Ngaji Jurumiyah Kempek (4): Tanda-tanda Kalimat Isim dan Penjelasannya

0
51

KHASKEMPEK.COM – Dalam ilmu nahwu atau grammatical Arabic kalimat itu dibagi menjadi tiga macam, yaitu kalimat isim, kalimat fi’il dan kalimat huruf. Hal ini sudah dijelaskan pada pertemuan ke 3 (baca juga: Ngaji Jurumiyah Kempek (3): Pembagian Kalimat dan Definisi Mufrod dalam Bab Kalimat).

Tanda-tanda Kalimat Isim

Nah, pada Ngaji Jurumiyah Kempek kali ini akan menjelaskan tentang tanda-tanda kalimat fi’il. Hal ini seperti penjelasan kiai mushonif dalam dawuh beliau yang berbunyi:

فَالْاِسْمُ يُعْرَفُ بِالْخَفْضِ وَالتَّنْوِيْنِ وَدُخُوْلُ الْاَلِفِ والْلَامِ وَحُرُوْفِ الْخَفْضِ

Al-Murod: Kalimat isim bisa diketahui (bisa dibedakan) dari kalimat fi’il dan huruf yaitu bisa ditemui I’rob khofadh (jer), tanwin, bisa kemasukan alif dan lam ( ال), dan huruf khofadh.

Berdasarkan keterangan tersebut, maka diketahui bahwa tanda-tanda (alamat) kalimat isim itu ada 4 (empat), yaitu:

1. I’rob Khofadh atau Jer

Setiap kalimat yang bisa menerima I’rob khofadh atau jer, maka pasti disebut kalimat isim. Hal ini baik jer dengan huruf, contoh: مَرَرْتُ بِزَيْدٍ atau jer dengan mudhof, contoh: جَاءَ غُلاَمُ زَيْدٍ ataupun jer dengan sebab mengikuti pada lafadz yang sebelumnya (menjadi na’at atau sifat), contoh: مَرَرْتُ بِزَيْدٍ الفَاضِلِ

Mengenai i’rob khofadh atau jer, kiai mushonif menjelaskannya dengan dawuh beliu yang berbunyi:

المراد بالخفض الكسرة وما ناب عنها من ياء وفتحة

Yang dimaksud dengan khofadh yaitu harokat kasroh dan pengganti dari harokat kasroh, yaitu ya dan fathah, contoh: مَرَرْتُ بِزَيْدٍ وَالزَّيْدَيْنِ وَالزَّيْدِيْنَ وَنَحْوُ مَرَرْتُ بِأَحْمَدَ

2. Tanwin

Alamat kalimat isim yang kedua adalah tanwin, seperti contoh: رجلٌ زيدٌ. Adapun pengertian dari tanwin akan dijelaskan di bawah ini sedangkan pembagian tanwin akan diterangkan dalam postingan tersendiri (baca juga: Pembagian Tanwin Ada 4).

حد التنوين نون ساكنة تلحق آخر الكلمة لفظا لاخطا

Almurod: Definisi tanwin adalah nun mati yang berada di akhir kalimat, yang ada dalam ucapan dan tidak ada dalam tulisan. Contoh: زيدٌ Keterangan: huruf dal pada lafadz Zaidun itu terdapat nun mati yang ada dalam ucapan tetapi tidak ada dalam tulisan.

3. Alif dan lam atau ال

Alif dan lam atau al merupakan salah satu alamat dari kalimat isim. Jadi apabila ada kalimat yang bisa dimasuki al, maka itu disebut kalimat isim, contoh: الرجلُ Mengenai al ini, kiai mushonif menambahkan keterangan yang berbunyi:

قوله دخول الالف واللام : المراد بها سواء كانت معرفة او زائدة او موصولة

Almurod: Yang dimaksud dengan al disini adalah baik al yang memakrifatkan isim nakiroh, al zaidah ataupun al maushulah. Contoh: الرجل ، العباس ، الضارب

4. Huruf Khofadh atau Jer

Ciri-ciri dari kalimat isim yang selanjutnya adalah kalimat tersebut dapat dimasuki oleh huruf khofadh/jer sehingga menjadi susunan jer-majrur. Mengenai hal ini, kiai mushonif menjelaskan mengenai macam-macam huruf jer berikut ini:

قوله وحروف الخفض: وهى من والى وعن وفى ورُبّ والباء والكاف واللام وحروف القسم وهى الواو والباء والتاء

Almurod: Huruf-huruf khofadh (huruf yang mengamal mengejerkan kalimat) yaitu: من والى وعن وفى ورُبّ والباء والكاف واللام وحروف القسم وهى الواو والباء والتاء

Contoh:

– مِنْ : أخذتُ العلمَ من الشيخِ

– الى : تُبْتُ الى اللهِ

– عن : تحوّلتُ عن المعصيةِ

– على : توكّلتُ على اللهِ

– فى : اجتهدتُ فى الدرسِ

– رُبَّ : رب رجلٍ كريم لقيته

– باء : مررتُ بزيدٍ

– كاف : زيد كالبدرِ

– لام : الجنةُ للمؤمنين

Adapun huruf qosam adalah huruf yang menunjukkan makna sumpah, huruf ini merupakan bagian dari huruf yang mengamal mengejerkan pada kalimat isim (مقسم به  ), jumlahnya ada 3 (tiga) yaitu: wawu qosam, ba’ qosam dan ta’ qosam. Contoh:  واللهِ باللهِ تاللهِ. Wallahu A’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here