KH. Ahmad Zaeni Dahlan – KHASKEMPEK.COM https://khaskempek.com Pondok Pesantren KHAS Kempek Cirebon Wed, 20 May 2020 13:33:35 +0000 id-ID hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.2 https://khaskempek.com/wp-content/uploads/2019/04/cropped-Logo-KHAS-Kempek-Cirebon-2-32x32.jpg KH. Ahmad Zaeni Dahlan – KHASKEMPEK.COM https://khaskempek.com 32 32 KH. Ahmad Zaeni Dahlan: Jadikan Hari Raya Idul Fitri Sebagai Sarana Evaluasi Diri https://khaskempek.com/kh-ahmad-zaeni-dahlan-jadikan-hari-raya-idul-fitri-sebagai-sarana-evaluasi-diri/ https://khaskempek.com/kh-ahmad-zaeni-dahlan-jadikan-hari-raya-idul-fitri-sebagai-sarana-evaluasi-diri/#respond Sun, 24 May 2020 22:00:11 +0000 https://khaskempek.com/?p=6240 KHASKEMPEK.COM – Di dalam makna Al-Fitr yang sudah disampaikan sebelumnya itu terdapat benang merah, yaitu bermakna mengintrupsi sesuatu yang terjadi di tengah hal-hal lain yang sedang berlangsung. Contoh ketika kita puasa kemudian kita membatalkan puasa itu, berarti ini adalah mengintrupsi saat-saat kita berpuasa. Allah misalnya: Fathiros samawati wal ardh. Allah yang menciptakan langit dan bumi. […]

The post KH. Ahmad Zaeni Dahlan: Jadikan Hari Raya Idul Fitri Sebagai Sarana Evaluasi Diri appeared first on KHASKEMPEK.COM.

]]>
KHASKEMPEK.COM – Di dalam makna Al-Fitr yang sudah disampaikan sebelumnya itu terdapat benang merah, yaitu bermakna mengintrupsi sesuatu yang terjadi di tengah hal-hal lain yang sedang berlangsung. Contoh ketika kita puasa kemudian kita membatalkan puasa itu, berarti ini adalah mengintrupsi saat-saat kita berpuasa. Allah misalnya: Fathiros samawati wal ardh. Allah yang menciptakan langit dan bumi.

Maka kata-kata fathir yang semula tidak ada langit dan bumi, kemudian Allah menciptakannya. Ini adalah mengintrupsi sesuatu yang sebelumnya berjalan. Maka tentunya agar hari raya Idul Fitri ini betul-betul menjadi hari bagi kesucian dan kemenangan kita.

Bagaimana hari raya ini bisa dijadikan sebagai momen di samping untuk bersukur dan mengungkapkan rasa bahagianya kita karena telah menyelesaikan puasa selama satu bulan penuh, akan tetapi hari raya Idul Fitri ini juga harus dijadikan sebagai saat-saat kita untuk mengevaluasi atau merenungkan ulang ibadah yang sudah kita lakukan selama bulan puasa ini.

Ulama salaf terdahulu, seperti yang diceritakan dalam kitab-kitab, termasuk diantaranya adalah kitab Ihya Ulumiddin mengatakan, apabila mereka telah menyelesaikan satu tugas dan ibadah tertentu, seperti ibadah puasa, maka mereka tidak langsung merasa puas dan bahagia, akan tetapi justru merasa waswas dan khawatir, barangkali ibadah puasanya tidak diterima oleh Allah SWT.

Oleh karena itu, kita lihat di dalam ajaran Islam, di mana setiap selesai ibadah itu senantiasa kita dianjurkan untuk beristighfar. Setelah shalat atau haji, kita juga dianjurkan untuk beristighfar. Ini menunjukkan bahwa kita seharusnya tidak segera merasa puas dengan ibadah yang telah kita selesaikan.

Hal ini juga yang berkaitan dengan ayat Al-Qur’an, faidza faroghta fanshob wa ila robbika farghob. Maka apabila kamu telah menyelesaikan ibadah mu, maka lakukanlah dengan baik ibadah mu yang lain. Dan hanya kepada Tuhan mu kamu bisa menaruh harapan.

Ada maqalah yang diucapkan oleh Shohibul Hikam, Ibnu Athoillah Al-Iskandari yang mengatakan bahwa,

من وجد ثمرة عمله عاجلاً فهو دليل على وجود القبول

Artinya, “Siapa yang merasakan buah dari amalnya seketika di dunia, maka itu menunjukkan Allah menerima amalnya.”

Maksud dari maqolah ini adalah bagaimana amal perbuatan kita betul-betul berpengaruh pada kualitas peningkatan ibadah kita dan berdampak positif terhadap tingkat ketakwaan kit kepada Allah SWT dan bagaimana amal ibadah ini bisa menjadikan kita sebagai pribadi yang peduli terhadap sesama.

Kita juga bisa menilai sejauh manakah ibadah kita itu bisa diterima dengan bagaimana setelah berpuasa ini dan di saat-saat hari raya Idul Fitri nanti, kita betul-betul sudah menanamkan dalam hati ini kualitas ibadah tersebut serta rasa kepedulian terhadap sesama. (KHASMedia)

The post KH. Ahmad Zaeni Dahlan: Jadikan Hari Raya Idul Fitri Sebagai Sarana Evaluasi Diri appeared first on KHASKEMPEK.COM.

