KHASKEMPEK.COM – Beberapa kali, Mbah Kung (KH Maimoen Zubair-red) mengalami sakit parah karena sudah sepuh yang mengharuskan Mbah beristirahat dan tidak beraktivitas berat atau aktivitas yang terlalu lama. Mbah Kung yang terbiasa “tindak’an” berontak. Meyakinkan santri ndalem dan keluarga Mbah bahwa Ia baik-baik saja. Oleh keluarga, Ia “dipaksa” tidak boleh “tindak” atau sekadar menemui tamu. […]

The post Mbah Moen dan Kiai Mustofa Aqil: Yakin “Kabeh Wis Ono Sing Ngatur” appeared first on KHASKEMPEK.COM.

]]>
KHASKEMPEK.COM – Beberapa kali, Mbah Kung (KH Maimoen Zubair-red) mengalami sakit parah karena sudah sepuh yang mengharuskan Mbah beristirahat dan tidak beraktivitas berat atau aktivitas yang terlalu lama. Mbah Kung yang terbiasa “tindak’an” berontak. Meyakinkan santri ndalem dan keluarga Mbah bahwa Ia baik-baik saja.

Oleh keluarga, Ia “dipaksa” tidak boleh “tindak” atau sekadar menemui tamu. Entah mengapa, Ia tetap memaksa untuk “tindak” dan menerima tamu seperti saat sehatnya. Kami sebagai keluarga tidak kuasa mencegah keinginannya. Hanya saja, saat sedang dalam kondisi kurang sehat, keluarga dan dokter harus ada di ruang ‘ndalem’.

Sebab, sering kali, tamu ada yang bandel dan tidak peduli dengan kondisi kesehatan Mbah, dengan alasan; “saya dalam kondisi terdesak, sehingga saya harus bertemu dengan Mbah untuk menyelesaikan masalah yang saya hadapi ini dengan doanya.”

Bapak (KH Mustofa Aqil-red) juga hampir sama “bandel”nya dengan kondisi kesehatan dirinya sendiri. Sore hari, baru tiba dari umroh tanggal 11 Juni 2019, malamnya memaksakan diri untuk “tindak” dalam rangka menghormati undangan pengajian. Kami sebagai keluarga pun, hanya bisa berdoa untuk kesehatannya. Besoknya Ia harus ke Tegal untuk menghadiri dua acara dan malamnya satu acara pengajian.

Tamu-tamu yang berdatangan di ndalem Mbah dan Bapak tidak pernah putus, dari pagi hingga malam hari. Saya beberapa kali mengalami momen ketika kurang sehat, tapi di saat sakit itu, saya ingin bertemu orang, srawung. Entah mengapa sakit yang dirasa sedikit hilang, meski tidak total tentunya.

Saya yakin bahwa maqom “bertemu orang”nya Mbah dan Bapak sudah bukan maqom manusia biasa. Sebab, mereka berdua sudah “tidak butuh manusia”, sudah tidak ada unsur berkebutuhan terhadap makhluq. Manusia lah yang membutuhkan barokah mereka berdua, sehingga kesehatan yang saya kira unsurnya duniawi, mereka sedikit tidak memedulikannya. Keyakinan mereka berdua terhadap “kabeh wis ono sing ngatur” melebihi kapasitas manusia biasa.

Mungkin bagi mereka berdua; Kesehatan “iman” ummat jauh lebih penting daripada kesehatan badan mereka berdua.

Semoga tetap sehat dan dipanjangkan umurnya.

Penulis: Muhammad Shidqi, cucu Kiai Maimoen Zubair.

(KH Mustofa Aqil Siraj, Pengasuh Pesantren KHAS Kempek Cirebon, adalah menantu dari KH Maimoen Zubair-red)

The post Mbah Moen dan Kiai Mustofa Aqil: Yakin “Kabeh Wis Ono Sing Ngatur” appeared first on KHASKEMPEK.COM.

]]>
https://khaskempek.com/mbah-moen-dan-kiai-mustofa-aqil-yakin-kabeh-wis-ono-sing-ngatur/feed/ 0
Ilmu Tanpa Amal Bagaikan Pohon Tak Berbuah https://khaskempek.com/ilmu-tanpa-amal-bagaikan-pohon-tak-berbuah/ https://khaskempek.com/ilmu-tanpa-amal-bagaikan-pohon-tak-berbuah/#respond Sun, 23 Jun 2019 23:51:51 +0000 https://khaskempek.com/?p=2475 Ilmu tanpa amal bagaikan pohon tak berbuah. Tetapi ilmu tanpa akhlaq adalah pohon dengan buah yang busuk yang bisa merusak makhluk yg memakannya. Sudah banyak kita saksikan orang yang berilmu tapi tidak mempunyai akhlaq sehingga merusak tatanan sosial dan melanggar hukum dan norma. Tidak ada koruptor yang tidak berpendidikan. Semuanya menyandang gelar jenjang pendidikan yang […]

The post Ilmu Tanpa Amal Bagaikan Pohon Tak Berbuah appeared first on KHASKEMPEK.COM.

