Santri Kempek Praktik Mengurus Mayyit

Salah satu program Madrasah Tahdzibul Mutsaqqofien (MTM) Pondok Pesantren KHAS Kempek adalah Ikhtibar (ujian) sebagai syarat naik kelas, didalamnya juga ada agenda praktik ibadah cara mengurus mayyit, yang pada tahun ini telah dilaksanakan oleh santri yang sedang menempuh pengajian Al-‘imrithi, pada malam Sabtu (16/05/2014) di komplek pesantren Kempek, Palimanan, Cirebon, Jawa-barat.

Praktik ibadah mengurus mayyit dilaksanakan dengan memandikan, menkafani, menshalati dan mengubur mayyit, yang unik alat yang digunakan sebagai mayyit langsung menggunakan beberapa dari santri yang mengikuti praktik tersebut, bukan boneka atau alat mati lainnya.

‘’Alhamdulillah, setelah mengkaji materi tentang mengurus mayyit dari kitab fathul qorib, dan kemudian sekarang mempraktikan langsung, saya lebih memahami sekali tentang bagaimana cara yang benar memandikan, menkafani, menshalati dan mengubur mayyit’’. Ujar Kang Anwar, salah satu peserta dari kelas Al-‘Imrithi B.

Ust. Husnul Ma’ab, pembimbing ujian praktik yang dilaksanakan dalam setahun sekali itu mengatakan bahwa, ‘’alhamdulillah dengan metode langsung praktik seperti demikian, anak-anak lebih memahami langsung bagaimana mereka mengurus mayyit, yang tujuannya agar ketika di rumah nanti, jika ada kematian seseorang, santri kempek langsung tandang karena mereka telah faham materi dan telah mempraktikannya sekarang’’.

Kang Ma’ab, sapaan akrab Ustadz Husnul Ma’ab berharap, agar apa yang mereka praktikan tetap diingat dalam memori mereka, jangan sampai lupa, sebab ini penting bagi mereka saat mereka pulang di kampung halaman mereka masing-masing.

Lufaepi.