Meneladani Keikhlasan dan Bakti Nyai Afifah Harun Kepada Sang Suami

0
649

KHASKEMPEK.COM – Dikisahkan bahwasanya Kiai Aqiel ketika kecil dipondokkan untuk belajar di Pesantren Kempek, di bawah asuhan Kiai Harun. Setelah dirasa cukup, beliau melanjutkan pendidikannya ke Pesantren Lirboyo Kediri dan beberapa Pesantren lainnya di Jawa Timur.

Setelah selesai dari mesantren di Jawa Timur, beliau kembali ke kampung halaman di Pesantren Gedongan Cirebon. Beberapa lama kemudian beliau diambil menantu oleh Kiai Harun Kempek, guru beliau sendiri. Maka akhirnya beliau menikah dengan salah seorang putri dari gurunya yang bernama Afifah.

Nyai Afifah adalah salah satu putri Kiai Harun bin Abdul Jalil, pendiri Pondok Pesantren Kempek Cirebon. Beliau adalah putri ke delapan buah pernikahan Kiai Harun dengan Nyai Ummi Laila. Kalau ditelusuri dari jalur ibu, beliau adalah putri dari Nyai Ummi Laila yang merupakan putri dari Kiai Hasan Sukunsari Plered. Jadi beliau adalah cucu dari Kiai Hasan, pendiri Pesantren Sukunsari Plered.

Banyak kisah-kisah beliau selama mengarungi bahtera rumah tangga dengan Kiai Aqil. Di antara keikhlasan dan baktinya pada suami yang tidak pernah ditinggalkan adalah setiap jam setengah empat pagi bangun kemudian merebus air untuk mandi sang suami.

Seperti diketahui oleh orang banyak, Kiai Aqil setiap harinya sebelum waktu shubuh bangun untuk qiyamullail. Udara yang dingin di pagi hari akan sedikit berkurang jika dimulai dengan mandi air hangat, maka Nyai Afifah setiap jam setengah empat pagi bangun, kemudian merebus air untuk mandi sang suami.

Berikut adalah penyaksian KH Muhammad Musthofa Aqil Siroj, putra ketiga Kiai Aqil dan Nyai Afifah:

“Tidak ada kehidupan seperti beliau, luar biasa. Pelajaran yang luar biasa. Nyai Afifah itu kalau jam setengah empat pagi bangun untuk merebus air, untuk mandi suaminya yang merupakan murid dari ayahnya. Ini dilakukan semenjak baru menikah sampai Kiai Aqil wafat,” tutur Kiai Musthofa Aqiel.

Lebih lanjut beliau menjelaskan, “Dan ini tidak ditemukan di lembaga pendidikan lain selain pesantren. Luar biasa ini, selain mengajarkan ilmu agama juga mengajarkan berbakti kepada suami dengan langsung mencontohkan,” jelas Bapa Muh.

Juga diceritakan oleh Kiai Ahsin Syifa Aqiel, bahwa Kiai Aqil seorang yang sangat cinta akan ilmu. Maka setiap waktu luangnya digunakan untuk membaca dan muthola’ah kitab. Bahkan tak jarang pula dijumpai oleh Kiai Ahsin pada malam hari Kiai Aqil muthola’ah kitab.

Dan Kiai Aqil akan lebih senang kalau muthola’ahnya ditemani oleh sang istri (Nyai Afifah). Maka demi baktinya pada sang suami, Nyai Afifah juga ikut menemani sang suami untuk muthola’ah beberapa kitab di malam hari. Apabila Nyai Afifah tertidur maka Kiai Aqiel langsung membangunkannya agar jangan tidur.

Semoga kita bisa mengambil hikmah dari kisah tersebut. (KHASMedia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here