MUBAHATSAH: TENTANG SUJUD TILAWAH DAN SYUKUR

0
116
Foto: NU Online

Pertanyaan:

Kita tahu ketika kita membaca ayat Sajadah atau ingin berterimakasih pada Allah SWT atas ni’matnya. Kita di anjurkan sujud, hanya saja karena kita ini adalah manusia yg mudah sekali tergelincir dalam kesalahan dan kita ini lalai, sering tergoda dan malas melaksanakannya. Apakah ada cara lain agar kita tetap mendapatkan pahala sujud tilawah dan sujud syukur?

Jawab:

Ada solusi untuk masalah ini. Ulama mengatakan bagi yang malas melaksanakan sujud tilawah dan sujud syukur boleh baginya mengganti sujud dengan membaca tasbih, tahmid dan takbir sebanyak empat kali. Ada juga ulama yg mengatakan tiga kali, sebagian ulama menambahkan bacaan HAUQOLAH setelahnya. Berikut bentuknya:

(سبحان الله والحمد لله ولا اله الا الله والله اكبر ولا حول ولا قوة الا بالله العلي العظيم).

Referensi dari kitab ALJAMAL dll

وَيَقُومُ مَقَامَ السُّجُودِ لِلتِّلَاوَةِ وَالشُّكْرِ مَا يَقُومُ مَقَامَ التَّحِيَّةِ لِمَنْ لَمْ يُرِدْ فِعْلَهَا وَلَوْ مُتَطَهِّرًا وَهُوَ سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ زَادَ بَعْضُهُمْ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إلَّا بِاَللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ أَرْبَعَ مَرَّاتٍ وَلَا يُقَالُ كَانَ قِيَاسُ التَّحِيَّةِ أَنْ يَقُولَهَا مَرَّةً وَاحِدَةً؛ لِأَنَّ هُنَا سَجْدَةً وَاحِدَةً وَفِي التَّحِيَّةِ أَرْبَعٌ؛ لِأَنَّا نَقُولُ هَذِهِ السَّجْدَةُ عِبَادَةٌ مُسْتَقِلَّةٌ كَمَا أَنَّ الْأَرْبَعَ عِبَادَةٌ مُسْتَقِلَّةٌ وَإِلَّا يَلْزَمْ عَلَيْهِ إذَا نَوَى التَّحِيَّةَ أَكْثَرَ مِنْ رَكْعَتَيْنِ أَنْ يَزِيدَ عَلَى أَرْبَعٍ اهـ بِرْمَاوِيٌّ.

[الجمل، حاشية الجمل على شرح المنهج = فتوحات الوهاب بتوضيح شرح منهج الطلاب، ٤٦٧/١

Sumber: Mubahatsah KHAS Kempek