MUBAHATSAH: PEMBAHASAN SEPUTAR BALIGH

0
112

Pertanyaan:

ketika seseorang sudah baligH maka dia sudah terkena hukum-hukum dalam Islam, seperti wajib dsb, dan diapun sudah berhak untuk mendapatkan balasan secara pribadi mengenai perbuatanya.
Salah satu tanda baligh adalah IHTILAM ( keluarnya sperma ), hanya karna era kita ini adalah era yang di penuhi dengan berbagai macam praktik-praktik negatif, ada sebagian daerah di ceritakan bahwa anak di bawah umur ( -9 thn ) sudah mengalami ihtilam, sehingga ini menjadi sebuah problem dalam masyarakat, lantas bagaimana pandangan fiqh mengenai masalah ini, apakah anak itu sudah di nyatakan baligh….? 


Jawab:
Mengenai masalah ini ada dua pendapat ULAMA, sebagian mengatakan kemungkinan keluarnya sperma itu di saat mencapai umur 9 thn / 10thn / 10 + 6 bulan ( baca kitab TUHFAH, ALJAMAL, BUJAIROMI, AL IQNA’ dsb ), jadi jika ada anak yg ihtilam di bawah umur 9 thn, maka dia tdk di nyatakan baligh.
Sebagian lagi mengatakan ( termasuk juga imam TAQIYYUDDIN ASSUBKI ) kalau anak di bawah umur 9 thn itu mengeluarkan cairan ( dari alat kelamin ) tapi tdk sesuai dengan sifat-sifat sperma maka dia tdk di nyatakan baligh.
Jika cairan yg keluar ( dari alat kelamin ) itu sesuai dg sifat-sifat sperma, maka itu di sebut dengan mani dan anak itu di nyatakan baligh.

وقد قالوا: إن وقت إمكان خروج المني باستكمال تسع سنين، ولا عبرة بما ينفصل قبل ذلك. وقيل: وقت الإمكان بمضي ستة أشهر من السنة العاشرة. وقيل: بتمام العاشرة. والحديث لا تعرض له لشيء من ذلك؛ بل بخروج المني متى اتفق، والقول بأن ما انفصل قبل تمام التاسعة لا عبرة به؛ إن كان على غير صفة المني فصحيح، وإن كان على صفة المنى – إن فرض ذلك – فكيف لا يعتبر به والاسم صادق عليه والحديث يشمله؟! [السبكي، تقي الدين، إبراز الحكم من حديث رفع القلم، صفحة ٦٨]

Sumber: Mubahatsah KHAS Kempek