]]>
https://khaskempek.com/kh-ahmad-zaeni-dahlan-jadikan-hari-raya-idul-fitri-sebagai-sarana-evaluasi-diri/feed/ 0
Khas Ramadhan, KH. Ahmad Zaeni Dahlan: Makna Idul Fitri Bagi Umat Islam https://khaskempek.com/khas-ramadhan-kh-ahmad-zaeni-dahlan-makna-idul-fitri-bagi-umat-islam/ https://khaskempek.com/khas-ramadhan-kh-ahmad-zaeni-dahlan-makna-idul-fitri-bagi-umat-islam/#respond Wed, 20 May 2020 19:00:10 +0000 https://khaskempek.com/?p=6200 KHASKEMPEK.COM – Beberapa hari lagi, kita akan merayakan hari raya Idul Fitri 1441 H. Setelah sebulan penuh, kita berpuasa, beribadah dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Idul Fitri adalah dua kalimat berupa Al-‘id dan Al-Fitroh. Al-‘id merupakan akar kata dari ‘ada ya’udu ‘audan, yang berarti berulang. Kenapa hari raya disebut Al-‘id? Karena hari raya merupakan […]

The post Khas Ramadhan, KH. Ahmad Zaeni Dahlan: Makna Idul Fitri Bagi Umat Islam appeared first on KHASKEMPEK.COM.

]]>
KHASKEMPEK.COM – Beberapa hari lagi, kita akan merayakan hari raya Idul Fitri 1441 H. Setelah sebulan penuh, kita berpuasa, beribadah dan memohon ampunan kepada Allah SWT.

Idul Fitri adalah dua kalimat berupa Al-‘id dan Al-Fitroh. Al-‘id merupakan akar kata dari ‘ada ya’udu ‘audan, yang berarti berulang. Kenapa hari raya disebut Al-‘id? Karena hari raya merupakan peristiwa yang berulang dalam kehidupan manusia. Dimana banyak orang yang mengharapkan agar peristiwa seperti hara raya ini senantiasa berulang dalam kehidupan mereka.

Sedangkan Al-Fitr itu mempunyai banyak versi. Bisa jadi merupakan sinonim dari kata Al-ifthor, yang berarti berbuka. Jadi ‘Idul Fithri adalah hari raya yang menandakan bahwa puasa kita telah berakhir. Hari raya dimana kita telah mengakhiri ibadah puasa kita. Oleh karena itu, pada hari raya dilarang untuk berpuasa. Ini sesuai dengan sebuah hadis yang berbunyi:

للصائم فرحتان، فرحة عند فطره، وفرحة عند لقاء ربه

“Bagi orang yang melaksanakan puasa ada dua kebahagiaan; kebahagiaan ketika berbuka, dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabbnya.”

Nah hari raya ini merupakan akumulasi dari kebahagiaan yang dirasakan oleh orang-orang yang berpuasa yang selama ini ia rasakan ketika saat-saat berbuka dan telah menyelesaikan ibadah puasa mereka.

Kemudian Al-Fitroh juga bisa berarti fitroh, kesucian manusia. Jadi ‘Idul Fithri adalah hari raya dimana manusia kembali kepada kesucian. Karena diharapkan dengan puasa selama sebulan penuh, dengan ibadah puasa pada siang harinya dan mengisi malam harinya dengan ibadah.

Seorang hamba diharapkan segala dosa-dosanya diampuni, sehingga jiwanya menjadi bersih, dirinya kembali kepada saat ia dalam keadaan fitroh yaitu dalam keadaan suci, tanpa dosa sebagaimana ia baru saja dilahirkan dari rahim ibunya.

Jadi ‘Idul Fitri adalah merupakan hari raya dalam rangka merayakan kembalinya kita kepada kesucian. Inilah yang dalam doa-doanya disebut, minal ‘aidin wal faizin. Artinya kita berharap agar dengan hari raya Idul Fitri, kita tergolong orang-orang yang kembali kepada kesucian diri kita dan mendapatkan keberuntungan dari Allah SWT. (KHASMedia)

The post Khas Ramadhan, KH. Ahmad Zaeni Dahlan: Makna Idul Fitri Bagi Umat Islam appeared first on KHASKEMPEK.COM.

]]>
https://khaskempek.com/khas-ramadhan-kh-ahmad-zaeni-dahlan-makna-idul-fitri-bagi-umat-islam/feed/ 0
Tiga Strategi Meraih Husnul Khotimah, Pesan Ramadhan dari Kiai Ahmad Zaeni Dahlan https://khaskempek.com/tiga-strategi-meraih-husnul-khotimah-pesan-ramadhan-dari-kiai-ahmad-zaeni-dahlan/ https://khaskempek.com/tiga-strategi-meraih-husnul-khotimah-pesan-ramadhan-dari-kiai-ahmad-zaeni-dahlan/#respond Tue, 19 May 2020 15:01:08 +0000 https://khaskempek.com/?p=6192 KHASKEMPEK.COM – Setiap muslim pasti ingin meninggal dalam keadaan husnul khotimah. Sebab seberapa banyaknya dosa kita di masa lalu, dan kita meninggal dalam keadaan husnul khotimah, pasti Allah mengampuni semua dosa-dosa kita. Namun untuk meninggal dalam keadaan husnul khotimah itu bukan perkara yang mudah. Berikut ini penjelasan dari Kiai Ahmad Zaeni Dahlan agar kita bisa […]

The post Tiga Strategi Meraih Husnul Khotimah, Pesan Ramadhan dari Kiai Ahmad Zaeni Dahlan appeared first on KHASKEMPEK.COM.

]]>
KHASKEMPEK.COM – Setiap muslim pasti ingin meninggal dalam keadaan husnul khotimah. Sebab seberapa banyaknya dosa kita di masa lalu, dan kita meninggal dalam keadaan husnul khotimah, pasti Allah mengampuni semua dosa-dosa kita.

Namun untuk meninggal dalam keadaan husnul khotimah itu bukan perkara yang mudah. Berikut ini penjelasan dari Kiai Ahmad Zaeni Dahlan agar kita bisa menggapai husnul khotimah. Adapun hikmah di balik konsep husnul khotimah dan su’ul khotimah adalah sebagai berikut:

Pertama, manusia hendaknya senantiasa sadar dan terjaga untuk berusaha melakukan hal-hal yang baik sepanjang kehidupannya. Sehingga pada saatnya nanti, ia harus menghadap Tuhannya, Allah SWT, maka ia dalam keadaan siap dengan melakukan amal-amal yang baik.

