Kisah Sukses KH Said Aqil Siroj, Tokoh Muslim Berpengaruh di Dunia

0
222

KHASKEMPEK.COMKH Said Aqil Siroj adalah salah satu tokoh muslim asal Indonesia yang memiliki pengaruh besar. Bahkan pengaruhnya tidak hanya di Indonesia saja lho!

Lalu seperti apa sebenarnya kehidupan dari sosok yang luar biasa ini? Yuk simak selengkapnya dalam artikel berikut.

KH Said Aqil Siroj, Tokoh Muslim asal Indonesia

Ada begitu banyak sosok yang menjadi tokoh-tokoh agama di dunia, begitu pula di Indonesia.

Biasanya para tokoh agama ini memiliki peran maupun pengaruh yang begitu besar, baik di negaranya sendiri hingga ke seluruh dunia.

Nah kali ini kita akan berbicara mengenai salah satu tokoh Agama Islam asal Indonesia, yang memiliki pengaruh besar di Indonesia maupun di luar negeri.

Beliau pun telah memberi sumbangsih yang tidak sedikit pada pendidikan, khususnya di bidang Agama Islam dan pada organisasi yang beliau ikuti.

Ada yang tau siapa dia?

Yes! Siapa lagi kalau bukan KH Said Aqil Siroj, Ketua Umum dari salah satu organisasi muslim terbesar di Indonesia, Nahdatul Ulama (NU).

Nah berikut adalah informasi lengkap mengenai KH Said Aqil Siroj, simak sampai selesai ya…

Biografi KH Said Aqil Siroj

KH Said Aqil Siroj terkenal sebagai sosok dengan latar belakang agama yang begitu kuat. Bahkan salah satu tujuan utama dalam hidupnya adalah memperjuangkan Agama Islam di berbagai aspek.

Ia lahir pada 03 Juli 1953 di Cirebon, Jawa Barat, tepatnya yaitu di sebuah desa yang bernama Kempek, Palimanan.

Sosok yang pada masa kecilnya dipanggil dengan nama Said ini adalah anak dari seorang pengasuh Pesantren Kempek, KH Aqil Siroj.

Memiliki orang tua yang juga sangat taat dalam menjalani kehidupan beragama, serta tinggal dan tumbuh besar dalam lingkungan pesantren, tampaknya memberi banyak pengaruh dalam diri beliau.

Terlebih kalau melihat sedikit lebih jauh mengenai latar belakang keluarganya, beliau adalah cucu dari seorang ulama yang menyebarkan Islam sekaligus seorang pejuang kemerdekaan, yaitu Kiai Muhammad Said Gedongan.

Maka tidak heran lagi mengapa akhirnya sejak kecil beliau sudah memiliki minat yang begitu tinggi dalam mempelajari Agama Islam.

Dari sang ayah, beliau mulai mempelajari ilmu-ilmu dasar keislaman, serta belajar dari para ustadz maupun kiai yang terkenal seperti KH Marzuki Dahlan, KH Mahrus Ali dan Kiai Muzajjad Nganjuk.

Pendidikan KH Said Aqil Siroj

Berbicara mengenai pendidikan yang pernah beliau tempuh, Ketua Umum NU ini rupanya memiliki cerita yang tidak pendek.

Saat memasuki usia remaja, beliau pernah belajar di Pesantren Lirboyo yang terletak di Kediri, Jawa Timur. Di sana lah beliau mulai bertemu dengan para ahli agama yang telah disebut di atas.

Kemudian beliau juga pernah berkuliah di Universitas Tribakti, yang tempatnya tidak jauh dari Pesantren Lirboyo.

Dari sana beliau melangkah lagi menuju Pesantren Al-Munawwir yang ada ada di Yogya untuk belajar dari KH Ali Maksum, sekaligus melanjutkan pendidikannya di IAIN Sunan Kalijaga yang saat ini sudah menjadi UIN.

Tampaknya belum cukup dengan semua ilmu yang telah didapat olehnya, sosok yang juga dikenal sebagai kutu buku ini kemudian keluar dari Indonesia menuju Makkah Al-Mukarramah, kota kelahiran Nabi Muhammad SAW untuk menimba ilmu yang lebih mendalam lagi.

Di sana beliau menimba ilmu dan mendapat gelar sarjana hingga doctoral dari Universitas King Abdul Aziz dan Ummul Qurra.

Beliau setidaknya telah menghabiskan waktu selama 14 tahun di Makkah untuk menyelesaikan studi Strata 3 yang ia peroleh pada tahun 1994.

Ada pun jurusan yang beliau geluti ialah jurusan Ushuluddin dan Dakwah untuk program studi S1, jurusan Perbandingan Agama saat S2 dan jurusan Aqidah / Firasat Islam di program studi S3-nya.

