Santri Putri KHAS Kempek sedang menampilkan tari saman dalam acara Opening Ceremony Gempita Tahun 2019. (Foto: KHASMedia)

KEMPEK – Madrasah Tahdzibul Mutsaqqofien (MTM) Putri Pondok Pesantren KHAS Kempek Cirebon menggelar Pra Muwaada’ah yaitu perlombaan-perlombaan yang diadakan sebelum liburan pesantren. Tadi pagi telah berlangsung pembukaan acara tersebut yang bertempat di GOR Munas, Rabu (10/4).

Acara yang bertajuk Gebyar Musabaqah Pra Muwaada’ah Akhirussanah (GEMPITA) tahun 2019 ini diawali dengan karnaval yang diikuti oleh semua santri putri dari setiap asrama pesantren. Start dari lapangan bola Desa Kempek dan finish di GOR Munas Pesantren KHAS Kempek.

Selama perjalanan, peserta karnaval ada yang berpakaian tradisional dan kostum unik. Sambil melambaikan bendera kecil, peserta menyanyikan lagu Yalal Wathon dengan urutan yang sudah ditentukan. Mereka tampak rapih, semangat dan kompak karena mereka dinilai oleh dewan juri.

Setelah peserta dan panitia berkumpul semua didalam GOR, opening ceremony GEMPITA tahun 2019 dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Yalal Waton, dan Sholawat An-Nahdliyah dan dilanjutkan dengan sambutan-sambutan.

Dalam sambutanya, Ketua Pelaksana, Ustadz Mohamad Mafrukhi mengatakan musabaqah ini merupakan agenda tahunan dan pra muwaada’ah ini adalah salah satu rangkaian yang dilaksanakan sebelum haflah akhirussanah atau khataman berlangsung.

“Dalam acara ini, seluruh santri akan berlatih secara serius untuk mengikuti perlombaan-perlombaan. Oleh karena itu, panitia berharap acara yang dilaksanakan dari tanggal 10 sampai 14 April 2019 ini bisa berjalan dengan baik dan sukses,” harap Pak Rukhi.

Kemudian acara dibuka secara resmi oleh KH. Muhammad Bin Ja’far. Dalam sambutannya, beliau mengajak para peserta musabaqah untuk bisa mengikuti dengan sportif dan tidak boleh menghina, mengejek dan membully peserta yang lain. “Kalian belajar berkompetisi dengan baik dalam lingkungan pesantren. Ayo kita sama-sama menjunjung nilai-nilai sportif,” ajak beliau.

“Apa lagi saya lihat para peserta dari masing-masing asrama menunjukkan tampilan Nusantara. Kalau NU mempunyai slogan Islam Nusantara. Saya kira, kita pun sudah saatnya mempunyai slogan KHAS untuk Nusantara,” tegas beliau, disusul tepuk tangan para hadirin.

Selanjutnya, acara ditutup dengan do’a oleh KH. Ahmad Zaeni Dahlan. Sebelum berdo’a beliau berharap semoga acara GEMPITA ini bisa berjalan dengan lancar, sukses dan menghasilkan juara-juara pilihan dari seluruh santri-santri putri Pondok Pesantren KHAS Kempek.

Terakhir, acara dilanjut dengan penampilan Pentas Seni (Pensi) perwakilan dari setiap asrama Pondok Pesantren KHAS Kempek Cirebon. (KHASMedia)