LTM NU: Jadikan Masjid Sebagai Pusat Gerakan

Masyarakat Nahdliyin harus kembali memanfaatkan masjid sebagai pusat gerakan. Hal ini dipahami mengingat fakta di lapangan bahwa masjid kerap disalahgunakan oleh sebagian kelompok untuk menebar kebencian berlandaskan paham keagamaannya yang tertutup.

Demikian disampaikan KH Manan Abdul Ghani, Ketua Pengurus Pusat  Lembaga Takmir Masjid (LTM) NU dalam seminar bertemakan Peran Alumni  Pesantren Kempek dalam Memakmurkan Masjid dan Masyarakat di Majlis Al-Ghadir, Pesantren Kempek Cirebon, Jumat (13/12).

“Selain tempat beribadah, masjid juga merupakan tempat strategis untuk menjaga dan menguatkan tradisi keNUan di tengah masyarakat,” ungkap Kiai Manan.

Kiai Manan menambahkan, guna melancarkan gagasan tersebut, di bawah komandonya, LTM NU bertugas mengawal masyarakat Nahdliyin agar masjid  di daerah-daerah tidak diambil-alih oleh kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab. Selain itu,  ia mengaku, pihaknya telah menyempurnakan pusat data atau semacam direktori masjid di Indonesia.

“Kami mengimbau masing-masing daerah untuk menyediakan database guna mendukung program silaturahmi masjid yang digawangi LTM NU,” katanya.

Acara seminar sekaligus temu alumni pesantren Kempek Cirebon ini dihadiri oleh sekurangnya 200 peserta. Selain Ketua PP LTM NU, hadir pula sebagai pembicara H Mansyur Saerozi, Wakil Ketua PP LTM NU, serta para sespuh Pesantren Kempek, Cirebon.

Liputan Sobh Adnan, dimuat di NU Online