Tentunya kehidupan manusia tidak sama dengan pertandingan sepak bola yang sudah saya contohkan tadi, karena kalau pertandingan sepak bola dengan waktu yang sudah ditentukan, yaitu 2 x 45 menit, tetapi kehidupan manusia, siapa yang tahu kapan kita akan meninggal dunia, bisa meninggal hari ini, besok atau bisa jadi umur kita masih panjang.

Oleh karena itu akan lebih baik, kita selalu mempersiapkan kematian itu dengan senantiasa berbuat baik dan taat dalam beribadah, sehingga pada saatnya kita mati, betul-betul kita sudah siap meninggalkan dunia ini sebagai pemenang dengan mendapatkan ridho dari Allah SWT.

Kedua, agar seseorang tidak mudah dalam hal ini untuk memberikan penilaian dam judgement kepada orang lain. Misalnya kita melihat ibadahnya orang lain lebih buruk dari kita, maka kita jangan terburu-buru bangga memberi penilaian bahwa orang itu lebih buruk dari kita, padahal belum tentu benar.

Sebenarnya, penilaiannya ada pada akhir kehidupan kita, ternyata orang yang selama ini kita anggap buruk, ternyata pada akhir kehidupannya berubah menjadi baik. Sedangkan kita yang sekarang sudah merasa baik, tetapi dalam akhir kehidupannya, kita malah menjadi buruk.

Oleh karena itu, dengan adanya husnul khotimah dan su’ul khotimah, kita senantiasa sadar dan tidak sembrono dalam memberikan judgement kepada orang lain.

Memang tidak mudah, tetapi dalam hal ini, para ulama telah memberikan strategi agar kita bisa hidup dan menutup kehidupan dengan husnul khotimah. Yaitu ada tiga strategi sebagai berikut:

Pertama, jangan meremehkan amal perbuatan baik, apapun bentuknya. Baik amal perbuatan yang nampak atau hal-hal yang kecil. Selama ini baik dan bisa kita lakukan, maka lakukanlah. Jangan remehkan, jangan anggap itu kecil, nanti saja dan seterusnya.

Kedua, usahakan agar kita mempunyai amalan khusus yang kita lakukan terus menerus, seperti wiridan atau amal perbuatan lainnya yang kita lakukan setiap hari tanpa henti.

Ketiga, kita harus senantiasa memenjatkam doa kepada Allah SWT agar kita dikarunia husnul khotimah. “Ya Allah, berilah kami karunia husnul khotimah. Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik umurku pada akhirnya dan sebaik-baik amalku pada pungkasannya, dan jadikanlah sebaik hari-hariku agar di mana hari kami bisa bertemu dengan Engkau ya Allah.

Rabbana laa tuzigh qulubana ba’da idz hadaitana wa hablana min ladunka rohmah, innaka antal wahhab. (KHASMedia)

The post Tiga Strategi Meraih Husnul Khotimah, Pesan Ramadhan dari Kiai Ahmad Zaeni Dahlan appeared first on KHASKEMPEK.COM.

]]>
https://khaskempek.com/tiga-strategi-meraih-husnul-khotimah-pesan-ramadhan-dari-kiai-ahmad-zaeni-dahlan/feed/ 0
Kultum, KH. Ahmad Zaeni Dahlan: Mari Kita Akhiri Ramadhan Ini dengan Baik https://khaskempek.com/kultum-kh-ahmad-zaeni-dahlan-mari-kita-akhiri-ramadhan-ini-dengan-baik/ https://khaskempek.com/kultum-kh-ahmad-zaeni-dahlan-mari-kita-akhiri-ramadhan-ini-dengan-baik/#respond Thu, 14 May 2020 19:00:34 +0000 https://khaskempek.com/?p=6144 KHASKEMPEK.COM – Kita sekarang sudah memasuki hari-hari di mana bulan suci Ramadhan yang kita muliakan ini akan segera berakhir. Untuk itu dalam kesempatan yang berbahagia ini, saya mengingatkan dan mengajak para pemirsa untuk meningkatkan amal ibadah kita dan mengisi hari-hari yang tersisa dengan kualitas dan kuantitas amal ibadah yang lebih baik. Kita jangan semangat di […]

The post Kultum, KH. Ahmad Zaeni Dahlan: Mari Kita Akhiri Ramadhan Ini dengan Baik appeared first on KHASKEMPEK.COM.

]]>
KHASKEMPEK.COM – Kita sekarang sudah memasuki hari-hari di mana bulan suci Ramadhan yang kita muliakan ini akan segera berakhir. Untuk itu dalam kesempatan yang berbahagia ini, saya mengingatkan dan mengajak para pemirsa untuk meningkatkan amal ibadah kita dan mengisi hari-hari yang tersisa dengan kualitas dan kuantitas amal ibadah yang lebih baik.

Kita jangan semangat di awalnya saja, akan tetapi ending story-nya menjadi ambyar dan gak karuan. Dalam hal ini baginda Nabi Muhammad SAW patut dijadikan sebagai contoh tauladan. Seperti yang diceritakan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Sayyidah Aisyah RA, beliau menceritakan bahwa:

Nabi besar Muhammad SAW ketika memasuki hari-hari akhir bulan suci Ramadhan, maka beliau senantiasa meningkatkan ibadahnya, beliau hidupkan dan isi malam-malamnya dengan ibadah yang melebihi dari pada malam-malam sebelumnya.

