Pengaruh Matematika Al-Jabar; dari Kasus Fikih hingga Temuan Teknologi Modern

3
377


Fikih Merupakan Jantung Peradaban Pesantren

Seorang pemikir abad 20 M asal al Jazair, Malik bin Nabi menyebutkan, pilar-pilar utama terbangunnya sebuah peradaban yaitu; manusia, tanah (tempat), dan waktu. Disamping itu, beliau menambahkan adanya faktor al fikrah al Muhaffizah (ide pendorong) yaitu agama dan tantangan yang muncul di tengan masyarakat dan alam sekitarnya. Kesuksesan al Khawarizmi dengan temuan-temuannya yang sangat cemerlang jelas berangkat dari kegelisahan dalam menghadapi tantangan berbagai kasus-kasus fikih keagamaan yang terjadi di tengah masyarakat. Sebagai seorang faqih mazhab Hanafi, beliau berhasil menjawab tantangan-tantangan tersebut.

Peradaban pesantren yang bertumpu pada ide pemikiran agama, dalam hal ini ‘amaliah dan nalar fikih sebagai faktor pendorong dengan berbasis kitab kuning sebagai kurikulum utama lembaga pendidikan pesantren, sejatinya telah banyak berhasil menjawab tantangan kehidupan masyarakat, baik itu pembangunan pendidikan karakter, kesadaran dalam wawasan kebangsaan, sosial, politik, ekonomi dan lain sebagainya.

Namun kesadaran akan pentingnya penguatan pada pendidikan bidang ilmu eksak, sains dan teknologi masih sangat minim sekali (lihat, Menguasai Ilmu Eksakta dan Humaniora Melalui Kitab Kuning). Oleh karena itu, saya rasa penting bagi dunia pendidikan pesantren untuk menyempurnakan kurikulumnya dengan memasukkan mapel-mapel eksak, sains dan robotik yang berbasis kitab kuning. Pondok pesantren Luhur al Tsaqafah asuhan ketua umum Nahdlatul Ulama yaitu Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, MA sudah berusaha dengan menambahkan mapel eksak, sains pada tingkat Aliyah jurusan IPA dan bidang humaniora untuk jurusan IPS yang berbasis pada kitab kuning.

Al hasil, kekayaan peradaban pesantren dengan nalar fikihnya telah berhasil memberikan gagasan-gagasan besar dalam menjawab tantangan kehidupan masyarakat dan bangsa, harus terus kita rawat dan kembangkan. Siapa yang akan menggantikan kepakaran KH. Sahal Mahfuzd dengan fikih sosial, atau Gusdur dengan fikih kebangsaan, atau KH. Said Aqil Siroj dan lain sebagainya? Jawabannya wallahu ‘alam bisshawab.

3 KOMENTAR

  1. al hamduliilah sangat menginspirasi semoga bisa memotivasi anak2 santri untuk terus belajar bukannya hanya ilmu agama karena pada dasarnya ilmu agama, sains dan teknologi saling berkaitan. dan mengantarkan pada penciptnya. terima kasih kang idris

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here