Ya Lailu al Shabbu, Puisi Karya al Hushari yang Dijawab Oleh Ahmad Syauqi

0
190

KHASKEMPEK.COM – Abu al Hasan Ali al Hushari al Qairawani, sejak kecil sudah kehilangan ibu dan penglihatan mata. Ayahnya juga meninggal kala ia memasuki usia remaja.

Penyair asal kota Hushar dekat Qairawan Tunisia hidup pada abad ke-11 M, banyak meninggalkan karya puisi. Salah satu puisinya yang sangat terkenal dan dinyanyikan oleh bintang Arab Fairuz yaitu puisi Ya Lailu al Shabbu.

Sampai hari ini, para sastrawan Arab mencoba menciptakan puisi yang sama dengan mengikuti jejak gaya puisi beliau, baik tema, bahar, qafiah dan ketukan nada. Karena mereka ingin mengungguli keindahan puisinya. Dalam kajian satra Arab disebut al Mu’aradhah al Syi’riyah.

Berikut ini beberapa bait puisi Ya Lailu al Shabbu karya al Hushari;

يا ليل، الصب متى غده ؟
أقيام الساعة موعده ؟

Oh malam… kapan bisa bertemu kekasih?

Apakah pertemuan itu harus menunggu lama seperti datangnya hari kiamat?

رقد السمار فأرقه
أسف للبين يردده

Tukang begadang tertidur kecuali saya.

Karena takut tidak bisa bertemu dengannya.

فبكاه النجم ورق له
مما يرعاه ويرصده

Bintang-bintang pun menangis merasakan kesedihan.

Dia mengamati, dengan hati penuh bimbang memikirkan sang kekasih.

Pertanyaan-pertanyaan al Hushari dalam puisi Ya Lailu al Shabbu baru terjawab, setelah sekian lama sekitar 10 abad kemudian, dalam puisi mu’aradhah Ahmad Syauqi. Seorang penyair hebat bergelar Amir al Syu’ara kelahiran Kairo Mesir tahun 1868 dan meninggal tahun 1932 M.

Puisi al Mu’aradhah Syauqi atas puisi al Hushari yaitu ;

مضناك جفاه مرقده
وبكاه ورحم عوده

Tawanan cintamu adalah yang selalu gelisah, di atas tempat tidurnya

Orang orang datang menangisi dan iba kepadanya karena sakit kurang tidur.

Sebelum Syauqi, memang ada beberapa penyair sudah membuat puisi tandingan atas karya al Hushari. Namun puisi al Mu’ardhah Syauqi jauh lebih terlihat keunggulannya bila dibandingkan dengan lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here