Palimanan (02/08/2018) Dari zaman dahulu (generasi jadul) sampai “zaman now” (generasi milenial) kebanyakan siswa-siswi madrasah menganggap Bimbingan Konseling (BK) itu hanya diperuntukkan bagi anak-anak yang nakal atau bermasalah saja, padahal sebenarnya tidak demikian. Pada dasarnya bimbingan konseling juga dibutuhkan untuk memotivasi peserta didik di suatu madrasah.

Demikian juga yang selama ini berlangsung di MA KHAS Kempek, anak-anak terutama siswa masih beranggapan kalau guru BK itu galak dan suka menghukum. Ada juga siswa yang tidak mau masuk keruang BK atau tidak mau menghadap ketika dipanggil oleh guru BK, karena mereka mempunyai anggapan kalau dipanggil dan masuk ke ruangan tersebut pasti mempunyai masalah dengan madrasah. Pada hal seperti yang kita ketahui bersama, pelayanan bimbingan konseling, seperti yang sudah disebutkan diatas, pada sifatnya untuk membantu siswa-siswi dan melayani semua anak, baik yang bermasalah maupun yang tidak bermasalah, tetapi memang lebih diprioritaskan pada pelajar yang mengalami masalah dan membutuhkan bantuan. Misalnya, masalah pribadi, sosial, karir, kelanjutan ke perguruan tinggi. Metode bimbingan yang dipraktekkan tidak hanya memanggil murid datang ke ruang BK, tetapi juga mendatangi kelas-kelas. Guru BK juga harus siap mendapat curhatan dari guru mata pelajaran dan wali kelas mengenai prestasi peserta didiknya.

Pelaksana Bimbingan Konseling Kelas XII dan Bimbingan SPMB, Kadiro S.Pd, menuturkan bahwa MA KHAS Kempek juga menyalurkan siswa-siswinya untuk melanjutkan kuliah melalui jalur SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) dengan pola seleksi dengan menggunakan nilai raport tanpa tes tulis, adapun siswa-siswi yang berhasil masuk jalur tersebut diantaranya: Ina Khoirunnisa di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Arina Mualannisa dan Putika Marks khoerenisa di Universitas Negeri Semarang (UNNES), Rekha Putri Liyanti di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Aufa Amalia Haq, Yuli Maulidah, Anita Rachmah, Ayu Septiani di UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Amna Nur Yakinah di Universitas Negeri Malang (UNM), Abdul Malik di UNITIRTA Banten, Masrur Jalaliya di Universitas Diponegoro (UNDIP) dan masih banyak lagi. “Semoga tahun ajaran sekarang dan seterusnya, siswa-siswi MA KHAS Kempek lebih banyak lagi yang diterima lewat jalur ini amin,” tuturnya.

*AdminMA