Ketika KH Ma’ruf Amin bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Khas Kempek, Cirebon, Senin (25/2/2019). Beliau sangat bahagia bisa berkumpul bersama santri-santri dan para pengasuh. Beliau selalu tersenyum meskipun beliau sibuk menjalankan kegiatan-kegiatannya.

Dengan gaya khas kiai NU, beliau bercerita sambil melontarkan guyonan-guyonan. Beliau mengaku bahwa aktifitas sekarang berbeda dengan sebelumnya. Sekarang sangat padat sekali, berkeliling ke daerah-daerah di Indonesia dan berkunjung dari satu pesantren ke pesantren lain. “Saya sekarang suka “Djarum Super” Jarang di rumah, suka pergi,” kata beliau. Disusul dengan tawa dan tepuk tangan hadirin.

Dalam kesempatan itu, beliau juga bercerita pernah menjadi penasihat pembuatan sebuah film tetang pesantren yang dikerjakan warga asal Italia. Ia mengatakan sutradara film tersebut meminta nasihat bagaimana membuat film tentang Islam Nusantara.

“Dia muter-muter, datang ke Banten, dia lihat orang Badui tidur tenang, oh ini katanya Islam Nusantara itu. Islam yang toleran itu,” cerita Kiai Ma’ruf.

Kemudian sutradara film tersebut datang ke Jawa Tengah dan melihat Borobudur dimana lokasinya berada di sekitar permukiman umat Islam tetapi tetap aman. “Enggak ada gangguan. Itu namanya Islam rahmatan lil alamin,” imbuhnya.

Beliau menambahkan film itu juga mengambil latar kehidupan warga di sekitar Gunung Bromo. Di mana umat Hindu hidup berdampingan dengan umat Islam. “Inilah Islam Nusantara yang rahmatan lil alamin. Yang inilah Islam NU itu. Karena itu, saya akan buat film, tentang Islam Nusantara, akan saya putar, di seluruh Eropa dan Amerika,” ujarnya menirukan ucapan sang sutradara.

Nama Kiai Ma’ruf Amin pun disematkan sebagai penasihat. Film dokumenter itu telah diputar dalam festival film London hingga Vatikan. “Tapi apa kata mereka, mereka mengatakan ini adalah pemimpin masa depan dunia. Artinya the future leader in the world. Karena santri itu dianggap pemimpin masa depan dunia. (Khas Media)