Khutbah Idul Fitri di KJRI Jeddah, Kiai Musthofa Aqiel Tekankan Pentingnya Keadilan

0
78
Hadirin shalat Idul Fitri sedang mendengarkan khutbah oleh KH. M. Musthofa Aqiel Siroj di KJRI Jeddah (Foto: Facebook)

JEDDAH – KH. Muhammad Musthofa Aqiel Siroj, Pengasuh Pondok Pesantren KHAS Kempek, Cirebon, bertindak selaku khatib shalat Idul Fitri yang bertempat di Halaman Wisma Konjen RI Jeddah, Arab Saudi pada hari Selasa (4/6) pukul 06.30 WAS. Dalam khutbahnya beliau menekankan pentingnya keadilan dalam berbangsa dan bernegara.

“Selain melestarikan hablum minallah dengan shaum ini, Idul Fitri juga berfungsi sebagai sarana hablum minannas. Kita sebagai mahluk sosial harus sangat mengerti, mendalami dan mempraktikkan apa itu kehidupan berbangsa, kehidupan sosial,” tegas beliau.

Kemudian beliau melanjutkan khutbahnya, ketika Nabi Muhammad SAW akan meninggalkan Makkah menuju Madinah, beliau berkata kepada Makkah,


يَا مَكَّة، وَاللّٰهِ اِنَّكِ لَخَيْرُ اَرْضِ اللّٰهِ وَ اَحَبُّ اَرْضِ اللّٰهِ اِلَى اللّٰهِ وَلَوْلَا اَنِّيْ اُخْرِجْتُ  مَا خَرَجْتُ مِنْكِ

“Wahai Makkah, sungguh engkau adalah bumi yang terbaik bagi Alah dan dicintai oleh Allah. Kalau saja aku tidak dikeluarkan darimu, maka aku tak ‘kan meninggalkanmu.”

Setelah Nabi Muhammad SAW sampai di Madinah, beliau menghadapi umat yang majemuk, ada Yahudi, Nasrani dan Musyrikin. Nabi dituntun oleh Allah SWT, bagaimana cara bernegara, ternyata indah sekali. Allah SWT menurunkan surat Al-Muntahanah,

لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُم مِّن دِيَارِكُمْ أَن تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ.

Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.”

Inilah landasan Nabi membangun Madinah. Sehingga hal ini didukung oleh semua pihak karena Nabi dalam bernegara dan berbangsa tidak melihat agama dan suku. Oleh karena itu Nabi menerapkan keadilan yang luar biasa.

Lalu beliau bercerita, ketika ada seorang pemuda Muslim bernama Thu’mah mencuri baju perang yang mahal, kemudian baju itu disembunyikan di rumahnya orang Yahudi bernama Zaed. Setelah itu, Thu’mah menyebarkan berita bohong atau hoax, bahwa Yahudi mencuri.

Akhirnya tersebarlah berita bohong itu, sehingga ada beberapa orang datang kepada Nabi untuk melaporkan kejadian ini. Hampir saja Nabi mempercayai berita ini dan tidak lama kemudian turunlah malaikat Jibril membawa surat An-Nisa,

وَمَنْ يَكْسِبْ خَطِيئَةً أَوْ إِثْمًا ثُمَّ يَرْمِ بِهِ بَرِيئًا فَقَدِ احْتَمَلَ بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًا

“Dan Barangsiapa yang mengerjakan kesalahan atau dosa, kemudian dituduhkannya kepada orang yang tidak bersalah, Maka Sesungguhnya ia telah berbuat suatu kebohongan dan dosa yang nyata”. 

Disini jelas sekali bahwa melalui Al-Qur’an Allah SWT membela orang Yahudi yang benar, tidak melihat agama, suku dan ras, yang dilihat adalah kebenaran dan kejujuran. Orang Yahudi dibela karena dia tidak mencuri dan ternyata yang mencuri adalah Thu’mah. Maka Nabi memerintahkan segera menangkap Thu’mah, tapi ia melarikan diri ke Makkah dan disana ia menjadi murtad.

Hadirin Idul Fitri yang saya hormati. Oleh karena itu, marilah kita membangun bangsa kita, bangsa Indonesia, yang kalau kita tidak perihatin, maka Indonesia barangkali akan mengalami kekacauan. Namun alhamdulillah, Allah masih menurunkan rahmat-Nya dan berkah bulan Ramadhan sehingga bangsa Indonesia masih tetap aman dan damai.

(KHASMedia/nur)