Bahkan beliau tidak mencukupkan hal itu untuk dirinya, beliau juga ajak segenap keluarga dan kerabatnya untuk gumrigah, cancut taliwondo, singsingkan lengan baju mengisi hari-hari terakhir di bulan suci Ramadhan ini dengan amal ibadah yang lebih berkualitas, khusuk dan segala macam amal ibadah yang bermanfaat. Nabi Muhammad SAW juga bersabdah: Innamal a’malu bil khowatim, bahwa amal perbuatan seseorang baik buruknya itu tergantung bagaimana ia mengakhirinya.

Maka tentunya kita berharap agar Ramadhan kali ini menjadi Ramadhan yang baik bagi kita, amal perbuatan kita dapat diterima oleh Allah SWT dan betul-betul dapat berpengaruh dalam meningkatkan ketakwaan kita terhadap Allah SWT.

Oleh karena itu, mari kita akhiri Ramadhan kali ini dengan baik, dan jangan sekali-kali kita tergolong orang-orang yang melalui Ramadhan ini tidak ada sesuatu yang kita dapatkan kecuali rasa lapar dan dahaga, semua yang kita lakukan menjadi tidak bermanfaat dan sia-sia.

Demikian pula, kita seharusnya memandang dan menyikapi kehidupan kita secara keseluruhan. Karena kehidupan seorang manusia baik dan buruknya ditentukan bagaimana ia dapat mengakhirinya.

Kalau diumpamakan, kehidupan manusia itu laksana pertandingan bola. Dalam sebuah pertandingan sepak bola, misalnya antara tim A dan tim B. Dari awal pertandingan tim A sudah berusaha untuk bermain secara baik dan kemudian berhasil memasukkan satu gol di dalam gawang lawan, hingga skor menjadi 1-0. Dan skor ini bertahan sampai waktu istirahat datang. Kemudian di babak kedua, skor tetap bertahan.

Kemudian pada akhir-akhir atau di menit-menit terakhir pertandingan, tim A melakukan sebuah kesalahan yang dapat dimanfaatkan secara baik oleh tim B, sehingga tim B dapat menyamakan kedudukan, skor menjadi 1-1. Dan beberapa menit kemudian, tim B juga berhasil melakukan serangan balik dan bisa mencetak gol ke gawang tim A dan skor menjadi 2-1 sampai wasit meniup pluit panjang tanda berakhirnya pertandingan tersebut.

Tentunya, apabila kita melihat pertandingan ini, sebagai pendukung tim A tentunya akan merasa kecewa, karena dari awal pertandingan, tim A sudah bermain dengan sangat bagus, bahkan sudah berhasil menyarangkan satu gol, akan tetapi ketika pertandingan akan berakhir, tiba-tiba keadaan menjadi berbalik, dan menjadikan skor menjadi 2-1.

Demikian juga dengan kehidupan kita, dalam sebuah hadis diceritakan:


إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا، وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ  الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا

Sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli surga hingga jarak antara dirinya dan surga tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli neraka maka masuklah dia ke dalam neraka. sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli neraka hingga jarak antara dirinya dan neraka tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli surga  maka masuklah dia ke dalam surga.

Oleh karena itu, kehidupan kita baik dan buruknya akan ditentukan bagaimana kita mengakhirinya, apabila kita dapat mengakhirinya dengan akhir yang baik, yaitu husnul khotimah, maka kita akan keluar dari kehidupan dunia ini dengan kemenangan dan mendapatkan ridho dari Allah SWT.

Sebaliknya, apabila kita mengakhirinya dengan buruk yaitu su’ul khotimah, maka kita akan mati dalam keadaan mendapatkan murka dari Allah SWT. Na’udzu billahi min dzalik tsumma na’udzu billahi min dzalik. (KHASMedia)

The post Kultum, KH. Ahmad Zaeni Dahlan: Mari Kita Akhiri Ramadhan Ini dengan Baik appeared first on KHASKEMPEK.COM.

]]>
https://khaskempek.com/kultum-kh-ahmad-zaeni-dahlan-mari-kita-akhiri-ramadhan-ini-dengan-baik/feed/ 0
Kultum Khas Ramadhan, KH. Ahmad Zaeni Dahlan: Tiga Elemen Utama Iman https://khaskempek.com/kultum-khas-ramadhan-kh-ahmad-zaeni-dahlan-tiga-elemen-utama-iman/ https://khaskempek.com/kultum-khas-ramadhan-kh-ahmad-zaeni-dahlan-tiga-elemen-utama-iman/#respond Tue, 05 May 2020 19:00:43 +0000 https://khaskempek.com/?p=6062 KHASKEMPEK.COM – Nabi Muhammad SAW bersabda dalam hadis yang berbunyi: Al-Imanu yazidu wa yanqushu, iman itu bisa bertambah dan bisa berkurang. Laksana balon udara, maka ia bisa membesar dan mengecil. Tergantung dari volume udara yang masuk ke dalamnya. Bagimanakah iman kita bisa mengembang dan mengempis? Iman mempunyai tiga elemen utama: Pertama adalah tashdiqun bil qolbi […]

The post Kultum Khas Ramadhan, KH. Ahmad Zaeni Dahlan: Tiga Elemen Utama Iman appeared first on KHASKEMPEK.COM.

]]>
KHASKEMPEK.COM – Nabi Muhammad SAW bersabda dalam hadis yang berbunyi: Al-Imanu yazidu wa yanqushu, iman itu bisa bertambah dan bisa berkurang. Laksana balon udara, maka ia bisa membesar dan mengecil. Tergantung dari volume udara yang masuk ke dalamnya.

Bagimanakah iman kita bisa mengembang dan mengempis?

Iman mempunyai tiga elemen utama: Pertama adalah tashdiqun bil qolbi (membenarkan dengan hati). Kedua adalah iqrorun bil lisan (mengakui dengan ucapan). Terakhir adalah amalun bil jawarih (membuktikannya dengan amal perbuatan).

