Lalaran Day; Rutinitas Santri KHAS Kempek yang Tak Bisa Dilupakan

0
223

KHASKEMPEK.COM – Lalaran merupakan kegiatan rutinitas para santri. Lalaran sama dengan mengulang-ulang pelajaran yang sudah lewat. Hanya saja, dalam konteks santri Khas Kempek lalaran biasa dimaknai membaca bait-bait nazhaman yang sedang dikaji, seperti nadzom Amawil, Al-Imrithi, Alfiyah, dan lainnya.

Kegiatan lalaran sangat penting untuk seluruh santri, karena semua santri belum tentu rajin melalar nadzomnya. Di Ponpes Khas Kempek putri, kegiatan lalaran biasa dilakukan sebelum Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) madrasah dan sebelum musyawaroh dimulai.

Tujuan lalaran yaitu untuk melancarkan nadzom yang sedang dihafal atau kitab yang sedang dikaji para santri berlomba-lomba untuk menghatamkan nadzomnya, mereka menarget sesuai kemampuan mereka masing-masing. Bahkan, satu sama lain saling kejar mengejar.

Para santri berlomba menghatamkan nadzom juga karena pada akhir semester bahkan akhir tahun selalu diadakan muhafadzoh (lomba hafalan nadzhom). Ini salah satu hal yang membuat para santri semangat 45 untuk terus menghafal dan lalaran.

Di pesantren Khas putri, untuk kelas 1 Wustho melalar Nadzom Sullamusibyan, kelas 2 Wustho lalaran tashrif kempekan, kelas 3 Wustho melalar Nadzom Al Amrithi, kelasa 1 Ulya sampai 3 Ulya melalar Nadzhom Alfiyah Ibnu Malik.

Kegiatan lalaran juga biasanya dilakukan ketika sebelum dimulainya kegiatan musyawarah. Di asrama Al Nashir Al Manshur kegiatan lalaran adalah menjadi kegiatan rutinitas di malam Jum’at. Selain sebagai upaya melancarkan hafalan nadzom, lalaran di malam Jum’at menjadi waktu tersendiri untuk refreshing santri, sebab biasanya para santri boleh menggunakan alat-alat musik buatan dengan apapun yang dimilikinya, seperti ember, dan lainnya.

Para santri sangat bersemangat ketika kegiatan ini dimulai. Mereka hanya bermodalkan peralatan sederhana yang sering dipakai sehari-hari untuk menghasilkan nada dan irama yang indah, seperti ember, gayung, sendok, kayu, bahkan botol kecap. Sungguh tak bisa dilupakan.

Mengaji ala kempekan tak semudah seperti mengaji pada umumnya. Butuh tiga atau empat bahkan berulang-ulang kali untuk mempersiapkan diri maju disimak dihadapan para ustadzah. Banyak teguran ustadzah yang membuat santri akan bertekad terus-menerus membacanya dan berusaha menjadi yang terbaik.

Kami yakin, dengan bimbingan para Nyai dan Ustadzah di pondok, akan menghantar kami menjadi anak-anak yang solehah, tidak saja pintar dalam beragama, tetapi pandai dalam bersosial. Dan, lalaran adalah salah satu kegiatan untuk mengaktifkan potensi kecerdasan dan sosial para santri.[]

Penulis: Rizkiyah El-Hafidz, Santri Putri An-Nashir Al-Manshur, Ponpes KHAS Putri Kempek Cirebon

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here