KEMPEK – Kedisiplinan dan akhlak adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Karena kedisiplinan adalah bagian dari akhlak. Oleh karena itu orang yang mempunyai sikap disiplin sudah pasti mempunyai akhlak yang terpuji. Sikap disiplin sangat penting diajarkan kepada santri atau siswa-siswi disuatu lembaga pendidikan. Dan dalam urusan kedisiplinan belajar, peran guru sangatlah penting. Hal ini seperti yang disampaikan oleh KH. Ahmad Zaini Dahlan, Lc., M.Phil (Kepala MA KHAS Kempek) ketika ngobrol-ngobrol dengan beliau. Rabu (14/11/2018).

Beliau memulai pembicaraannya dengan mengatakan bahwa akhlak adalah salah satu hal yang menjadi prioritas di Pondok Pesantren. Bagaimana agar santri atau siswa-siswi menjadi orang-orang yang berakhlak dan mempunya moral. Dalam level tertentu, sebenarnya akhlak santri cukup membanggakan dan dianggap berhasil. Seperti mengajarkan santri tentang menghormati guru, kesederhanaan dan kepedulian. Hal ini di Pondok Pesantren sudah cukup bagus. Tapi ada sisi-sisi akhlak, khususnya di Pondok Pesantren KHAS Kempek ini yang masih kurang, yaitu kedisiplinan. Padahal kedisiplinan ini merupakan bagian dari akhlak.

Kemudian beliau melanjutkan obrolannya. Sebenarnya kebiasaan disiplin juga merupakan sesuatu yang tak terpisahkan dari santri. Artinya santri sudah melakukannya dan menjadi kebiasaan atau rutinitas setiap hari. Contoh seperti sholat berjama’ah. Tapi kedisiplinan santri atau siswa-siswi yang dirasakan masih kurang saat ini adalah kedisiplinan dalam masalah mengaji dan sekolah. “Itulah yang menjadi perhatian utama dari saya sebagai Kepala Madrasah, pengurus Yayasan dan juga Pengasuh Pondok Pesantren,” tutur beliau.

Beliau mempunyai pertanyaan besar, yaitu: Pertama. Bagaimana caranya supaya kedisiplinan itu benar-benar diamalkan oleh santri/siswa-siswi dalam segala aspek kehidupannya. Padahal kedisiplinan itu peranannya sangat penting sekali, terutama kedisiplinan dalam belajar?

Kedua. Bagaimana agar kedisiplinan itu bisa berkembang dan menjadi karakter yang dimiliki oleh santri/siswa-siawi, termasuk dalam masalah kedisiplinan disekolah, pengajian dan sebagainya?

Nampaknya beliau semakin serius. Obrolan yang tadinya santai menjadi lebih hangat meski kami berada diruangan yang ber-AC. Dengan bukti beliau terdiam dengan menundukkan kepala agak lama. Kemudian menarik nafas panjang dan berkata bahwa faktor yang paling menentukan dalam hal ini sebenarnya adalah guru. “Ya guru. Merekalah kunci utamanya. Maka sekarang kita masuk kedalam masalah yang penting, yaitu kedisiplinan guru. Karena yang namanya siswa itu tergantung bagaimana gurunya,” tegas beliau.

Masih dengan nada serius, beliau mengatakan bahwa kedisiplinan guru itu sangat penting sekali karena guru adalah orang yang digugu dan ditiru. Oleh karena itu mulailah dari guru untuk disiplin dalam mengajar dan segala halnya seperti tugas-tugas kekurikuluman serta proses-proses yang harus dilalui dalam memberikan pengetahuan kepada siswa-siswi. “Itukan sudah ada target-targetnya, sudah ada waktunya dan sebagainya,” ungkap beliau.

Semuanya harus dilaksanakan dengan disiplin dan penuh tanggung jawab. Lebih utama lagi adalah masuk kelas tepat waktu dan tidak banyak absen kecuali ada alasan yang jelas. Maka disiplin guru adalah merupakan elemen yang paling penting sehingga dapat membudayakan akhlak disiplin ditengah-tengah santri Pondok Pesantren KHAS Kempek yang tercinta ini.

Terakhir, sambil tersenyum beliau berkata bahwa kedisiplinan adalah kunci sukses dalam segala program kegiatan yang kita target. Kedisiplinan juga merupakan bagian dari kesabaran. Jadi kalau kita mau disiplin dalam kehidupan kita sehari-hari, Insya Allah kesuksesan akan mudah kita raih. Contohnya seperti menabung. Misalnya kita ingin berangkat haji atau ingin membeli rumah, maka untuk berhasil adalah dengan disiplin menabung. “Ayolah berdisplin!..,” ajak beliau.

Monggo dishare. Terima kasih.

Nara Sumber: Ahmad Dahlan
Foto: Muhammad Arwani
Penulis: Ibnu Sholeh

#EdisiLiburan #Motivasi #MAKHASKempek #AyoDisiplin#SaringSebelumSharing #Share #GuruMAKHASKempek