Iman bisa bertambah dengan perbuatan taat dan kebaikan. Apabila seseorang merenungkan keajaiban alam raya ini, bagaimana ia diatur dan dikelola sedemikian rapihnya, maka perenungan tersebut akan mengarahkan kita untuk mempercayai akan kebesaran dan kemahakuasaan Allah SWT.

Demikian juga ketika kita menelisik hati kita, meraba jiwa kita, mengevaluasi diri, mengintropeksi diri, dikaitkan dengan kebesaran Allah SWT, maka akan tumbuh keimanan yang semakin kuat di dada kita.

Begitu juga ketika kita mendengarkan ayat-ayat Al-Qur’an dengan merenungkannya, maka keimanan kita akan semakin bertambah.


وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ ءَايَٰتُهُۥ زَادَتْهُمْ إِيمَٰنًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.

Sebaliknya, iman juga akan berkurang disebabkan perbuatan-perbuatan dosa dan maksiat. Hati kita itu ibarat lembaran kertas yang putih, tidak ada noda sedikit pun.

Ketika kita melakukan dosa, maka kita telah menitikan noda hitam di atas kertas yang putih itu, apabila kita tidak segera menghapuskannya dengan beristighfar dan bertaubat kepada Allah SWT, maka titik noda itu akan tetap ada.

Apabila suatu saat kita melakukan dosa sekali lagi, untuk yang yang kedua kalinya, ketiga kalinya dan seterusnya, maka titik noda itu akan semakin membesar dan memenuhi kertas tersebut, sehingga kalau kita tidak segera menghapusnya dengan bertaubat dan beristighfar, maka titik noda itu akan semakin berkarat.

Demikian juga dengam hati kita, ketika kita senantiasa dan terus menerus melakukan dosa, maka hati kita akan berkarat, sehingga hati kita tidak akan bisa menerima hidayah keimanan dari Allah SWT.


كَلَّا ۖ بَلْ ۜ رَانَ عَلَىٰ قُلُوبِهِم مَّا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ

Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka.

Di dalam hati setiap manusia ada latifah, yaitu indra persepsi spiritual. Ulama dalam hal ini berbeda dalam mengistilahkannya, ada yang menyebutkannya sebagai ruh, sirr dan khofi aw akhfa. Tapi dalam bahasa keseharian kita, latifah itu disebut nurani, yang berasal dari Bahasa Arab nuroni yang artinya cahaya.

Ibarat cahaya yang selalu berkedip, ibarat sinyal yang menghubungkan manusia dengan Tuhan yang menciptakannya. Ketika manusia terlahir, maka latifah itu terperangkap dalam raga fisik kita, sehingga sinyalnya menjadi lemah, maka kewajiban kita sebagai orang-orang yang beriman untuk menjaga sinyal tersebut dan mengutkannya dengan banyak berbuat baik dan menjauhi perbuatan-perbuatan buruk.

Semoga kita semua digolongkan dengan orang-orang yang senantiasa memelihara keimaman kita yaitu dengan senantiasa melakukan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-larangan-Nya. (KHASMedia)

The post Kultum Khas Ramadhan, KH. Ahmad Zaeni Dahlan: Tiga Elemen Utama Iman appeared first on KHASKEMPEK.COM.

]]>
https://khaskempek.com/kultum-khas-ramadhan-kh-ahmad-zaeni-dahlan-tiga-elemen-utama-iman/feed/ 0
Selamat Kepada Siswa-siswi MA KHAS Kempek yang Lulus SNMPTN Tahun 2020 https://khaskempek.com/selamat-kepada-siswa-siswi-ma-khas-kempek-yang-lulus-snmptn-tahun-2020/ https://khaskempek.com/selamat-kepada-siswa-siswi-ma-khas-kempek-yang-lulus-snmptn-tahun-2020/#respond Sun, 26 Apr 2020 23:00:38 +0000 https://khaskempek.com/?p=5987 KHASKEMPEK.COM, KEMPEK – Selamat kepada siswa-siswi MA KHAS Kempek yang lulus Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Tahun 2020. Hal ini seperti yang disampaikan salah satu guru BP/BK, Kadiro, S.Pd lewat pesan singkat, Ahad (26/04/2020). “Alhamdulillah sebanyak 29 siswa-siswi MA KHAS Kempek Cirebon dinyatakan lulus jalur raport SNMPTN/SPAN PTKIN di berbagai kampus negeri sesuai […]

The post Selamat Kepada Siswa-siswi MA KHAS Kempek yang Lulus SNMPTN Tahun 2020 appeared first on KHASKEMPEK.COM.

]]>
KHASKEMPEK.COM, KEMPEK – Selamat kepada siswa-siswi MA KHAS Kempek yang lulus Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Tahun 2020. Hal ini seperti yang disampaikan salah satu guru BP/BK, Kadiro, S.Pd lewat pesan singkat, Ahad (26/04/2020).

“Alhamdulillah sebanyak 29 siswa-siswi MA KHAS Kempek Cirebon dinyatakan lulus jalur raport SNMPTN/SPAN PTKIN di berbagai kampus negeri sesuai dengan jurusan masing-masing,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Madrasah H. Ahmad Zaeni Dahlan, Lc., M.Phil mengatakan, keberhasilan anak didik tersebut, menjadi kebanggan tersendiri bagi keluarga besar MA KHAS Kempek Cirebon. “Terimakasih terimaksih, bagus bagus perlu ditingkatkan lagi agar MA Khas Kempek semakin harum namanya,” tutur beliau.

Salah satu pengajar dan pengelola madrasah, Nurkholik, S.Pd.I mengatakan, Ini bagian dari usaha kami pihak sekolah yang dikordinatori oleh Pa Kadiro, kami merasa berterimakasih dan merasa bangga kepada anak-anak yang akhirnya perjuangan kalian bisa mencapai hasil.

