Wahai Santri, Ingatlah 6 Syarat Mendapatkan Ilmu yang Bermanfaat

0
312

KHASKEMPEK.COM – Setiap umat Islam itu diwajibkan untuk menuntut ilmu. Hal ini seperti yang sebutkan dalam hadits nabi yang berbunyi: “Tholabul ilmi faridhotun ‘alaa kulli muslimin”. Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap individu muslim.

Tentunya, harapan bagi setiap pencari ilmu adalah mendapatkan ilmu yang bermanfaat, tanpa terkecuali para santri di Pondok Pesantren Khas Kempek yang tercinta ini.

Wahai santri, ingatlah 6 syarat untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat sesuai dengan keterangan dalam kitab Ala La yang dikaji di kelas dasar Madrasah Tahdzibul Mutsaqqofien Ponpes Khas Kempek Cirebon.

Dalam bait yang pertama disebutkan bahwa:


اَلاَ لاَتَنَالُ الْعِلْمَ اِلاَّ بِسـِتَّةٍ # سَأُنْبِيْكَ عَنْ مَجْمُوْعِهَا بِبَيَانٍ

Elingo dak hasil ilmu anging nem perkoro # bakal tak ceritaake kumpule kanti pertelo

Kemudian dilanjut dengan bait yang kedua yang berbunyi:


ذُكَاءٍ وَحِرْصٍ وَاصْطِبَارٍوَبُلْغَةٍ # وَاِرْشَادُ اُسْتَاذٍ وَطُوْلِ زَمَانٍ

Rupane limpat lobo sobar ono sangune # lan piwulange guru lan sing suwe mangsane

Ingatlah! Kalian tidak akan mendapatkan ilmu yang bermanfaat kecuali dengan 6 syarat, yaitu cerdas, semangat, sabar, biaya, petunjuk ustadz dan lama waktunya.

Pertama cerdas, ulama membagi kecerdasan menjadi dua yaitu: yang pertama, muhibatun minallah (kecerdasan yang diberikan oleh Allah). Contoh, Seseorang yang memiliki hafalan yang kuat.

Yang kedua adalah kecerdasan yang didapat dengan usaha (muktasab) misalnya dengan cara mencatat, mengulang materi yang diajarkan, berdiskusi dan lain-lain.

Kedua semangat, Barang siapa yang bersungguh-sungguh, maka ia akan mendapatkan kesuksesan. Begitu pula dalam menuntut ilmu, kesungguhan adalah salah satu modal untuk menguasai ilmu yang sedang kita pelajari.

Pepatah mengatakan:  مَنْ جَدَّ وَجَدَ  “Siapa bersungguh-sungguh pasti dapat”.

Ketiga sabar, dalam menuntut ilmu dibutuhkan kesabaran, sabar dalam belajar, sabar dalam diuji, sabar dalam segala hal yang kita alami dalam proses menuntut ilmu, sabar dalam menjalani hukuman sekalipun jika ada.

Hidup ini adalah ujian pasti Allah akan uji kesungguhan kita dalam menuntut ilmu, jikalau kita lolos dalam menjalaninya maka kita akan dinaikan tingkat kita dari yang sebelumnya.

Pepatah mengatakan, “Orang yang cerdas adalah orang yang tidak akan pernah berhenti belajar.

Keempat biaya, Dalam menuntut ilmu tentu butuh biaya (bekal), tidak mungkin menuntut ilmu tanpa biaya (bekal). Contoh para imam, Imam Malik menjual salah satu kayu penopang atap rumahnya untuk menuntut ilmu.

Imam Ahmad melakukan perjalanan jauh ke berbagai negara untuk mencari ilmu. Beliau janji kepada Imam Syafi’i untuk bertemu di Mesir akan tetapi beliau tidak bisa ke Mesir karena tidak ada bekal. Seseorang untuk mendapat ilmu harus berkorban waktu, harta bahkan terkadang nyawa.

Kelima petunjuk ustadz, Salah satu hal yang paling penting dalam menuntut ilmu adalah bimbingan dari seorang guru. Terlebih belajar ilmu agama Islam, haruslah sesuai dengan bimbingan guru. Belajar agama Islam janganlah secara otodidak semata, karena akan menjadi bahaya jika salah memahami suatu teks ayat atau hadits.

Dikarenakan begitu pentingnya bimbingan guru, maka kita haruslah menghormati dan memuliakan guru. Hal ini semata-mata untuk mendapatkan ridha guru yang pada akhirnya akan mengantarkan kita kepada Allah.

Keenam lamanya waktu, Dalam menuntut ilmu butuh waktu yang lama. Tidak mungkin didapatkan hanya dalam hitungan bulan saja.

Imam Al-Baihaqi berkata:”Ilmu tidak akan mungkin didapatkan kecuali dengan kita meluangkan waktu”.

Imam Al-Qadhi ditanya: “Sampai kapan seseorang harus menuntut ilmu?” Beliau menjawab: ”Sampai ia meninggal dan ikut tertuang tempat tintanya ke liang kubur.”

Demikian, semoga kita bisa mengamalkannya, sehingga kita akan mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Amin. (KHASMedia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here