Subhanallah, Inilah Adab Kiai Musthofa Aqiel kepada Kiai Miftachul Akhyar

0
344

KHASKEMPEK.COM, SEMARANG – Dalam beberapa kegiatan PBNU, tampak KH. M. Musthofa Aqiel Siroj yang merupakan Rais Syuriah PBNU bertemu dan berbincang bersama Rais ‘Aam PBNU, KH. Miftachul Akhyar. Seperti yang terekam dalam acara Peresmian Masjid An-Nahdloh dan Ground Breaking Asrama Santri Pondok Pesantren An-Nahdliyah Desa Padamulya Kecamatan Maleber Kabupaten Kuningan, Ahad, 22 November 2020.

Dalam pertemuan itu, tampak Kiai Musthofa Aqiel dan Kiai Miftachul Akhyar makan bersama dalam satu meja sambil berbincang dengan penuh kehangatan. Tentunya, canda dan tawa yang menjadi ciri khas kiai-kiai NU juga mengiringi obrolan beliau berdua. Sehingga terlihat kebersamaan dan kesejukan menjadi potret yang sangat berkesan.

Lanjut pada hari berikutnya, ternyata Pengasuh Ponpes Khas Kempek, Kiai Musthofa Aqiel bertemu kembali dengan Pengasuh Ponpes Miftachus Sunnah Surabaya yakni Kiai Miftachul Akhyar pada acara rapat PBNU yang digelar di Pondok Pesantren Asshodiqiyyah Semarang, Senin (23/11/2020).

Dalam pertemuan itu, suasana yang menunjukkan adab dan tatakrama hadir ketika Kiai Musthofa Aqiel baru datang dan menemui Kiai Miftachul Akhyar yang sedang duduk bersama dalam satu meja dengan Kiai Yahya Cholil Staquf. Dalam foto yang berhasil diabadikan oleh fotografer itu, tampak Kiai Musthofa bersalaman dengan mencium tangan Kiai Miftachul Akhyar.

Subhanallah, inilah teladan bagi kita semua, bahwa al-adab fawqo al-ilm, adab di atas ilmu. Inilah prinsip yang selalu dipegang para ulama NU sehingga hubungan antar ulama dan para santri terus terjalin meski di zaman yang serba canggih terlebih di era digitalisasi ini.

Sikap saling menghormati dalam tradisi warga NU bukan hanya karena sesepuh atau lebih tua, tapi karena kedalaman ilmu dan ketakwaan juga jadi faktor orang saling hormat dan bahkan saling berebut untuk mencium tangan berharap saling mendapat keberkahan.

Sungguh, kiai-kiai NU mengajarkan adab ewuh pakewuh yang sangat dalam. Menghormati orang yang lebih tua, atau dituakan, dengan penghormatan yang sedalam-dalamnya. Sehingga ini bisa menjadi teladan bagi kita semua. Semoga kita bisa mengikuti dan mengamalkannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here