Tips Ilmu Manfaat dalam Pendidikan Pesantren

0
238

KHASKEMPEK.COM – Ilmu yang manfaat merupakan dambaan bagi setiap santri dimanapun berada. Selain dikarenakan merupakan amal jariyah yang akan terus mengalir sampai kapanpun, ilmu yang manfaat juga merupakan tolok ukur keberhasilan pendidikan santri. Maka, berikut adalah beberapa tips meraih ilmu yang mafaat dalam pedidikan pesantren.

Pertama, takhalli. Yaitu dengan meninggalkan segala sesuatu yang hina, seperti maksiat, bertutur kata yang buruk, ghibah, dan lain sebagainya. Karena ilmu adalah hal yang suci, maka sebelum proses menimba ilmu, seyogyanya para santri membersihkan diri maupun hatinya terlebih dahulu sebelum dapat mendapatkan ilmu. Karena tidaklah mungkin ilmu yang sifatnya suci dapat masuk ke tempat kotor.

Kedua, tahalli. Yaitu menghiasi diri dengan kebaikan, seperti shalat berjama’ah, tirakat, puasa sunnah, belajar dengan sungguh-sungguh, menghormati guru, dan hal-hal positif lainnya. Hal ini pula yang memiliki pengaruh besar untuk kemanfaatan ilmu para santri. Oleh karena itu, para santri harus mulai membiasakan diri melakukan hal positif secara ikhlas dan istikamah.

Ketika santri sudah melewati fase takhalli dan tajalli, diharapkan para santri dapat masuk ke fase berikutnya, yaitu tajalli. Disaat santri sudah membersihkan diri dari hal negatif dan diisi hal positif, dengan seizin Allah, para santri dapat memasuki fase takhalli yang dalam bahasa pesantrennya sering disebut futuh.

Tahap ini merupakan masa dimana hati dapat menerima ilmu dengan mudah dikarenakan penyucian dan ketakwaan diri kepada Allah. Dalam fase inilah para santri dapat merasakan nikmatnya mencari ilmu, dan terus memperdalam pengetahuan yang membuatnya semakin merasa tidak bisa apa apa.

Jadi untuk mencapai itu, para santri diharuskan benar-benar memperbaiki niat awalnya sebelum berangkat kembali ke pesantren. Karena sesuai sabda Rasulullah, dimana seluruh amal tergantung pada niatnya, maka luruskanlah kembali niat santri sebelum kembali ke pesantren. Setelah itu bersihkan diri dari segala hal negatif, dan mulailah membiasakan diri dengan hal positif. Wallahu A’lam.

Penulis, Muhammad Syamsi Dhuha, salah satu santri Pondok Pesantren KHAS Kempek Cirebon.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here