Kempek

Puisi Sobih Adnan

 

Purnama telah tumpah,
Menjadi sebaris kaligrafi keramat, di hatiku.
Malam itu.

Siangnya, aku menghadapmu lagi, mengaji kembali.
Pantas saja,
Kangkung, ilalang, semanggen sekalipun, mereka akan berdzikir, jika di tanahmu.

“Alaa laa tanaalul ‘ilma illa bisittatin # Saun biika anmajmuu ihaa bibayaani.
Dzukaaun wa hirsun washthibarun wa bulghatun # Wa irsyaadu ustaadzin wa’thuulu zamaani”.*

 

Inilah sepenggal nadzom yang pernah kucuri, dengan sangat hati-hati, dari dadamu.
Kemudian dengan sangat gugup kuberi sebuah judul
; rindu.

Cirebon, 19 April 2012
* Dikutip dari nadzom kitab Ala Laa Tanalul ‘Ilma karya Muhammad bin Ahmad Nabhan.

 

Puisi ini telah diterbitkan Surat Kabar KOMPAS, tanggal 4 Mei 2012

Sobih Adnan, Alumni Pesantren MTM Kempek Cirebon angkatan 2009, tinggal di Astanajapura Kabupaten Cirebon.