40 Hari Mbah Moen

0
75

KHASKEMPEK.COM – Alhamdulillah, saya bisa menghormati dengan hadir di 40 Hari wafatnya Mbah Moen. Ada beberapa dawuh penceramah yang saya rasa penting untuk disampaikan kepada khalayak. Pesan Kiai Chalwani bahwa tradisi tahlilan sampai 7 hari adalah salah satu laku shahabat Nabi, bukan bid’ah atau asimilasi budaya.

Gus Ali Mayshuri ngendikan bahwa orang yang sebelum wafatnya keramat, ketika wafatnya juga keramat dan setelah wafatnya keramat, maka orang itu mempunyai derajat tinggi di sisi Allah SWT. Dan juga jika ada orang yang ketika hidupnya keramat tapi setelah wafatnya bagaikan hilang ditelan bumi, berarti orang itu ahli dalam berdusta.

Habib Luthfi ngendikan para habaib harusnya merasa kehilangan dengan wafatnya orang seperti Mbah Moen, sebab dengan adanya wali-wali songo dan kiai-kiai kampung, mereka mengenalkan masyarakat kepada dzuriyatul rosul dan mengajarkan masyarakat bagaimana cara beradab kepada habaib. Dan Habib Luthfi berpesan janganlah menjadi orang yang menghina orang lain semasa hidupnya tapi memuji setinggi langit ketika orang itu sudah tiada.

Ceramah Habib Luthfi begitu singkat, sebab di matanya saya melihat emosional yang dalam terhadap Mbah Moen. Saya menangkap maksud emosional tersebut; Habib Luthfi “marah” terhadap Mbah Moen karena ditinggalkan tugas yang amat sangat berat, sendirian, menata kehidupan bangsa dan negara. Berbeda saat Mbah Moen masih hidup. (KHASMedia)

Baca juga: Ada yang Kurang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here