Kiai Musthofa Aqil Jelaskan Tiga Kunci Sukses Nabi Muhammad SAW

0
519

KHASKEMPEK.COM, JAKARTA – Pengasuh Pondok Pesantren KHAS Kempek Cirebon sekaligus Rais Syuriah PBNU, KH. Muhammad Musthofa Aqil Siroj menyampaikan tausiyah pada acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, doa bersama mengenang 100 hari wafatnya almaghfurlah KH. Maimoen Zubair dan tasyakkuran atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional KH. Maskur (Deklarator PPP) di Markas DPP. PPP Menteng Jakarta Pusat, Ahad malam (17/11/2019).

Pada acara yang bertema “Spirit Ulama untuk Masa Depan PPP ini Kiai Musthofa dalam tausiyahnya menjelaskan tiga kunci sukses Nabi Muhammad SAW dalam berdakwah menyebarkan agama Islam. “Ada tiga kunci kesuksesan Kanjeng Nabi. Yaitu yatlu, yuzakki dan yu’allimu,” jelas menantu Mbah Maimoen Zubair ini.

Lantas beliau memberikan contoh bahwa nabi diberi tugas taghyirul aqidah, merubah akidah. Dari tuhan berhala menjadi tuhan Allah. Ini adalah tugas yang berat sekali tetapi ternyata bisa sukses meskipun yang dihadapi adalah orang-orang Arab yang bodoh dan sesat.

Allah SWT berfirman:


هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata. (QS. Al-Jumu’ah: 2).

Dari ayat Alquran diatas, Kiai Musthofa menyebutkan tiga kunci kesuksesan Nabi Muhammad SAW. Pertama membaca. Karena keikhlasannya dalam membaca, hal ini bisa merubah seseorang. Contoh sahabat Umar bin Khattab adalah orang yang paling benci kepada Kanjeng Nabi karena nabi telah merusak tatanan ketuhanan mereka.

Suatu hari Umar berlari membawa pedang untuk membunuh nabi. Di tengah jalan, ia bertemu dengan seseorang dan memberi kabar bahwa adiknya Fatimah binti Khattab sudah masuk Islam. Mendengar kabar itu, Umar sangat marah dan kembali pulang untuk menemui Fatimah. Ternyata sampai disana, Fatimah sedang membaca Alquran:


طه مَا أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لِتَشْقَىٰ إِلَّا تَذْكِرَةً لِمَنْ يَخْشَىٰ

Dengan mendengarkan bacaan Alquran, Umar menjadi lemas. Kemudian bertanya, “Apa yang sedang kamu baca?” Fatimah menjawab, “Alquran”. Umar langsung mengambil paksa Alquran tersebut dan membacanya. Seketika hatinya bergetar dan tubuhnya gemetar. Kemudian ia berlari menuju Nabi Muhammad Saw dan akhirnya masuk Islam.

Terakhir adik Kiai Said Aqil Siroj ini menyebutkan kunci sukses yang kedua dan ketiga. Yakni mensucikan dan mengajarkan mereka Alkitab dan Hikmah. (KHASMedia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here