Makna Idul Fitri – KHASKEMPEK.COM https://khaskempek.com Pondok Pesantren KHAS Kempek Cirebon Wed, 20 May 2020 13:33:35 +0000 id-ID hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.2 https://khaskempek.com/wp-content/uploads/2019/04/cropped-Logo-KHAS-Kempek-Cirebon-2-32x32.jpg Makna Idul Fitri – KHASKEMPEK.COM https://khaskempek.com 32 32 KH. Ahmad Zaeni Dahlan: Jadikan Hari Raya Idul Fitri Sebagai Sarana Evaluasi Diri https://khaskempek.com/kh-ahmad-zaeni-dahlan-jadikan-hari-raya-idul-fitri-sebagai-sarana-evaluasi-diri/ https://khaskempek.com/kh-ahmad-zaeni-dahlan-jadikan-hari-raya-idul-fitri-sebagai-sarana-evaluasi-diri/#respond Sun, 24 May 2020 22:00:11 +0000 https://khaskempek.com/?p=6240 KHASKEMPEK.COM – Di dalam makna Al-Fitr yang sudah disampaikan sebelumnya itu terdapat benang merah, yaitu bermakna mengintrupsi sesuatu yang terjadi di tengah hal-hal lain yang sedang berlangsung. Contoh ketika kita puasa kemudian kita membatalkan puasa itu, berarti ini adalah mengintrupsi saat-saat kita berpuasa. Allah misalnya: Fathiros samawati wal ardh. Allah yang menciptakan langit dan bumi. […]

The post KH. Ahmad Zaeni Dahlan: Jadikan Hari Raya Idul Fitri Sebagai Sarana Evaluasi Diri appeared first on KHASKEMPEK.COM.

]]>
KHASKEMPEK.COM – Di dalam makna Al-Fitr yang sudah disampaikan sebelumnya itu terdapat benang merah, yaitu bermakna mengintrupsi sesuatu yang terjadi di tengah hal-hal lain yang sedang berlangsung. Contoh ketika kita puasa kemudian kita membatalkan puasa itu, berarti ini adalah mengintrupsi saat-saat kita berpuasa. Allah misalnya: Fathiros samawati wal ardh. Allah yang menciptakan langit dan bumi.

Maka kata-kata fathir yang semula tidak ada langit dan bumi, kemudian Allah menciptakannya. Ini adalah mengintrupsi sesuatu yang sebelumnya berjalan. Maka tentunya agar hari raya Idul Fitri ini betul-betul menjadi hari bagi kesucian dan kemenangan kita.

Bagaimana hari raya ini bisa dijadikan sebagai momen di samping untuk bersukur dan mengungkapkan rasa bahagianya kita karena telah menyelesaikan puasa selama satu bulan penuh, akan tetapi hari raya Idul Fitri ini juga harus dijadikan sebagai saat-saat kita untuk mengevaluasi atau merenungkan ulang ibadah yang sudah kita lakukan selama bulan puasa ini.

Ulama salaf terdahulu, seperti yang diceritakan dalam kitab-kitab, termasuk diantaranya adalah kitab Ihya Ulumiddin mengatakan, apabila mereka telah menyelesaikan satu tugas dan ibadah tertentu, seperti ibadah puasa, maka mereka tidak langsung merasa puas dan bahagia, akan tetapi justru merasa waswas dan khawatir, barangkali ibadah puasanya tidak diterima oleh Allah SWT.

Oleh karena itu, kita lihat di dalam ajaran Islam, di mana setiap selesai ibadah itu senantiasa kita dianjurkan untuk beristighfar. Setelah shalat atau haji, kita juga dianjurkan untuk beristighfar. Ini menunjukkan bahwa kita seharusnya tidak segera merasa puas dengan ibadah yang telah kita selesaikan.

Hal ini juga yang berkaitan dengan ayat Al-Qur’an, faidza faroghta fanshob wa ila robbika farghob. Maka apabila kamu telah menyelesaikan ibadah mu, maka lakukanlah dengan baik ibadah mu yang lain. Dan hanya kepada Tuhan mu kamu bisa menaruh harapan.

Ada maqalah yang diucapkan oleh Shohibul Hikam, Ibnu Athoillah Al-Iskandari yang mengatakan bahwa,

من وجد ثمرة عمله عاجلاً فهو دليل على وجود القبول

Artinya, “Siapa yang merasakan buah dari amalnya seketika di dunia, maka itu menunjukkan Allah menerima amalnya.”

Maksud dari maqolah ini adalah bagaimana amal perbuatan kita betul-betul berpengaruh pada kualitas peningkatan ibadah kita dan berdampak positif terhadap tingkat ketakwaan kit kepada Allah SWT dan bagaimana amal ibadah ini bisa menjadikan kita sebagai pribadi yang peduli terhadap sesama.