“Ini adalah anugerah yang harus disyukuri agar di kampus kelak bisa membawa nama baik almamater madrasah MA KHAS Kempek, semoga ke depan bisa lebih banyak lagi peserta yang diterima, aamien,” harapnya.

Berikut ini nama-namanya:
1. FAZA MOHAMAD FARSYAFAT
2. GINA HIDAYATUL KAMILA
3. IPA NURLATIPAH
4. NURSHAFA REGINA CAESARY
5. SINTA FITRIYANI
6. AQIELATUL HILMY ZHAFIRA
7. SYAMSIATUD DINIYAH
8. AIZATUN NISA
9. HANNI MONIK FAOZIYAH
10. KANISAH
11. IMROATUL AZIZAH AENI ROSYADI
12. INTAN NURSADIYAH
13. IMANG ABDUL FATTAH
14. ULFY LUTHFIYYAH
15. UMMU JAUHARIN FARDA
16. NIA AFIFAH MAKAVILIA
17. IMROATUL AZIZAH
18. KIKI AYU AGUSTIN
19. LUTFI A`LAWIYAH
20. MINHATUS SHOLIHAH
21. NUR AZIZAH
22. RISKA JUMIATI
23. SYARIFAH AYU PRADITYA NINGRUM
24. VIVIT RISMAWATI
25. ANITA AULIA ROMDON
26. HOIRUNISA
27. INTAN SHEILA
28. LUTHFIYAH
29. PUTRI NI`MATUL MAULA
(KHASMedia/ MA KHAS Kempek)

The post Selamat Kepada Siswa-siswi MA KHAS Kempek yang Lulus SNMPTN Tahun 2020 appeared first on KHASKEMPEK.COM.

]]>
https://khaskempek.com/selamat-kepada-siswa-siswi-ma-khas-kempek-yang-lulus-snmptn-tahun-2020/feed/ 0
Kiai Ahmad Zaeni Dahlan: 3 Macam Tingkatan Sabar https://khaskempek.com/kiai-ahmad-zaeni-dahlan-3-macam-tingkatan-sabar/ https://khaskempek.com/kiai-ahmad-zaeni-dahlan-3-macam-tingkatan-sabar/#respond Sat, 25 Apr 2020 19:00:36 +0000 https://khaskempek.com/?p=5971 KHASKEMPEK.COM – Sabar adalah merupakan kemampuan untuk bertahan di dalam situasi-situasi sulit tanpa harus memperlihatkan keluh kesah yang berlebihan. Sabar juga bisa diartikan dengan kemampuan untuk mengendalikan diri dan keinginan. Sabar sering kali diungkapkan dengan bahasa yang sederhana, ia pahit untuk dirasakan akan tetapi akan berbuah manis melebihi manisnya madu. إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ […]

The post Kiai Ahmad Zaeni Dahlan: 3 Macam Tingkatan Sabar appeared first on KHASKEMPEK.COM.

]]>
KHASKEMPEK.COM – Sabar adalah merupakan kemampuan untuk bertahan di dalam situasi-situasi sulit tanpa harus memperlihatkan keluh kesah yang berlebihan. Sabar juga bisa diartikan dengan kemampuan untuk mengendalikan diri dan keinginan.

Sabar sering kali diungkapkan dengan bahasa yang sederhana, ia pahit untuk dirasakan akan tetapi akan berbuah manis melebihi manisnya madu.


إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.

Imam Ghazali dalam kitabnya Ihya Ulumiddin, menjelaskan bahwa di dalam diri seseorang ada dua kecenderungan, yaitu pertama, kecenderungan kebaikan, yang ia sebut sebagai ba’s ad-dini atau dorongan relijius. Kedua adalah kecenderungan keburukan atau yang beliau disebut ba’s al-hawa, dorongan hawa nafsu.

Kedua dorongan ini senantiasa terlibat di dalam konflik dan peperangan yang tidak berkesudahan di dalam hidup manusia. Maka sabar adalah merupakan benteng pertahanan yang kokoh di dalam setiap medan peperangan yang dimasuki oleh orang yang bersangkutan.

Sabar dalam hal ini ada tiga macam:

Pertama adalah ash-Shobru ‘alat Tho’ah, sabar untuk melakukan amal taat dan kebaikan. Manusia hidup cenderung untuk memilih hidup secara bebas tanpa aturan yang mengikat dan tanpa ada kewajiban-kewajiban yang membenani. Sehingga ketika seseorang mau melakukan sholat lima waktu sehari atau berpuasa satu hari penuh, maka ia termasuk orang yang bisa mengendalikan dorongan-dorongan keburukannya. Dengan kesabarannya, diarahkan ke hal-hal yang baik.

Begitu juga, ketika ia melakukan kewajiban-kewajiban itu dengan baik dan secara istiqamah. Ketika ia shalat, ia shalat dengan tenang dan tuma’ninah, tidak terburu-buru, bacaan yang dibacanya pun bacaan tartil, atau ketika ia puasa, ia isi hari-harinya dengan amal ibadah, nderes Al-Qur’an, atau dengan ngaji, maka orang tersebut adalah orang yang sabar untuk melakukan amal kebaikan.

Kedua adalah ash-Shobru ‘anil ma’shiyah, yaitu kesabaran untuk tidak melakukan keburukan, kesabaran untuk tidak melakukan maksiat dan dosa. Maksiat dan dosa biasanya dihiasi dengan bungkus kesenangan, keindahan dan kenikmatan, sehingga siapa orangnya yang tidak tergoda.

Misalnya, seorang lelaki ketika melihat senyum dan kerlingan nakal dari seorang wanita di tengah malam yang sepi. Siapa pejabatnya yang tidak tergoda ketika mengetahui bahwa korupsi adalah merupakan jalan pintas untuk menjadi kaya raya.

