Oleh

AgusdinaTauficqqurrohman Jalal*

Pesantren Kyai Haji Aqiel Siroj (KHAS) Kempek Cirebon, bukan hanya lembaga pendidikan agama Islamsaja. Tapi juga satu wadah yang memiliki satu keistimewaan dalam melakukan pemikiran dalam berbangsa dan bernegara. Kempek lahir dalam keharmonisan Kyai dan Santri, serta lahir dalam ketawaduan dalam melahirkan pemikir-pemikir muda dari kaum sarungan. Bukan hanya dalam pemikiran keagamaan dan keislamaan saja, melaikan Kempek memberikan perluasan dalam dinamika-dinamika yang sedang terjadi.

Satu tokoh yang mungkin sangat asing didengar oleh kalangan masyarakat. Yang mungkin tokoh ini selalu memberikan kontribusi besar dalam kemajuan pesantren Kempek. Beliau lahir dari kalangan kaumsarungan, serta lahir asli dari keluarga Besar Pesantren Kempek. Beliau adalah Kyai Haji Ahsin Syifa Aqiel Siroj, lahir pada 24 Juni 1960. Beliau lahir kurang lebih bersamaan dengan lahirnya pesantren yang didirikan oleh ayahnya KH. Aqiel Siorj, Majlis Tarbiyatul Mubtadi’ein.

KH.Ahsin Syifa Aqiel Siroj, biasa di panggil akrab dengan nama Kang Ahsin. Kang Ahsin berpendidikan hanya pada ayahnya saja, tidak mondok dan belajar dimana-mana. Menurut KetuaUmum PBNU yang sekaligus kakak kandung dari Kang Ahsin dan juga pengasuh Pondok Pesantren KHAS Kempek menjelaskan bahwa, dari seluruh putra Kyai Aqiel yang tidak menyantren hanyalah Kang Ahsin. Kang Ahsin murni belajar di kalangan Pesantren Kempek dengan dibimbing oleh ayahnya sendiri.

Bahkan menurut KH. Muhammad Musthofa Aqiel Siroj, juga kakak kandungnya serta pengasuh utama di Pondok Pesantren KHAS Kempek menegaskan. Bahwa ketika santri dan masyarakat ingin mengetahui betul bagaimana cara Kyai Aqiel mengajarkan kitab dan pengajaran lainya,  Lihat saja cara penyampaian pengajaran Kang Ahsin, itu persis dengan apa yang dilakukan oleh Kyai Aqiel. Maka menurut beliau Kang Muh (Panggilan akrab KH. Muhammad Musthofa Aqiel Siroj), ngajilah kepada Kang Ahsin.

Kang Ahsin bekerja dan mendidik secara khusus di pesantren KHAS Kempek, cara penyampaian dan pengajarannya mempunyai silsilah yang baik. Semua bentuk pengajarannya hanyalah satu pengabdiannya terhadap pesantren yang didirikan oleh ayahnya saja.

 

Pemikir Pesantren

Filosofi pengajaran dan pemikiran Kang Ahsin mempunyai banyak kelebihan yang mungkin, banyak dikagumi oleh kalangan santri Pesantrenn KHAS Kempek. Cara pemikiranya pun mungkin banyak yang dilirik oleh beberapa golongan. Bagi santri Kempek, satu kewajiban dalam berta’dzim kepada kyai adalah suatu yang harus dilakukan oleh setiap santri.

Kontribusi Kang Ahsin dalam meluangkan berfikir bukan hanya ditubuh pesantren saja, melaikan kang Ahsin selalu berfikir bagaimana untuk memberikan saran apa yang sedang terjadi pada konteks sekarang. Biasanya Kang Ahsin memberikan filosofi berfikirnya ketika dalam acara dawuh yang selalu beliau berikan disela-sela santri yang datang kerumahnya untuk sowan. Tatkala santri Kempek yang ingin sowan kepada beliau harus dengan keramahan dan tatakrama dalam berbicara dan bersikap. Itu artinya Kang Ahsin mengajarkan secara rapih kepada santrinya untuk selalu bersikap ramah dalam berbicara dan bersikap kepada semua kalangan.

Konteks Pemikiran Kang Ahsin selalu menggunakan Filsafat yang banyak tidak bias dipahami oleh kalangan kaum sarungan. Kang Ahsin selalu berfikir dengan Ketawadhuaanya, serta menggunakan asal pemikiran yang tidak dapat dipahami, tapi seakan-akan santri juga sedikit demi sedikit bias secara cepat memahami cara pemikiran kang Ahsin. Akhirnya, banyak sekali santrinya Kang Ashin ketika lulus dari pesantren Kempek, selalu menggunakan cara strategi Kang Ahsin dalam bersikap dan berfikir.

Kang Ahsin secara struktur tidak masuk pada badan pengurusan oraganisasi Nahdlatul Ulama (NU), namun pemikiranya, banyak sekali tertuju pada organisasi terbesar di Asia ini.Dari mulai kegiatan NU yang dilaksanakan di Pesantren Kempek sampai kegiatan NU yang dilaksanakan di luar pesantren Kempek. Pemikiran Kang Ahsin memang sangat luar biasa, serta memberikan warna kepada Indonesia dan NU untuk selalu berfikir sejernih mungkin dan mendapatkan hasil dalam meluangkan pemikiranya.

Pemikiranya Kang Ahsin mungkin tidak terlalu banyak di ekspose oleh khalayak masyarakat  umum dan pesantren.Namun, kontribusi pemikiranya kang Ahsin selalu mendapatkan apresiasi dari kalangan pejabat, santri, kyai dan semua golongan. Serta, pemikiranya kang Ahsin selalu menghasilkan satu kontribusi besar pada konteks yang sedang terjadi.

Pengabdian Kang ahsin di pesantren Kempek bukan hanya satu sampai sepuluh tahun saja, beliau mengabdikan dirinya di pesantren Kempek sampai akhir hayatnya. Beliau meninggal satu tahun setelah kepergian kakak kandungnya Buya KH. Ja’far Shodiq Aqiel Siroj, pada pukul 04.00 WIB tanggal 12 April 2015, Kang ahsin wafat. Beliau meninggalakan Pesantren Kempek dan Istri, serta kedua anaknya yang masih dalam proses belajar di pesantren Lirboyo Kediri. Peringatan 40 hari wafatnya beliau akan dilangsungkan bertepatan dengan khataman Kitab Alfiyah Ibnu Malik pada 2 Juni 2015 bertempat di Pondok Pesantren KHAS Kempek Cirebon.

 

*Penulis Adalah Alumni Pondok Pesantren KHAS Kempek Cirebon dan Mahasiswa Sejarah dan Peradaban Islam UIN Sunan Gunung Djati Bandung.