Kita juga bisa menilai sejauh manakah ibadah kita itu bisa diterima dengan bagaimana setelah berpuasa ini dan di saat-saat hari raya Idul Fitri nanti, kita betul-betul sudah menanamkan dalam hati ini kualitas ibadah tersebut serta rasa kepedulian terhadap sesama. (KHASMedia)

The post KH. Ahmad Zaeni Dahlan: Jadikan Hari Raya Idul Fitri Sebagai Sarana Evaluasi Diri appeared first on KHASKEMPEK.COM.

]]>
https://khaskempek.com/kh-ahmad-zaeni-dahlan-jadikan-hari-raya-idul-fitri-sebagai-sarana-evaluasi-diri/feed/ 0
Khas Ramadhan, KH. Ahmad Zaeni Dahlan: Makna Idul Fitri Bagi Umat Islam https://khaskempek.com/khas-ramadhan-kh-ahmad-zaeni-dahlan-makna-idul-fitri-bagi-umat-islam/ https://khaskempek.com/khas-ramadhan-kh-ahmad-zaeni-dahlan-makna-idul-fitri-bagi-umat-islam/#respond Wed, 20 May 2020 19:00:10 +0000 https://khaskempek.com/?p=6200 KHASKEMPEK.COM – Beberapa hari lagi, kita akan merayakan hari raya Idul Fitri 1441 H. Setelah sebulan penuh, kita berpuasa, beribadah dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Idul Fitri adalah dua kalimat berupa Al-‘id dan Al-Fitroh. Al-‘id merupakan akar kata dari ‘ada ya’udu ‘audan, yang berarti berulang. Kenapa hari raya disebut Al-‘id? Karena hari raya merupakan […]

The post Khas Ramadhan, KH. Ahmad Zaeni Dahlan: Makna Idul Fitri Bagi Umat Islam appeared first on KHASKEMPEK.COM.

]]>
KHASKEMPEK.COM – Beberapa hari lagi, kita akan merayakan hari raya Idul Fitri 1441 H. Setelah sebulan penuh, kita berpuasa, beribadah dan memohon ampunan kepada Allah SWT.

Idul Fitri adalah dua kalimat berupa Al-‘id dan Al-Fitroh. Al-‘id merupakan akar kata dari ‘ada ya’udu ‘audan, yang berarti berulang. Kenapa hari raya disebut Al-‘id? Karena hari raya merupakan peristiwa yang berulang dalam kehidupan manusia. Dimana banyak orang yang mengharapkan agar peristiwa seperti hara raya ini senantiasa berulang dalam kehidupan mereka.

Sedangkan Al-Fitr itu mempunyai banyak versi. Bisa jadi merupakan sinonim dari kata Al-ifthor, yang berarti berbuka. Jadi ‘Idul Fithri adalah hari raya yang menandakan bahwa puasa kita telah berakhir. Hari raya dimana kita telah mengakhiri ibadah puasa kita. Oleh karena itu, pada hari raya dilarang untuk berpuasa. Ini sesuai dengan sebuah hadis yang berbunyi:

للصائم فرحتان، فرحة عند فطره، وفرحة عند لقاء ربه

“Bagi orang yang melaksanakan puasa ada dua kebahagiaan; kebahagiaan ketika berbuka, dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabbnya.”

Nah hari raya ini merupakan akumulasi dari kebahagiaan yang dirasakan oleh orang-orang yang berpuasa yang selama ini ia rasakan ketika saat-saat berbuka dan telah menyelesaikan ibadah puasa mereka.

Kemudian Al-Fitroh juga bisa berarti fitroh, kesucian manusia. Jadi ‘Idul Fithri adalah hari raya dimana manusia kembali kepada kesucian. Karena diharapkan dengan puasa selama sebulan penuh, dengan ibadah puasa pada siang harinya dan mengisi malam harinya dengan ibadah.

Seorang hamba diharapkan segala dosa-dosanya diampuni, sehingga jiwanya menjadi bersih, dirinya kembali kepada saat ia dalam keadaan fitroh yaitu dalam keadaan suci, tanpa dosa sebagaimana ia baru saja dilahirkan dari rahim ibunya.

Jadi ‘Idul Fitri adalah merupakan hari raya dalam rangka merayakan kembalinya kita kepada kesucian. Inilah yang dalam doa-doanya disebut, minal ‘aidin wal faizin. Artinya kita berharap agar dengan hari raya Idul Fitri, kita tergolong orang-orang yang kembali kepada kesucian diri kita dan mendapatkan keberuntungan dari Allah SWT. (KHASMedia)

The post Khas Ramadhan, KH. Ahmad Zaeni Dahlan: Makna Idul Fitri Bagi Umat Islam appeared first on KHASKEMPEK.COM.

]]>
https://khaskempek.com/khas-ramadhan-kh-ahmad-zaeni-dahlan-makna-idul-fitri-bagi-umat-islam/feed/ 0