Hanya orang-orang yang bersabarlah yang mampu mengendalikan dorongan-dorongan keburukannya untuk diarahkan ke hal-hal yang baik.

Ketiga adalah ash-Shobru ‘indal mushibah, yaitu sabar ketika menghadapi musibah dan cobaan. Sabar jenis ketiga ini adalah sabar yang terberat dan sabar yang paling utama. Karena tidak sembarangan orang dapat melakukan sabar yang ketiga ini kecuali para nabi dan ashidiqun, yaitu orang-orang yang mencintai kebenaran.

Sabar jenis ketiga ini tumbuh dari keyakinan bahwa segala sesuatu yang menimpa seseorang, baik dan buruk adalah berasal dari Allah SWT. Kesabarannya membuat ia tidak mudah patah semangat, senantiasa mengembangkan rasa optimisme, husnudzon (berbaik sangka) kepada Allah SWT.


الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”.

Hari ini, bangsa Indonesia dan seluruh manusia di dunia sedang menghadapi cobaan, yaitu adanya pandemi global covid-19, tidak ada cara lain dalam menghadapi pandemi global ini kecuali dengan meningkatkan kesabaran kita.

Bagi mereka yang belum terpapar, maka hendaknya mereka bersabar, menuruti apa yang menjadi anjuran pemerintah, senantiasa di rumah, jaga kebersihan dan kesehatan dan jaga jarak dari kerumunan.

Bagi mereka yang sudah terpapar oleh virus ini, hendaknya bersabar untuk menjalani pengobatan dan bagi keluarga yang salah satu anggotanya meninggal dunia akibat virus ini juga diharapkan untuk bisa bersabar.

Jadi, dengan bersabar dan berdoa, insya Allah kita akan memenangi pertempuran ini, baik dengan dorongan-dorongan keburukan di dalam diri kita juga dalam peperangan kita melawan virus penyakit yang sangat menular ini. (KHASMedia)

The post Kiai Ahmad Zaeni Dahlan: 3 Macam Tingkatan Sabar appeared first on KHASKEMPEK.COM.

]]>
https://khaskempek.com/kiai-ahmad-zaeni-dahlan-3-macam-tingkatan-sabar/feed/ 0
Dalam Muam, Kiai Ahmad Zaeni Umumkan Pengunduran Agenda Akhirussanah https://khaskempek.com/dalam-muam-kiai-ahmad-zaeni-umumkan-pengunduran-agenda-akhirussanah-khas-kempek/ https://khaskempek.com/dalam-muam-kiai-ahmad-zaeni-umumkan-pengunduran-agenda-akhirussanah-khas-kempek/#respond Sun, 22 Mar 2020 19:51:55 +0000 https://khaskempek.com/?p=5656 KHASKEMPEK.COM, KEMPEK – Dalam Agenda Muhadloroh Ammah (Muam), KH. Ahmad Zaeni Dahlan mewakili segenap keluarga besar yayasan KHAS Kempek mengumumkan pengunduran agenda Akhirussanah di pesantren tersebut. Hal ini dikarenakan menyikapi penyebaran virus Corona yang teramat pesat di Indonesia saat ini. “Tentunya kita sudah berdo’a keliling pesantren, harapan kita supaya wabah ini dapat segera terselesaikan dan […]

The post Dalam Muam, Kiai Ahmad Zaeni Umumkan Pengunduran Agenda Akhirussanah appeared first on KHASKEMPEK.COM.

]]>
KHASKEMPEK.COM, KEMPEK – Dalam Agenda Muhadloroh Ammah (Muam), KH. Ahmad Zaeni Dahlan mewakili segenap keluarga besar yayasan KHAS Kempek mengumumkan pengunduran agenda Akhirussanah di pesantren tersebut. Hal ini dikarenakan menyikapi penyebaran virus Corona yang teramat pesat di Indonesia saat ini.

“Tentunya kita sudah berdo’a keliling pesantren, harapan kita supaya wabah ini dapat segera terselesaikan dan kita selalu sehat, namun dikarenakan setiap hari keadaan semakin memburuk, maka dari hasil rapat Masyayikh kemarin, memutuskan untuk mengundurkan agenda akhirussanah,” tutur Kang Ahmad pada Ahad (22/03/2020) pukul 22:00 WIB.

Beliau menjelaskan bahwa pengunduran agenda Akhirussanah tersebut dilakukan karena khawatir akan menjadi wadah empuk untuk penularan virus Covid-19.

Sejauh ini, tutur beliau, kesepakatan awal pihak Masyayikh mengenai agenda Muwaada’ah atau Akhirussanah akan dilaksanakan pada akhir bulan Syawal, sekitar tanggal 13 dan 15 Juni. Itu pun tetap kondisional melihat perkembangan Corona di Negeri ini.

Kang Ahmad juga menuturkan bahwa pihak keluarga besar yayasan memohon maaf atas pengunduran tanggal acara tersebut, ini pun dalam rangka turut mensukseskan misi pemerintah dalam memberantas virus asal Wuhan tersebut.

“Kita banyak berdoa saja, supaya masalah virus Covid-19 dapat cepat terselesaikan. Selain itu, kita juga harus turut mensukseskan langkah-langkah pemerintah seperti menghindari kerumunan, sering mencuci tangan, dan lain sebagainya,”pesannya. (KHASMedia)

Pewarta: M. Bahrul Ulum
Editor: Tim KHASMedia

The post Dalam Muam, Kiai Ahmad Zaeni Umumkan Pengunduran Agenda Akhirussanah appeared first on KHASKEMPEK.COM.

