Meneladani Kiai Aqil Siroj yang Berdakwah Dengan Santun

0
287

KHASKEMPEK.COM – KH Aqil Siroj adalah salah satu menantu Mbah Harun, pendiri Pondok Pesantren Kempek Cirebon. Beliau berasal dari Gedongan dan menikah dengan Nyai Hj. Afifah Harun. Beliau mempunyai lima putra yang kelak akan meneruskan perjuangan, yaitu Buya H. Ja’far S. Aqil Siroj, KH. Said Aqil Siroj, KH. M. Musthofa Aqil Siroj, KH. Ahsin Syifa Aqil Siroj dan KH. Ni’amillah Aqil Siroj.

Kesuksesan putra-putra beliau tidaklah terbentuk dengan sendirinya, namun ternyata kesuksesan itu merupakan hasil tirakat dari kedua orang tuanya yang sudah disiapkan sejak dulu.

Dikisahkan, bahwa Nyai Afifah Harun disepertiga malamnya selalu bangun untuk menyiapkan air panas yang akan disajikan ketika Kiai Aqil Siroj Mandi dan Wudhu. Keta’dhiman yang dicontohkan Nyai Afifah Harun mungkin untuk sekarang sangatlah sulit dicari, karena beliau sebelum diperistri oleh Kiai Aqil Siroj adalah putri dari Kyainya sendiri, Romo KH Harun Abdul Jalil. Rupanya Nyai Afifah Harun tidak memperdulikan sekat-sekat yang ada diantara beliau dan suaminya sebagai santri dan putri kiai, ketika beliau sudah menjadi seorang Istri maka hanyalah ketaatan yang harus diberikan kepada sang suaminya.

Admin pun ketika masih menimba ilmu di pesantrenya sangat sering sekali diperlakukan oleh beliau dengan akhlak yang sungguh tiada bandingnya. Keindahan akhlak dan penghormatan beliau dalam menerima tamu-tamunya adalah akhlak yang selalu admin temukan dalam keseharianya.

Dikisahkan juga, bahwa cara dakwah santun yang ditunjukkan Kiai Said Aqil Siroj merupakan warisan dari Romonya, Kiai Aqil Siroj. Suatu ketika di Desa Kempek ada satu keluarga yang sangat tidak suka bahkan sangat benci dengan keberadaan pesantren atau masyarakat beragama disekitarnya. Ketika semua santri dan masyarakat hendak menunaikan solat Jum’ah dibulan Romadhon keluarga tersebut dengan sengaja justru nongkrong didepan teras rumahnya sambil makan dan minum-minuman dengan menyinyirkan mukanya kepada santri dan masyarakat yang lewat didepan rumahnya.


Menyikapi masyarakat yang sangat sinis seperti keluarga tersebut, Kiai Aqil Siroj justru bukan menghardiknya, mencaci-makinya dan menjauhinya, melainkan Kiai Aqil Siroj justru setiap lewat rumahnya selalu silaturahim dan berdialog denganya terkait pertanian, perekonomian dan hal-hal lainya kecuali masalah agama seperti shalat, puasa, zakat dan lain-lain.

Kiai Aqil dengan sengaja tidak mengenalkan Agama Islam kepada seseorang yang masih membenci Agama, akan tetapi Kiai Aqil justru memperlakukanya dan memanusiakanya dengan tujuan untuk menjukkan bagaimana Masyarakat Islam mengimplementasikan sikap keberagamaanya.


Suatu ketika keluarga tersebut tiba-tiba datang berkunjung ke ndalem Kiai Aqil Siroj. Dengan sangat menghormatinya Kiai Aqil pun menyambutnya dengan rasa heran akan kehadiran ya. ” Gini Kiai, Panjenengan kan selalu berkunjung kerumah saya setiap panjenengan lewat menuju Masjid, begitu juga saya dong ingin melakukan kunjungan balasan kerumah Kiai”
Dan akhirnya setelah itu keluarga itupun menjadi salah satu keluarga yang fanatik terhadap pesantren, khususnya kepada Kiai Aqil Siroj. (KHASMedia)

Sumber: http://altsaqafah.id/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here