Tausiyah KH. Ni’amillah Aqiel Siroj dalam Halal Bi Halal Virtual STIKes KHAS Kempek

0
283

KHASKEMPEK.COM, KEMPEK – Pengasuh Pondok Pesantren KHAS Kempek Cirebon, KH. Ni’amillah Aqiel Siroj menyampaikan tausiyah dalam acara Halal Bi Halal dan Silaturahmi Virtual yang digelar oleh STIKes KHAS Kempek Cirebon, Ahad (7/6/2020).

Dalam acara yang bertemakan “Memaknai Idul Fitri Dalam Bingkai Silaturahmi” ini, beliau mengungkapkan rasa syukur meskipun kita berada di suasana wabah covid 19, kita masih di beri perlindungan oleh Allah, masih di beri rahmat, diberikan kesempatan berjumpa dengan bulan Ramadhan, dan memperbanyak amal, taqorrub kepada Allah SWT.

Pada bulan Ramadhan kita semua diuji oleh Allah. Tidak boleh makan, minum, dan berhubungan suami istri di waktu siang. Mulut kita juga dilarang menggunjing dan berbohong disaat berpuasa. Nabi Muhammad Bersabda:


ان رمضان اوله رحمة واوسطه مغفرة واخره عتق من النار

Sesungguhnya bulan Ramadhan awalnya itu rahmat, pertengahannya ampunan, dan akhirnya terbebas dari siksa neraka.

Artinya 10 hari pertama Ramadhan kita dijanjikan mendapatkan rahmat (kasih sayang), 10 hari pertengahan Ramadhan mendapatkan ampunan Allah, Dan 10 hari ketiga kita memperoleh jaminan ampunan oleh Allah Swt.

Kita juga diharapkan untuk meminta ampunan antara sesama manusia. Oleh karena itu setelah kita melaksanakan ibadah puasa, kita juga saling bersilaturrahmi dan saling memohon maaf kepada sesama manusia.

Maka pantaslah selesai Ramadhan memasuki Syawal kita sebagai pemenang, Allahummaj’alna, Minal ‘aidin wal faizin (Semoga Allah menjadikan kita kembali artinya tidak memiliki dosa dan kita menjadi orang-orang yang beruntung, orang-orang yang meraih kemenangan).

Kita menang karena kita tidak punya dosa, baik dosa kepada Allah atau sesama manusia. Dan kita bisa mampu menahan hal-hal yang dilarang selama sebulan penuh. Itu artinya kita dilatih oleh Allah harapannya untuk bisa melaksanakan tugas-tugas yang telah diberikan oleh-Nya. Kita mempunyai 2 tugas sebagai seorang manusia:

Pertama, kita tercipta sebagai seorang penghamba atau pengabdi Allah. Seperti dalam firman-Nya:


وما خلقت الجنّ والانس الاليعبدون

Tidaklah aku menciptakan manusia dan jin kecuali untuk beribadah.

Kedua, kita tercipta sebagai seorang khalifah, pengganti, wakil atau seseorang yang aktif dan berkreatifitas. Seperti dalam firman-Nya:


واذ قال ربك للملائكة اني جاعل في الارض خليفة

Sesungguhnya aku jadikan di muka bumi ini khalifah.

Ketika Allah hendak menjadikan khalifah di bumi, lalu malaikat pun protes,


قالوا اتجعل فيها من يفسك الدماء ونحن نسبح بحمدك ونقدس لك قال اني اعلم ما لا تعلمون

Wahai Tuhan ku, mengapa Engkau akan menjadikan khalifah di muka bumi seorang yang punya potensi membuat kerusakan dan menumpahkan darah. Sementara kami makhluk yang senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau.

Lalu Allah berfirman:


قال اني اعلم ما لا تعلمون

Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.

Dari dua ayat ini kita mempunyai 2 tujuan sebagai seorang manusia di bumi:

1. Menjadi abdullah “penyembah Allah” maka diatur oleh Allah dengan adanya syari’at, aqidah dan ada akhlak, semata-mata agar kita betul-betul menjdi ‘abdullah.

2. Khalifatullah “wakil Allah”. Contohnya kita berkreatifitas dan berperan sesuai dengan peran kita masing-masing. seperti Dokter Faris, sebagai ketua Stikes KHAS Kempek, ketua IDI Kabupaten Cirebon, Wakil Dekan Fakultas kesehatan Unswagat dll. Ini sangat luar biasa.

Ada juga manusia yang menjadi pengusaha, guru pengajar, petani dan sebagainya. Itu artinya kita sedang menjadi Kholifatullah fil ardi. Alam ini sebenarnya dibuat oleh Allah untuk melayani manusia.


هو الذي جعل لكم الارض ذلولا فامشوا في مناكبها وكلوا من رزقه واليه النشور

Allah adalah Dzat yg menjadikan bumi ini Dzalul (bisa kita luluhkan). Maka dari itu peran kita adalah bagaimana mengelola alam ini, bagaimana kita berperan di alam ini, dan memanage alam ini sehingga bisa teratur. Karena kita adalah sosok pemimpin yang memimpin alam ini. Itu merupakan perintah Allah SWT.


ولقد مكناكم في الارض وجعلنا لكم فيها معايش

Dan sungguh Aku telah tempatkan kalian di muka bumi ini dan Aku jadikan untuk kalian bumi sebagai sumber penghidupan.

Namun amat sedikitlah kamu bersyukur, maka dari itu kita belajar agama, mengaji agar ibadah kita benar dan aqidah kita benar. Dalam bertugas sebagai khalifah kita bebas melakukan semua hal yang kita mampu.

Di penghujung acara KH. Ni’amillah Aqiel berpesan kepada kita semua agar menjadi pribadi yang optimis dan waspada. Kita berharap bisa kembali melakukan metode pembelajaran seperti biasanya dan berdo’a semoga wabah covid 19 bisa hilang secepatnya.

“Jadilah mahasiswa yang bisa dibanggakan! Semoga Halal bi Halal ini bisa menjadi rutinitas tahunan di STIKes KHAS Kempek, sebagai bukti kita tidak kalah dengan lembaga-lembaga yang lain, dalam artian kita pun mampu menggunakan teknologi canggih,” harap beliau. (KHASMedia)

Penulis: Nur Kholis, mahasiswa STIKes KHAS Kempek
Editor: Tim Khas Media

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here