Nahdlatul Ulama Adalah Sebuah Organisasi Yang Dibentuk Untuk Memperjuangkan Negara Dan Agama (1)

0
69
KH. Muh Musthofa Aqiel mengisi kajian Muhadlarah 'Ammah, sabtu malam (23/3). (Foto: Khas Media)

KH. Muh Musthofa Aqiel mengisi kajian Muhadlarah ‘Ammah, sabtu malam (23/3). Beliau bercerita, “Nahdlatul Ulama sudah berusia 96 tahun secara penanggalan hijriyyah dan 93 tahun secara penanggalan masehi. Sebelum NU berdiri, KH. Kholil yang terkenal sebagai syaikhul masyayikh (gurunya para guru) memanggil santri seniornya yang bernama As’ad Syamsul Arifin. Beliau menyuruh muridnya untuk mengantarkan sebuah kotak kepada KH. Hasyim Asy’ari di Jombang”, Cerita putra ketiga dari KH. Aqiel Siroj.

“Kala itu, As’ad tidak kenal siapa KH. Hasyim Dan tidak tahu dimana Jombang, ditambah zaman itu belum ada google maps”, tambah beliau disusul dengan tawa para santri “Ketika sampai di Surabaya, santri yang kelak akan menjadi mustasyar PBNU itu mampir berziarah ke makam Sunan Ampel. Di tengah kondisi kebingungan karena tidak tahu jalan, beliau bertemu dengan orang yang kebetulan berasal dari Jombang dan ternyata orang tsb merupakan tetangganya KH. Hasyim Asy’ari. Setelah melakukan perjalanan kereta api dari Surabaya bersama orang tadi, sampailah As’ad di pesantrennya KH. Hasyim Asy’ari

“Setelah kotak diserahkan, isi dari kotak itu membuat Mbah Hasyim bingung. Apa yang dimaksud gurunya itu?, kotak tersebut berisi tongkat dan tasbih. Setelah bermunajat kepada Sang Khalik, beliau menemukan jawaban. Ternyata, yang dimaksud gurunya ialah Mbah Hasyim di perintah untuk membuat sebuah wadah (organisasi), yang mengurus tongkat (negara, sebab tongkat merupakan lambang kekuasaan) dan tasbih (agama). Dan dibentuklah Nahdlatul Ulama”, tambah beliau.

(KHASMedia)