Mengkaji kitab Alfiyah karangan Imam Ibnu Malik adalah kebanggaan setiap orang, terutamanya santri pondok pesantren. Kebahagiaan itu dirasakan bukan saja karena telah sampai kepada materi-materi menarik dalam ilmu Nahwu, akan tetapi juga karena keberkahan di dalamnya. Kebahagiaan itu pun didapat karena di dalam kitab Alfiyah tidak saja ilmu Nahwu yang diperdalam, tetapi lebih dari itu adalah memahami dan menghayati makna-makna kehidupan.

Kitab Alfiyah memang bukan kitab sastra. Namun, di dalamnya sangat kental dengan sastra. Pengarangnya begitu cantik dalam meramu setiap baris kalimat 1002 bait itu. Agaknya, itu tak bisa dirasakan kecuali setelah serius dan duduk fokus mengkaji kitab karangan ulama Spanyol ini sambil mendendangkan bait-bait magicnya. Setiap syair yang digagas sebagai permisalan, di dalamnya mengandung filosofi hidup yang sangat mendalam. Memukau.

Kitab Alfiyah memang kitab Nahwu. Namun, di dalamnya terdapat berbagai disiplin ilmu pengetahuan yang luar biasa. Mengkajinya, kita akan belajar ilmu sejarah, ilmu matematika, ilmu fisika, biologi, dan filosofi-filosofi setiap problem kehidupan, serta percintaan yang mampu menebar pesona bagi para pengkajinya. Sungguh indah.

Kitab Alfiyah memang menjadi icon di pesantren-pesantren sebagai kitab yang fenomenal dan menakjubkan. Namun lebih dari itu, kitab Alfiyah menjadi bahan diskusi di kalangan akademisi, ilmuan, dan para kritikus sastra. Agaknya, kitab Alfiyah bagaikan muara kehidupan manusia, apapun peminatannya. Sungguh agung.

Bagaimanapun, kitab Alfiyah bagai satu program studi yang menawarkan beribu-ribu disiplin program studi. Bagai satu menu yang digandrungi siapapun. Rasanya jarang, untuk menyatakan tidak ada, kitab Nahwu yang pembahasannya mampu menyibak berbagai rahasia-rahasia kehidupan dunia dan akhirat, kecuali kitab Alfiyah.

Siapapun berburu studi, siapapun haus keilmuan, buru dan tenggaklah menu dalam kitab Alfiyah Ibn Malik. Karena dengan mengenalinya dan menikmatinya, niscaya akan ditemukan pancaran kehidupan sesungguhnya.

Jakarta, 15 Desember 2018.

Lufaefi