KEMPEK – Pengasuh Pondok Pesantren KHAS Kempek Cirebon KH. Ni’amillah Aqiel Siroj menjadi khatib shalat Jum’at di Tajug Gede Cilodong Purwakarta, Jum’at (28/12/2018).

Dalam khutbah Jum’at yang disampaikan dalam Bahasa Cirebon, beliau menjelaskan bahwa fenomena alam harus dijadikan momentum untuk melakukan introspeksi diri. Karena itu, tidak pantas jika ada pihak yang menggunakannya sebagai alat penghakiman kebenaran pilihan politik.

Adik dari Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siroj itu pun mengajak jamaah di Tajug Gede Cilodong untuk mendoakan para korban.

“Mengaitkan bencana alam dengan politik hanya akan menambah derita dan sakit hati para korban. Saya selaku khatib mengimbau agar itu semua segera dihentikan. Lebih baik, kita doakan semua korban berada dalam kenikmatan dari Allah,” jelasnya.

Sementara itu dihimpun dari berbagai sumber media, masjid yang terletak tidak jauh dari gerbang Tol Cikopo itu memiliki kapasitas total lebih dari 4000 orang.

Sembilan bedug pun untuk kedua kalinya diperdengarkan kepada warga yang akan menjalankan Shalat Jum’at.

Selain itu, para jamaah juga diperdengarkan suara adzan yang dikumandangkan oleh sembilan orang muadzin.

Hal itu menjadi sebuah keunikan tersendiri yang dimiliki dan hanya berada di Tajug Gede Cilodong, Purwakarta.

(KHASMedia)

Sumber: Dihimpun dari berbagai media
Foto: Tajug Gede Cilodong