KEMPEK – Rabu/18 April 2018/ Ada yang berbeda di rangkaian akhirussanah (pra muwada’ah) pondok pesantren KHAS Putri. Rangkaian acara perlomban sebelum acara puncak khataman ini dibuka dengan menampilkan kreatifitas santri.
Acara pembukaan ini berlokasi di halaman MTSs KHAS KEMPEK. Sebelumnya para santri dikumpulkan di Lapangan desa Kempek dengan memakai atribut asramanya masing-masing lalu berjalan sebagaimana kirab pada umumnya dengan menyanyikan lagu Ya lal Wathan, Ayo Mondok, Nazam Sullam as Sibyan, dan Tasrif khas kempek. “Pada tahun ini kami tampilkan pembukaan pra muwaada’ah atau perlomban-perlomban dengan kreatifitas santri yang menarik agar mereka lebih kreatif dan semangat lagi” ujar Ustadz Luqman Hakim sebagai ketua pelaksana.
Terlihat begitu antusias dan penuh semangat para santri KHAS putri menyaksikan kreatifitas yang ditampilkan. Di antara yang ditampilkan yaitu tari topeng, tarian Papua, nyanyian cublek-cublek suweng, opera, aksi drumband, dan formasi paskibra. Menurut ketua umum Madrasah Tahdzibul Mutsaqqafiin Putri, Ny.Hj.Tho’atillah Ja’far beliau mengatakan“Pra Muwada’ah kali ini lebih meriah dan berwarna karena tak hanya perlombaan-perlombaan tetapi ada pagelaran kreasi santri antar asrama untuk menunjukkan bahwa santri tidak hanya mengaji saja, tetapi juga dapat melestarikan budaya bangsa”.
Pagelaran Kreasi Santri ini sangat dirasakan lebih berwarna bagi para peserta, karena pagelaran kreasi ini mengajarkan para santri bahwa seni budaya itu harus dijaga kelestariannya, kalau bukan santri atau pelajar siapa lagi yang akan menjaganya, ujar salah seorang peserta yang tidak mau disebut namanya.
Hadir pada kesempatan itu, Ny. Hj. Daimah Nashir, Ny. Hj. Titim Fatimah, Ny. Hj. Tho’atillah Ja’far, Ny. Najhah Barnamij, Ny. Aqielah Ja’far, KH. Ahmad Zaini Dahlan, KH. Muhammad Bj, KH. Ahmad Nahdli, K. Ghufroni Masyhuda, dan seluruh guru Madrasah Tahdzibul Mutsaqqofin Putri.
*Ninik WH