Kiai Musthofa Aqiel Siroj: Tadharru’ dan Ikhtiar Hadapi Pandemi Virus Corona

0
238

KHASKEMPEK.COM – Dalam beberapa bulan ini, kita bangsa Indonesia khususnya dan dunia lagi dalam keadaan kalut, cemas, takut, khawatir dan gelisah dengan adanya virus corona, yang belum ditemukan obatnya, dan kita dalam keadaan tidak tahu, apakah kita, teman, sahabat dan keluarga terpapar virus tersebut. Bahkan kita disuguhi berita bahwa beberapa tim kesehatan meninggal dunia.

Kita sikapi dengan tadabbur, yakni Allah SWT memberikan ujian, bala dan wabah itu hakikatnya Allah sedang berkata bahwa Saya itu ada. Allah itu ada. Maaf, selama ini, seolah-olah Allah itu tidak ada. Kita disibukkan dengan persoalan-persoalan kehidupan, politik, uang, jabatan, senjata dan ekonomi.

Di mana Allah? Tidak tahu. Siapa yang berkuasa? Tidak bisa menjawabnya karena kesibukan dan ketertutupan kita dengan kehidupan duniawi ini.

Setelah itu, Allah mengingatkan kita dengan mengirimkan salah satu dalil qudroh-Nya yaitu virus corona. Tersentaklah kita, betapa kita yang selama ini merasa berkuasa, berada dan punya segalanya, ternyata kita lemah dan tidak mampu berbuat apa-apa.

Sekian banyak di dunia yang mati, perusahaan tutup, hotel kosong, pesawat banyak yang nganggur. Ini peringatan yang luar biasa. Bagaimana sikap kita? Ternyata, kalau kita mau tadabbur, Allah itu sangat belas kasih. Allah berfirman dalam Al-Qur’an:


فَلَوْلَآ إِذْ جَآءَهُم بَأْسُنَا تَضَرَّعُوا۟

Jika Aku telah memberikan ujian (musibah/wabah), maka tadharru’lah. Jadi seolah-olah, Allah berkata, kamu akan Saya memberi penyakit, inilah obatnya. Kita yakin Dia yang memberi, maka Dia yang bisa mencabutnya. Oleh karena itu, hanya melalui konsep Allah lah, kita bisa mengatasinysa.

Oleh karena itu, sekarang mari kita tadharru’ kepada Allah, kita lalai dengan Allah, kita lupa dengan akhlakul karimah, kita juga sudah kehilangan prilaku yang baik, seperti gotong royong dan saling merasa bersalah. Tetapi yang ada berupa caci maki, saling menyalahkan dan menyudutkan.

Di samping itu, menurut ahlinya, virus corona itu bisa menyebar melalui penularan. Karena virus ini menular, maka berbahaya. Sehingga kita wajib mengikuti aturan-aturan dari pakarnya. Sesuai dengan anjuran nabi, jika macan maka larilah. Bukan berarti kita takut tapi ini adalah ikhtiar. Oleh karena itu, marilah kita ikuti anjuran pemerintah, demi terjaganya kelangsungan hidup manusia. (KHASMedia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here