Nahdlatul Ulama Adalah Sebuah Organisasi Yang Dibentuk Untuk Memperjuangkan Negara Dan Agama (2)

0
93
Kiai Musthofa Aqil: Salah satu bukti empiris ialah Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama yang di cetuskan pada tanggal 22 Oktober 1945 (Foto: Khas Media)

KH. Muh Musthofa Aqiel mengisi kajian Muhadlarah ‘Ammah, sabtu malam (23/3). Beliau bercerita; Nahdlatul Ulama memiliki peran penting dalam proses kemerdekaan Indonesia. Salah satu bukti empiris ialah Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama yang di cetuskan pada tanggal 22 Oktober 1945.

Berawal dari Belanda dan Sekutu yang ingin melakukan agresi militer di Surabaya, Hadratus Syaikh Mbah Hasyim Asy’ari mengumpulkan seluruh kyai sejawa – madura pada tanggal 21 Oktober 1945. Pada malam harinya seluruh kyai bertawajjuh kepada Allah, dan esok harinya dicetuskan fardhu ‘ain melawan penjajah dalam radius shalat qashar. Keputusan ini ditulis dengan nama resolusi jihad, lalu di sebar luaskan dan timbul lah semangat membela tanah air.

Setelah itu, pecahlah peperangan selama tiga hari, pada tanggal 28 – 30 oktober. Perang ini memakan banyak korban jiwa dari pihak sekutu, dan pada akhirnya, pihak Sekutu meminta melakukan genjatan senjata. Presiden Soekarno langsung datang ke Surabaya untuk menandatangani genjatan senjata tersebut. Sorenya, jendral Mallaby dari pihak Sekutu mati digranat oleh seorang santri bernama Harun. Setelah kematian sang jendral, pihak Sekutu memberikan ultimatum agar Surabaya menyerahkan diri. Jika tidak, Surabaya akan diserang.

Ditengah suasana yang krusial itu, seorang pemuda bernama Sutomo (Bung Tomo) meminta izin kepada Mbah Hasyim untuk mengambil alih RRI dan berorasi. Akhirnya masyarakat Indonesia semakin membara dan pecahlah perang pada tanggal 10 November 1945, yang kita kenang sebagai hari pahlawan nasional.

Bukan hanya muslim yang ada dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Kristen, katolik, budha dan hindu juga turut berjuang bersama demi meraih kemerdekaan, akhirnya para kyai NU mengutus KH. Wahid Hasyim untuk melakukan konsensus bersama para founding father demi membentuk sebuah negara. Maka tercetuslah Indonesia bukan merupakan daarul islam, melainkan daarus salam.

(KHASMedia)