Kempek – Ribuan santri putri Madrasah Tahdzibul Mutsaqqofien Putri Pondok Pesantren KHAS Kempek menggelar acara Maulid Nabi Muhammad SAW. Acara bertempat di GOR Munas, Jum’at (04/01/2018). 

Acara yang digelar setelah libur Mulud dan Kongres ini dimulai dengan pembacaan kitab Barzanji terlebih dahulu. Kemudian disusul dengan sholawatan dan sambutan-sambutan. Diantaranya dari Ketua Umum Madrasah yaitu Ibu Nyai Hj. Tho’atillah Ja’far.

Dalam sambutannya, Bunda Tho’ah (panggilan akrab beliau) lebih menekankan kedisiplinan santri, yaitu dengan membacakan peraturan-peraturan Pondok Pesantren. “Mengapa perlu dijelaskan kembali?” tanya Bunda. “Karena ternyata masih banyak santri yang belum paham atau tidak mengindahkannya, alias masih banyak santri yang melanggar tata tertib tersebut,” tegas beliau.

Sambutan selanjutnya oleh Ibu Nyai Aqielah Ja’far dengan membacakan tata tertib musyawarah. Tepatnya kewajiban dan larangan di Madrasah. Karena hal ini juga sangat penting diperhatikan bagi santri-santri demi kedisiplinan mereka semua.

Sementara KH Muhammad Bin Ja’far dalam mauidzoh hasanahnya, beliau menjelaskan tentang cara membela Nabi Muhammad SAW. Yaitu salah satunya dengan meneladani akhlak Rasulullah SAW.

Kemudian beliau bercerita, ketika Nabi Muhammad SAW hijrah ke Thoif orang-orang Quraisy menyebarkan berita bohong “hoax” disana. “Awas kalau nanti datang Muhammad maka usirlah! Kalau bisa bunuhlah!” Peristiwa penolakan Bani Tsaqif saat hijrah ke Thoif itu merupakan salah satu kejadian yang dianggap sebagai salah satu kejadian paling menyulitkan bagi Rasulullah SAW.

Pada saat itu malaikat Jibril menawarkan Nabi untuk membalas mereka dengan ditimpah sebuah gunung. Tapi Nabi menolaknya. Rasulullah SAW menjawab, Justru aku berharap ada generasi mereka di kemudian hari yang menyembah Allah dan tidak berbuat syirik sedikit pun. (KHAS Media)