Kembali ke Pesantren, Nyai Tho’atillah Ja’far Bentuk Jihad Fisabilillah

0
100

KHASKEMPEK.COM, KEMPEK – Setelah dua minggu menikmati liburan di rumah, para santri memulai kembali aktivitasnya di pondok pesantren. Mereka mulai disibukkan lagi dengan kegiatan yang padat dari pagi hingga malam hari.

Nyai Tho’atillah Ja’far menilai aktivitas para santri di pondok pesantren merupakan bagian dari jihad fisabilillah. Mereka berjuang menghidupkan agama Allah SWT dengan mempelajari ilmu-ilmu agama.

“Memasuki pondok pesantren di awal ajaran baru adalah jihad fisabilillah untuk santri lama. Sedangkan santri baru merupakan titik awal perjuangannya,” terang Nyai Tho’atillah saat memberikan tausyiah di acara pemilihan ketua OSIS MTM Putri, Kamis (4/7) kemarin.

Setelah kembali ke pesantren, putri sulung alm Buya Ja’far Shodiq Aqil mengingatkan kepada para santri agar meningkatkan semangat belajarnya lagi. Di pesantren, rasa malas harus dibuang jauh-jauh.

Yang tadinya di rumah leha-leha dan santai, imbuh Nyai Tho’ah, ketika sudah di pesantren harus siap dan tanggap menghadapi aktivitas yang berat dan padat. Tapi sesuatu yang berat tersebut akan menuju kesesuatu yang berkah.

“Kita harus bersyukur masih bisa berada dipesantren. Berkhidmah kepada ilmu Allah SWT,” tuturnya

Di akhir sambutan, pengasuh PP. KHAS Kempek putri ini berpesan kepada para guru untuk semangat mendidik siswi madrasah di tahun ini. Dengan peran guru dan senior pondok, PP. KHAS Kempek dapat berkembang pesat seperti sekarang.

Nyai Tho’ah juga menceritakan Kiai Aqiel yang sangat telaten mendidik santri. Pada waktu itu, santri yang muqim di Majlis Tarbiyatul Mubtadiin (MTM) masih berjumlah 300 orang.

“Alhamdulillah dulu siswi madrasah yang 300 siswi, sekarang berjumlah 1.500 siswi,” ungkapnya.

Beliau berharap kepada ustadz dan ustadzah agar meneladani perjuangan Kiai Aqil dalam mendidik para santri. Kiai Aqil begitu ikhlas dan telaten mengajar santrinya.

“Semoga dengan banyaknya santri kedepannya harus lebih bagus dan berkualitas. Semakin maju madrasah serta pondok pesantrennya,” pungkas Nyai Tho’tillah Ja’far. (KHASMedia/Idrus/Sho)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here