]]>
Ilmu tanpa amal bagaikan pohon tak berbuah. Tetapi ilmu tanpa akhlaq adalah pohon dengan buah yang busuk yang bisa merusak makhluk yg memakannya.

Sudah banyak kita saksikan orang yang berilmu tapi tidak mempunyai akhlaq sehingga merusak tatanan sosial dan melanggar hukum dan norma.

Tidak ada koruptor yang tidak berpendidikan. Semuanya menyandang gelar jenjang pendidikan yang tinggi. Hanya karena kealphaan satu hal, yaitu akhlaq membuat mereka melakukan hal yang tak seharusnya.

Bapak ini meskipun bukan manusia yang sempurna, mempunyai banyak kekurangan di sana-sini tetapi mempunyai akhlaq yang “njawani”. Dengan Mbah Kung, Bapak selalu merasa rendah diri. Padahal ilmu Bapak sudah sangat mencukupi utk disejajarkan Ulama-ulama masyhur di negeri ini.

Bapak tidak mau menerima pengajian yang dekat dengan Rembang disebabkan karena khawatir su’ul adab terhadap Mbah Kung. Padahal tidak ada aturan dan bisa dipastikan tidak berdosa jikapun menerima undangan pengajian yang dekat dengan Rembang.

Bapak juga tidak mau menghadiri pengajian yang melewati Rembang, kecuali lewat jalur selatan Jawa, dengan alasan yang sama; khawatir su’ul adab.

Allahumma bariklana kama barokta alaihima. 🙏

Sumber: facebook Mas Shidqi

KHASMedia

Baca juga: Mas Shidqi: Mbah, Sampun Pradin Mbah

The post Ilmu Tanpa Amal Bagaikan Pohon Tak Berbuah appeared first on KHASKEMPEK.COM.

]]>
https://khaskempek.com/ilmu-tanpa-amal-bagaikan-pohon-tak-berbuah/feed/ 0
Mas Shidqi: Mbah, Sampun Pradin Mbah https://khaskempek.com/mas-shidqi-mbah-sampun-pradin-mbah/ https://khaskempek.com/mas-shidqi-mbah-sampun-pradin-mbah/#respond Thu, 18 Apr 2019 07:26:35 +0000 https://khaskempek.com/?p=2039 KHASKEMPEK.COM – Engkau beristirahatlah sejenak serambi dikelilingi cucu-cicitmu yang lucu-lucu dan nikmatilah hasil taqarrub dan ta’abbud ila Allah-mu yg kami tahu sudah selama hidup-mu. Sesungguhnya kami yakin engkau sangat berhak. Mbah, saya adalah saksi ketika engkau menolak amplop yg sangat tebal yang berisi uang dari panitia ketika diadakannya Silaturrahmi 99 Alim Ulama NU di Sarang. […]

The post Mas Shidqi: Mbah, Sampun Pradin Mbah appeared first on KHASKEMPEK.COM.

]]>
KHASKEMPEK.COM – Engkau beristirahatlah sejenak serambi dikelilingi cucu-cicitmu yang lucu-lucu dan nikmatilah hasil taqarrub dan ta’abbud ila Allah-mu yg kami tahu sudah selama hidup-mu. Sesungguhnya kami yakin engkau sangat berhak.

Mbah, saya adalah saksi ketika engkau menolak amplop yg sangat tebal yang berisi uang dari panitia ketika diadakannya Silaturrahmi 99 Alim Ulama NU di Sarang.

Mbah, kami adalah saksi. Yang menyaksikan betapa zuhudnya engkau duhai ulama yang berkamar kayu, berdipan kayu tua, beralaskan kasur kapuk dan tidak ada kemewahan dunia di sekeliling-mu.

Mbah, kami adalah saksi. Yang menyaksikan betapa memuliakannya engkau kepada habaib dan penghormatan-mu kepada para pemangku amanah rakyat.

Mbah, kami adalah saksi. Yang menyaksikan bahwa tidak pernah ada satupun momen yang membuat wajah-mu memerah karena marah. Tidak pernah kami lihat engkau emosi karena hal yang tidak cocok dan tidak sesuai dengan keinginan-mu.

Mbah, kami adalah saksi. Yang menyaksikan bahwa politik tidak menurunkan derajat-kemuliaan-mu sebab engkau berpolitik dengan santun tanpa merendahkan orang yang berbeda dengan pilihan-mu. Engkau tetap baik kepada orang-orang yg memilih jalan politik yang berbeda dengan engkau.

Mbah, betapa malunya kami tidak bisa menuruti sedikit keinginan-mu sedangkan engkau sudah memberi kepada kami lebih dari banyak.

Dikutip dari facebook Mas Muhamad Shidqi 

Baca juga: Ajari Kami Mempunyai Kesabaran Seperti Engkau

The post Mas Shidqi: Mbah, Sampun Pradin Mbah appeared first on KHASKEMPEK.COM.

]]>
https://khaskempek.com/mas-shidqi-mbah-sampun-pradin-mbah/feed/ 0