Kerennya lagi, beliau bertemu dengan banyak intelektual dari seluruh penjuru dunia, dan sukses mendapat predikat Cum laude!!!

Bergabung dengan Nahdatul Ulama

Sebagai informasi, Nahdatul Ulama merupakan salah satu organisasi Muslim yang ada di Indonesia dengan pengaruh yang sangat besar.

Organisasi yang lebih sering disebut NU ini memiliki basis keanggotaan yang sebagian besar berada di pedesaan, dan sangat menekankan pada pendidikan serta keterlibatannya dalam dunia politik, yang tentu saja selalu berlandaskan kepada prinsip dan Ajaran Islam.

Nah, bergabungnya KH Said Aqil Siroj dengan organisasi Nahdatul Ulama ini bermula dari ketika beliau lulus dan mendapatkan gelar doctor, serta memutuskan untuk kembali ke Tanah Air.

Setibanya di Indonesia, beliau diajak oleh KH Abdurahman Wahid, mantan Presiden Indonesia yang lebih akrab disapa sebagai Gus Dur untuk bergabung dengan NU.

Sebelumnya, KH Said Aqil Siroj memang diketahui telah membangun hubungan yang sangat baik dengan Gus Dur sejak beliau berada di Makkah.

Singkat cerita ia pun bergabung dengan NU dan bertugas di Cipasung sebagai Wakil Katib ‘Aam PBNU.

Semenjak bergabung dengan NU, KH Said Aqil Siroj menjadi sosok yang sangat disenangi sekaligus dikagumi oleh Gus Dur dan bahkan menyebutnya sebagai “doctor muda NU yang berfungsi sebagai kamus berjalan dengan disertai lebih dari 1000 referensi”.

Kemudian sejak tahun 2010, KH Said Aqil Siroj menjabat sebagai ketua umum PBNU (Pengurus Besar Nahdatul Ulama) setelah memenangkan pemilihan ketua.

Kala itu yang menjadi saingan beliau adalah Effendi Yusuf. Effendi Yusuf mendapat total 178 suara, sedangkan KH Said Aqil Siroj sebanyak 294 suara.

Kepemimpinan KH Said Aqil Siroj

KH Said Aqil Siroj dikenal sebagai pemimpin yang baik dan bijaksana, hal ini terbukti dari bagaimana beliau membawa NU menjadi organisasi yang lebih baik dari waktu ke waktu.

Lalu bagaimana cara KH Said Aqil Siroj dalam memimpin?

#1 Meniru Kepemimpinan Nabi Muhammad SAW

KH Said Aqil Siroj adalah pemimpin yang meniru gaya Nabi Muhammad SAW, khususnya dari bagaimana cara sang Nabi dalam mempersatukan perbedaan yang ada.

KH Said Aqil Siroj bahkan pernah mengatakan bahwa keberhasilan sang Nabi dalam menciptakan masyarakat yang plural merupakan sesuatu yang patut ditiru oleh para pemimpin.

Beliau juga sangat menekankan bahwa Islam merupakan agama yang menjunjung tinggi perbedaan serta menghormati penganut ajaran lain.

Sikap toleran ini lah yang kemudian membuat KH Said Aqil Siroj tidak hanya dicintai oleh anggota NU ataupun seluruh Muslim, tetapi juga dihargai oleh penganut agama lainnya.

#2 Tidak Mengejar Jabatan

Hal unik lainnya dari kepemimpinan KH Said Aqil Siroj adalah, beliau rupanya bukan seorang yang sangat mengejar jabatan alias tidak gila jabatan.

Justru sebagai pemimpin dari organisasi besar, beliau ini lebih menekankan pada kualitas dan kemampuan setiap anggotanya, maupun para pemimpin yang ada di NU.

Ia sendiri juga pernah mengingatkan bahwa dalam intern PBNU tidak ada yang namanya target politik maupun target jabatan.

Dalam sebuah acara, beliau juga pernah mengarahkan bahwa pemimpin yang baik adalah pemimpin yang adil.

Persiapkan Diri Anda!

Setelah membaca kisah sukses KH Said Aqil Siroj, kita bisa melihat bahwa sebelum beliau menjadi pemimpin dalam sebuah organisasi yang besar, beliau terlebih dahulu telah membuat persiapan yang matang sehingga ia memiliki kemampuan untuk berada di posisinya saat ini.

Ada pun persiapan yang dilakukan olehnya ialah menimba ilmu sebanyak mungkin serta membangun hubungan dengan banyak orang, bahkan dengan seorang Gus Dur.

Nah bagaimana dengan Anda, sudahkah Anda mempersiapkan diri Anda dengan baik, layaknya yang dilakukan oleh KH Said Aqil Siroj? Komen di bawah ya…

Sumber: https://www.finansialku.com/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here