]]>
https://khaskempek.com/dalam-muam-kiai-ahmad-zaeni-umumkan-pengunduran-agenda-akhirussanah-khas-kempek/feed/ 0
[LIVE] Kajian Tafsir Jalalain | QS. Al – Maidah Ayat 32 https://khaskempek.com/live-kajian-tafsir-jalalain-qs-al-maidah-ayat-32/ https://khaskempek.com/live-kajian-tafsir-jalalain-qs-al-maidah-ayat-32/#respond Wed, 04 Mar 2020 01:43:11 +0000 https://khaskempek.com/?p=5466 Kajian Tafsir Jalalain oleh KH Ahmad Zaeni Dahlan setiap untuk santri putri Ponpes Khas Kempek Cirebon

The post [LIVE] Kajian Tafsir Jalalain | QS. Al – Maidah Ayat 32 appeared first on KHASKEMPEK.COM.

]]>
Kajian Tafsir Jalalain oleh KH Ahmad Zaeni Dahlan setiap untuk santri putri Ponpes Khas Kempek Cirebon

The post [LIVE] Kajian Tafsir Jalalain | QS. Al – Maidah Ayat 32 appeared first on KHASKEMPEK.COM.

]]>
https://khaskempek.com/live-kajian-tafsir-jalalain-qs-al-maidah-ayat-32/feed/ 0
Tingkatkan Kompetensi, Pengawas Lakukan PKKM Terhadap Kepala MA KHAS Kempek https://khaskempek.com/tingkatkan-kompetensi-pengawas-lakukan-pkkm-terhadap-kepala-ma-khas-kempek/ https://khaskempek.com/tingkatkan-kompetensi-pengawas-lakukan-pkkm-terhadap-kepala-ma-khas-kempek/#respond Tue, 25 Feb 2020 04:14:22 +0000 https://khaskempek.com/?p=5377 KHASKEMPEK.COM, KEMPEK – Pengawas Madrasah Aliyah (MA) Kabupaten Cirebon melakukan Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) terhadap kepala MA KHAS Kempek, Palimanan, Cirebon. Kegiatan ini dimulai pukul 08.00 WIB, Selasa (25/02/2020). Dalam sambutannya, Kepala Madrasah KH. Ahmad Zaeni Dahlan, Lc, M. Phil mengucapkan selamat datang kepada pengawas. “Ini merupakan momen yang ditunggu-tunggu. Karena kegiatan PKKM ini, […]

The post Tingkatkan Kompetensi, Pengawas Lakukan PKKM Terhadap Kepala MA KHAS Kempek appeared first on KHASKEMPEK.COM.

]]>
KHASKEMPEK.COM, KEMPEK – Pengawas Madrasah Aliyah (MA) Kabupaten Cirebon melakukan Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) terhadap kepala MA KHAS Kempek, Palimanan, Cirebon. Kegiatan ini dimulai pukul 08.00 WIB, Selasa (25/02/2020).

Dalam sambutannya, Kepala Madrasah KH. Ahmad Zaeni Dahlan, Lc, M. Phil mengucapkan selamat datang kepada pengawas. “Ini merupakan momen yang ditunggu-tunggu. Karena kegiatan PKKM ini, saya fikir sangat positif sekali,” kata beliau.

Kemudian beliau melanjutkan, bahwa MA KHAS Kempek sangat berterima kasih atas pengawasan dan bimbingan. “Selama ini pengawas, terutama Bapak H. Abdurrakhamn, senantiasa memberikan pengawasan, bimbingan, nasihat, masukan dan lain sebagainya secara terus menerus,” katanya.

“Begitu juga acara-acara yang sifatnya lebih resmi, seperti PKKM ini, sehingga kita mendapatkan masukan dan evaluasi, yang Insya Allah dapat meningkatkan kompetensi dan mengembangkan kapasitas saya pribadi sebagai Kepala Madrasah dan tentunya kualitas MA KHAS Kempek yang kita cintai ini,” jelasnya.

Menurut H. Abdurrakhman, S.PdI. M.Ag selaku pengawas, bahwa pelaksanaan PKKM ini sesuai dengan SK. Dirjen Pendis Nomor 111Tahun 2019. “Di madrasah negeri maupun swasta semuanya akan dinilai melalui PKKM, Penilaian Kinerja Kepala Madrasah,” katanya.

Sedangkan pengawas, Drs. H. Abdul Rosyid, M.Pd menjelaskan mengenai teknis pelaksanaan PKKM ini. “Saya lebih mengacuh kepada teknisnya. Meskipun kalau dilihat dari profil madrasah yang sudah ditayangkan, dengan jumlah siswa 1500 itu menunjukkan penilaian dan kepercayaan masyarakat yang tinggi,” katanya.

“Sehingga disini, kami hanya melegalkan secara kepemerintahannya saja, baik dengan akreditasi, PKG maupun PKKM. Tetapi kami juga harus melihat dan mengecek setiap dokumen administrasi dan bukti fisiknya juga,” tegasnya.

Setelah acara sambutan selesai, selanjutnya pengawas langsung mengecek data, dokumen administrasi dan bukti fisik tersebut sampai selesai pada pukul 10.30 WIB.

Kemudian pengawas menyampaikan tentang hasil dari pelakasanaan PKKM ini. Dalam hal ini, pengawas memuji bahwa MA KHAS Kempek adalah madrasah yang paling siap dan lengkap dokumennya.

Selain itu, pengawas juga memberikan pembinaan dan masukan untuk kemajuan madrasah kedepannya. Terakhir, acara ditutup dengan doa. (KHASMedia/MA KHAS Kempek)

The post Tingkatkan Kompetensi, Pengawas Lakukan PKKM Terhadap Kepala MA KHAS Kempek appeared first on KHASKEMPEK.COM.

]]>
https://khaskempek.com/tingkatkan-kompetensi-pengawas-lakukan-pkkm-terhadap-kepala-ma-khas-kempek/feed/ 0