Kiai Musthofa Aqiel Tegaskan Alasan Pesantren Dirikan Lembaga Formal

0
391

KHASKEMPEK.COM, KEMPEK – Mengapa pesantren mendirikan lembaga pendidikan formal seperti sekolah dan kampus? Begitulah pertanyaan KH. Musthofa Aqiel kepada ribuan santri PP. KHAS Kempek selepas ziarah kubur bersama, Jumat (06/03/2020).

Menurut kiai yang menjabat Rais Syuriah PBNU ini, arus globalisasi sudah tak terbendung lagi. Beragam informasi sudah bisa diakses dengan sangat mudah melalui mesin pencarian Google.

Internet Jelas memang memiliki manfaat luar biasa, semua konten terdapat di dalamnya. Mulai dari konten pendidikan, hiburan dan lainnya tersaji sangat gamblang dan lengkap.

Namun jika pengguna internet tidak memiliki integritas moral yang cukup, kata Kiai Musthofa, kerapkali terjadi pergeseran nilai yang signifikan. User yang tadinya meraih ilmu dari guru, kini berpusat pada internet.

Dalam keadaan seperti ini, imbuhnya, posisi guru hanya sebagai assesmen nilai dan predikat, menilai iya atau tidak serta melegalisir peringkat tinggi atau rendahnya nilai siswa. Sedangkan ilmu sudah mereka dapati dari internet.

“Pada saat inilah moralitas penuntut ilmu menjadi gersang dan kering akan sumber keberkahan ilmu yaitu piwulange guru (didikan guru),” terang Kiai Musthofa.

Oleh karena itu, tegas Pengasuh PP. KHAS Kempek ini, dibutuhkan lembaga pendidikan yang menekankan akhlak mulia siswa kepada guru dan sebaliknya.

Lantas, lembaga pendidikan model apa yg bisa menjawab tantangan tersebut? Kiai Mustofa menegaskan bahwa lembaga pendidikan sekolah dan kampus yg berbasis pesantrenlah yang mampu menjawabnya.

Karena di dalam pesantren, kata Kiai Musthofa, para siswa tidak hanya diajarkan teori dan ilmu akademik, akan tetapi moral serta karakter mereka dibina dengan baik.

“Para santri diharapkan mampu menjadi pribadi yang berkarakter mulia sesuai ajaran Nabi Muhammad SAW yang diwarisi oleh ulama sebagai perjuangan pendidikan pesantren,” tuturya. (KHASMedia)

Disadur dari dawuhnya KH. M. Musthofa Aqiel Siroj Pengasuh PP KHAS Kempek Cirebon, saat Pagi ziaroh kubur Masyayikh Kempek, Jumat, 06 Maret 2020.

Penulis: Aim Addardiri
Editor: Iin Sholihin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here