Syekh Nawawi al-Bantani dalam muqoddimah tafsir Marah Labid, mengatakan, aku menulis tafsir bukan karena apa-apa, tapi dalam rangka mengabadikan ilmu dan mengikuti jejak ulama salaf. Kiai Soleh Darat juga pernah berkata hal seperti itu, kurang lebih demikian, beliau berkata, saya menulis bukan berarti saya pandai dalam hal itu, hanya saja saya berusaha mencontoh ulama salaf yang memiliki kebiasan menuliskan ilmunya di lembaran-lembaran kertas, dengan hati yang tulus dan ikhlas.

Kiai Musthofa Aqiel pernah berkata, menulislah kalian, sebab menulis adalah salah satu wasilah bagi seseorang untuk bisa menjadi alim dalam bidang agama. Beliau mencontohkan Kiai Said. Kiai Said itu alim, karena semasa mesantren, beliau pernah menulis kitab Alfiyyah Imam Suyuthi.

Menurut Kiai Musthofa, kenapa menulis bisa menjadikan alim, sebab, saat seseorang itu menulis maka semua anggota tubuh yang berperan dalam proses mendapatkan ilmu, itu ikut tergerak semua. Mata melihat, mulut berucap, tangan menulis, otak merekan, dan hati menyimpan. Kendati demikian, banyak orang yang enggan untuk menulis, sebab menulis bukanlah hal sepele.

Ayah Kiai Musthofa, Mbah Yai Aqiel Siroj juga punya tulisan yang sangat luar biasa dan memberikan manfaat yang sangat besar dikalangan santri, khususnya santri Pondok Pesantren KHAS Kempek. Beliau menuliskan kitab al-Ajurumiyah dengan nama Zubdah an-Naqiyyah fi Tarjamah al-Ajurumiyyah.

Dalam muqoddimahnya, beliau berkata, aku menuliskan ini dengan tujuan agar bisa membantu para santri dalam memahami kitab al-Ajurumiyah. Kitab al-Ajurumiyah adalah salah kitab yang memiliki barokah luar biasa, dengan bukti, setiap pesantren yang ada dimanapun pasti mengkaji kitab ini.

Bagi santri Kempek, kitab ini adalah kitab yang bergengsi sebelum mampu menggandeng kitab Dahlan Alfiyyah. Pasalnya, dalam masa mengkaji kitab ini banyak sekali rintangan yang kemudian menjadi kenangan yang tidak terlupakan. Terlebih, saat menghafal had al-Ajurumiyah yang ditulis oleh Mbah Yai Aqiel Siroj. Hafalan had tersebut adalah kewajiban bagi semua santri yang mengkaji kitab Zubdah an-Naqiyyah fi Tarjamah al-Ajurumiyyah.

Semoga kita semua bisa mendapatkan barokah dari beliau, sehingga bias memahami kitab tersebut dengan mudah dan mendapatkan ilmu yang bermanfaat dengan mengamalkannya kepada masyarakat. Lahu Al-Fatihah…

Sumber: Alfiyyah 3Kyai