Napak Tilas Kiai Said Aqil Siradj ke Ponpes Damaran 78 Kudus

0
125

KHASKEMPEK.COM, KUDUS – Usai menghadiri pelantikan PCNU Pati, ziarah ke makam Mbah KH. Mutamakkin Kajen dan kunjungan ke ndalem KH. Muazd, Kiai Said Aqiel Siradj meneruskan perjalanan ke Kudus untuk menghadiri pelantikan PCNU Kabupaten Kudus, Ahad (07/07/2019) malam.

Sebelum ke lokasi pelantikan PCNU Kudus, Kiai Said menyempatkan mampir ke Ponpes Damaran 78 Kudus untuk napaktilas leluhur dan bertemu cucu keponakan, KH. Ahmad Baha’uddin yang mengasuh pesantren Damaran 78 Kudus, peninggalan kakek canggah Kiai Said.

Dihadiri oleh ratusan santri Damaran dan dzurriyah Mbah Asnawi sepuh, Kiai Said sempat berdiolog dengan para santri Damaran, didampingi Gus Baha’ dan para dzurriyah pendiri pesantren. Saling gojlok dan canda-tawa terjadi antara Gus Baha’ dan Kiai Said dalam forum terbatas tersebut.

Kiai Said merasa terhormat atas sambutan luar biasa Gus Baha’ dan para santri Damaran atas kedatangannya.

“Untuk pertama kali saya datang fi hadzal maqamil mubarok, untuk napak tilas, yang sebetulnya napaktilas saya,” kata Kiai Said, di hadapan ratusan santri dan alumni Ponpes Damaran 78 Kudus, Ahad malam (07/07/2019) sekira pukul 20.30 WIB.

Kiai Said merasa berdosa karena sudah diberitahu keturunan Mbah Asnawi sepuh tapi belum pernah menginjakkan kaki ke ponpes peninggalan leluhurnya tersebut.

“Saya mndengar saya masih keturunan Mbah Asnawi sepuh, tapi baru kali ini saya bisa tabarruk melangkah kaki ke tempat ini,” lanjut Kiai Said.

Gus Baha’ bercanda, dengan mengatakan: “Kiai Said sudah diakui sebagai dzurriyah Mbah Asnawi sepuh karena sudah mau datang ke Kudus”.

Sebelum bertemu santri, Kiai Said sempat berbincang berdua dengan Gus Baha’ di ndalem inti Ponpes Damaran, disaksikan dzurriyah Mbah Asnawi, tentang urutan silsilah Kiai Said ke KH. Ahmad Sholeh bin Asnawi sepuh.

Usai dialog 20an menit, Kiai Said melanjutkan ziarah ke makma leluhurnya di komplek Makam Sunan Kudus. Napaktilas Kiai Said antara lain ke makam Mbah Sholeh, Mbah Ma’shum, Mbah Fauzan, lalu tahlilan di makam Mbah Asnawi sepuh, dilanjut ke pendiri NU, Mbah Kiai Asnawi Bendan. [dutaislam.com/ab]

Sumber: Duta Islam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here